Usamah bin Zaid; Panglima Perang Muda Islam

Usamah bin Zaid; Panglima Perang Muda Islam

Zaid bin Haritsah, ayahanda Usamah; panglima perang muda Islam, dahulunya adalah seorang budak, pelayan bagi majikannya. Usamah bin Zaid saat itu masih muda belia, usianya sekitar delapan belas tahun atau dua puluh tahun. Sekalipun masih muda dan dahulunya seorang budak, hal tersebut tak menghalangi Rasulullah Saw. menjadikannya sebagai panglima perang muda Islam bagi para sahabat untuk sebuah perang yang cukup penting.

Masa Kecil dan Nasabnya

Nama dan nasabnya adalah Usamah bin Zaid bin Haritsah al-Kalbi. Ayahnya, Zaid, dulu budak dari Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha. Lalu diberikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat Zaid masih kecil, ayah dan pamannya pernah datang menjemputnya ke Mekah. Keduanya ingin menebus dan membebaskannya dari perbudakan.

Ternyata Zaid menolak itu ikut bersama ayahnya. Ia lebih memilih tinggal bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itulah, Rasulullah sangat mencintainya. Beliau membebaskannya dari status budak dan mengangkatnya sebagai anak. Kedudukan Zaid di sisi Rasulullah juga terbawa pada anaknya, Usamah.

Pengangkatan Usamah menjadi panglima perang muda Islam mendapat reaksi dan penentangan dari orang-orang munafik, syariat Islam tak menganggapnya sebagai sesuatu yang asing, tidak pula mengingkarinya. Islam tidak datang kecuali untuk menghancurkan batasan-batasan jahiliah, yang telah membuat mereka berbeda tingkatan satu sama lain.

Bisa jadi Rasulullah Saw. menemukan sesuatu yang istimewa dalam diri Usamam. Sehingga menjadikannya lebih utama dalam memimpin pasukan kaum Muslimin dalam peperangan ini. Dan, tak ada jalan bagi kaum Muslimin dalam hal ini. Selain mendengar dan taat—sekalipun yang memimpin mereka itu hamba sahaya dari bangsa Habasyah.

2 thoughts on “Usamah bin Zaid; Panglima Perang Muda Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.