Tentang Menjauhi Larangan

Tentang Menjauhi Larangan

Perlu diketahui bahwa agama memiliki dua bagian. Pertama menjauhi larangan, selanjutnya menjalankan ketaatan. Menjauhi larangan adalah hal yang sangat berat untuk dilakukan. Ketaatan bisa saja dilakukan oleh setiap orang, meskipun bersamaan dengan melakukan kemaksiatan. Di sini, menjauhi larangan tidak akan bisa dilakukan kecuali oleh mereka yang jujur.

Jujur kepada diri sendiri bahwa ia tidak akan lagi mengulangi apa yang menjadi larangan dalam agamanya. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw:

اَلْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ اَلسُّوْءَ وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ هَوَاهُ

“Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan keburukan, dan orang yang jihad adalah orang yang berjuang melawan hawa nafsunya.”

Ketika Allah memberikan ujian pada anggota tubuh kita, itu merupakan nikmat dari-Nya, juga amanah yang harus dijaga. Jika ujian dari Allah dibalas dengan kemaksiatan, maka sama halnya kita sebagai hamba tidak mensyukuri apa yang telah diberikan oleh-Nya.

Memelihara anggota tubuh

Karena anggota tubuh adalah hal yang kita pelihara. Dan setiap pemelihara akan ditanyakan perihal peliharaannya kelak.

Sudah dijelaskan pula bahwa kelak, anggota tubuh kita akan bersaksi tentang apa yang kita lakukan dengannya. Selaras dengan ayat dalam surah An-Nur ayat 24, yang menjelaskan akan hal tersebut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.