HomeAngkring“Tipu Daya” Abu Hanifah

“Tipu Daya” Abu Hanifah

0 10 likes 105 views share

Pada suatu hari, datanglah seorang laki-laki menemui imam Abu Hanifah untuk mengadu dan meminta solusi perihal masalah yang sedang dihadapinya.

“Aku pernah menaruh suatu barang milikku, namun sekarang aku lupa dimana tempatnya,” kata lelaki tersebut.

“Permasalahan ini bukan urusan fikih, aku tidak bisa membantumu. Akan tetapi cobalah kamu shalat sunah malam ini,” Abu Hanifah menjawabnya dengan bijak. Sebenarnya, beliau memiliki jawaban yang lebih memuaskan. Namun, beliau menghendaki sesuatu yang akan lebih berharga diperoleh lelaki itu.

Mendengar jawaban tersebut, lelaki itu pun pulang. Di rumahnya, ia melaksanakan shalat sesuai saran imam Abu Hanifah. Beberapa rakaat shalat sunah telah ia lakukan cukup lama. Belum genap tiga jam, ia sudah ingat dimana tempat ia menaruh barangnya. Akhirnya ia bangkit hendak menemui imam Abu Hanifah kembali.

“Wahai Abu Hanifah, aku sudah ingat tempat barang itu,” kata orang tersebut sambil tersenyum.

“Sekarang kau sudah tau, setan tidak akan membiarkanmu shalat dengan khusuk, makanya setan mengalihkan pikiranmu pada selain Allah,” jawab imam Abu Hanifah. “Bagaimana seandainya kamu habiskan malam ini dengan shalatmu, sebagai bentuk syukur terima kasih kepada Allah?” pungkas imam Abu Hanifah.

 

 

______________________

Disarikan dari kitab Wafayat al-A’yan (III/2013), karya Ibnu Khalqan.