Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah, Apa Maksudnya?

Ada sebuah kalimat yang populer dan santer dikutip oleh umat Islam ketika memasuki bulan Ramadan. Kalimat tersebut berbunyi:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبادَةٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.”

Bahkan sebagian orang mengutipnya sebagai hadis Rasulullah saw. Beberapa orang pun dibuat bingung dengan pernyataan semacam ini. Masa, iya, Nabi Muhammad saw. menganjurkan umatnya untuk beribadah dengan tidur.

Faktanya kalimat di atas memang telah dikutip sebagai hadis oleh ulama-ulama abad pertengahan, Imam Al-Gazali dalam kitab Iḥyā’ misalnya. Namun, sebagaimana lazimnya beliau dalam mengutip hadis, beliau tidak menjelaskan apakah hadis tersebut sahih atau lemah.

Hadis tersebut juga dinukil oleh Imam As-Suyuti dalam kitab Al-Jāmi’ aṣ-Ṣaghīr. Di sana As-Suyuti secara tegas menyatakan hadis tersebut ḍa’īf; lemah. Selaras dengan As-Suyuti, Al-Minawi dalam Faiḍul-Qadīr dan Al-’Iraqi dalam Takhrīj Aḥādīśil-Iḥyā‘ menyebutkan hadis di atas ḍa’īf.

One thought on “Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah, Apa Maksudnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.