Tentang Kota Dengan Seribu Satu Wali

دركات يا اهل المدينة # يا تريم واهلها

Mendengar kata Tarim (Hadromaut), seakan membuat kita diajak kembali menyususri masa lampau, berpetualang di zaman Rasulullah.

Tarim adalah julukan untuk sebuah lembah gersang yang berada di ujung selatan jazirah Arab. Tempat tersebut lebih dikenal dengan istilah al-Aghaf dalam al-Quran yang menyimpan berjuta-juta rahasia yang jarang sekali diketahui oleh kalangan orang-orang awam.

Kota Tarim merupakan sebuah nama dari salah satu daerah yang terletak di negeri yaman. Tarim tergolong sebagai salah satu kota yang dapat dikatakan makmur. Kota ini merupakan kota bersejarah yang dimuliakan oleh Allah Swt. Khalifah Abu Bakar as-Shidiq pernah berkata: “Jika aku bermimpi masuk ke kota Tarim, maka esok harinya hatiku akan merasa bahagia. Kebahagian itu akan aku rasakan selama tiga hari. Jika aku berziarah ke kota tersebut, kebahagiaanku akan tetap terasa selama tujuh hari.”

Kendati Tarim memiliki iklim geografis yang tandus dan kering, juga ditambah dengan cuaca yang sangat extreem, itu tidak membuat semangat para Wali dan Aulia melemah untuk terus berjuang menyebarkan panji-panji syariat Islam. Bahkan disana para Wali dan Ulama terus bermunculan sebagaimana tanaman-tanaman hijau yang asri menghijaukan gersang gurun tandus.

Kota Tarim juga dijuluki madinatusshidiq karena Khalifah Abu Bakar pernah bersumpah setia kepada Zlad bin Zubair al-Anshari yang menjadi penguasa Tarim pada masa itu. Sumpah itu disambut baik oleh pemerintah tanah Tarim dan penduduk setempat tanpa terkecuali. Ketika berita ini sampai pada Khalifah Abu Bakar, beliau segera mendoakan khusus kepada kota Tarim dan penduduknya. “Mudah-mudahan Allah memberi kemakmuran untuk kota Tarim. Mudah-mudahan Allah memberkahi kesuburan dan sumber air nya. Mudah-mudahan Allah memberkahi Tarim dengan banyak ulama yang sholeh dan menjadikannya sebagai negeri yang subur akan aulia-Nya.”

Keistimewaan yang lain adalah, di kota Tarim tersebar banyak sekali anak dan cucu keturunan Rasulullah Saw, mereka pun tumbuh di tanah yang penuh kemulyaan itu. Pernah suatu ketika Rasulullah bersabda. “Sungguh aku benar-benar mencium harumnya karunia Allah dari yaman (Tarim).”

Di kota Tarim, ada pemakaman yang disemayamkan puluhan ribu wali, Para ulama dan orang-orang sholeh, juga para Habaib. Tempat tersebut bernama makam Zanbal Tarim. Pemakaman kuno berusia lebih dari seribu tahun, yang hingga kini masih terus beroprasi. Makam-makam tersebut terletak  di distrik Khalif, Dekat dengan pusat kota Tarim. Posisinya berjajar saling berhadapan dengan dua komplek makam lain, yakni makam Furait dan makam Akdar.

Konon, dulu Zanbal dan dua komplek pemakaman sampingnya adalah satu wilayah makam yang luas. Lalu karena bertambah padatnya penduduk Tarim, wilayah sebrang barat Zanbal yang dulunya hanya perkebunan dan persawahan itu, akhirnya dibangun pemukiman warga. Tentu butuh jalan transportasi. Alhasil, satu makam luas itu dibagi menjadi tiga bagian yang dipisahakan dengan jalan tiga jalur. Maka jadilah Zanbal, Furait dan Akdar.

Dari kalanagan Sayid atau keturunana Nabi, adalah Syaikh Ali al-Kholil Qasam yang pertama kali dimakamkan di pemakaman Zanbal ini. Beliau dimakamkan Pada tahun 521 H. yang mana beliau menurunkan setidaknya tujuh puluh marga Habaib di seluruh dunia. Dan ribuan keturunannya pun banyak disemayamkan di pemakaman ini pula. Ada Imam Faqih Muqoddam (Syaikh Muhammad Ali Ba’alawi) pencetus pertma thoriqoh ilmiyah dan amaliyah Ba’alawi. Juga di sana disemayamkan pula cicit beliau: Syaikh Abdurrahman Assegaf, punggawa habaib bermarga as-Seggaf dan marga-marga cabangnya, seperti as-Syakrom Alaydrus, Baagil, bin Syaikhbu dan banyak lagi.

Ada juga Syaikh Abu Bakar as-Syakron, pemilik hizib as-Syakron. Juga putra beliau, yakni Imam Abdullah Alaydrus. Kakek moyang Wali Songo yang berdakwah di bumi Nusantara yang bernama Syaikh Umar al-Muhdor atau Imam Alwi yang berjuluk Ammul Faqiih atau “pamannya faqih muqodam”, juga ada disini. Ada juga imam Abdullah Alwi al-Hadad, pemilik ratib al-Hadad, wirid Latif, penulis kitab Nasoihul ibad. Beliau juga terkenal sebagai penyair handal yang bisa kita lihat dalam tulisan syair-syair penggubah jiwa beliau yang terkumpul dalam buku Diwan Hadad beliau.

One thought on “Tentang Kota Dengan Seribu Satu Wali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.