Pendapat KH. Hasyim Asyari Tentang Uzlah di Zaman Sekarang

uzlah di zaman sekarang

Uzlah di Zaman Sekarang – Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendiri, dan untuk bertahan hidup dan berkembang pada tingkat sosial dan mental, ia membutuhkan orang lain untuk menjalin hubungan dengan mereka.

Sebagai makhluk sosial, berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain juga sangat diperlukan. Di mana kita dapat berbagi dengan mereka saat-saat bahagia dan bahkan sulit. Sehingga dengan kehadiran mereka, dapat mendukung dan meringankan penderitaan kita.

Kenyataan seperti ini adalah keadaan yang normal dan sehat. Tetapi jika seseorang memutuskan untuk hidup sendirian, jauh dari orang lain, kita menghadapi masalah “isolasi sosial”. Atau yang dalam Arab biasa disebut sebagai uzlah.

Apa itu Uzlah?

uzlah di zaman sekarang
rawahel.org

Arti uzlah adalah ketidakinginan seseorang untuk bergaul dengan orang lain. Yaitu keadaan di mana seseorang kurang memiliki rasa sosial, cenderung menyendiri, menghindari orang lain, tidak mau berkomunikasi dan menjalin hubungan, serta lebih memilih menyelesaikan tugas-tugasnya sendiri.

Bisa juga uzlah artinya seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari selalu sendirian, tanpa bantuan orang di sekitar.

Perbedaan Uzlah dan Kesepian

uzalah di masa sekarang
janoubia.com

Praktik seperti ini biasanya karena keinginannya sendiri atas suatu keputusan yang ia ambil secara sukarela, apa pun alasannya. Berbeda halnya dengan kesepian yang seringkali dibebankan kepada dirinya.

Misalnya orang merasa sendirian karena orang lain sedang berada jauh darinya. Atau sedang berpergian ke negara atau kota yang asing menurutnya.

Bisa juga memaknainya dengan ia tinggal bersama keluarga dan teman-temannya, tetapi ia tidak menerima perhatian atau kasih sayang dari mereka.

Apakah Uzlah Di zaman Sekarang Diperbolehkan?

arti uzlah di zaman sekarang
aljazeera.net

Di zaman sekarang, KH. Hasyim asyari tidak memperbolehkan bagi orang-orang seperti kita, untuk berpaling atau uzlah di tengah-tengah masyarakat, sebelum adanya analisis yang mendalam dan penalaran yang kuat.[1]

Hal ini sebagaimana kesaksian yang pernah KH. Hasyim asyari alami. Ketika itu, beliau melihat teman karibnya sering mengasingkan diri (uzlah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, akan tetapi perangainya tidak sesuai sebagai orang yang sholeh.

Hasyim asyari menjelaskan secara gambalng bahwa orang tersebut, di satu kesempatan, ketika baru keluar dari ruangan uzlahnya, ia memarahi orang-orang yang berada di masjid dan mengumpatnya dengan kata-kata kotor.

Namun di kesempatan yang lain, ia menerima kunjungan dari seorang Menteri, sikapnya menjadi lemah lembut dan lapang dada. Apalagi ketika menterinya memberikan sejumlah uang kepadanya.[2]

Teman KH. Hasyim asyari itu juga berpendapat bahwa ketika melihat orang-orang, yang ia lihat adalah wujud kera. Padahal, menurut KH. Hasyim asyari, hal itu bukanlah sebuah anugerah, akan tetapi syaitan telah menyihir ke dua matanya, dan menimpakan was-was di dalam hatinya.[3]

Hikmah yang Dapat Diambil Tentang Cerita Uzlah di Zaman Sekarang

Arti uzlah adalah ketidakinginan seseorang untuk bergaul dengan orang lain
alshammil.com

Dari kisah yang singkat ini, KH. Hasyim asyari kemudian berpendapat bahwa mengasingkan diri di tengah-tengah masyarakat pada masa sekarang tidak akan mendatangkan kebaikan sama sekali. Justru yang ada adalah kerusakan pada agama dan pada dunianya.

Dan uzlah di zaman sekarang, termasuk dari bagian dosa besar. Pendapat ini diungkapkan oleh KH. Hasyim asyari di dalam kitabnya, At-Tibyan sebagaimana berikut:

و قد رأيت بعيني أن الهجر الواقع بيننا فى هذا الزمانِ لا يعود الى صلاح دين الهاجر و لا المهجور و لا الى دنياهما، بل يعود الى فسادهما كما لا يخفى على المتأمل المنصف، فهو من الكبائر لما فيه من فساد الدين و الدنيا و التحاسد و التباغض

“Dan aku telah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa uzlah di tengah-tengah masyarakat pada saat ini tidak lagi mendatangkan kebaikan agama dan dunianya. Baik orang yang mengasingkan dan orang yang diasingkan.

Akan tetapi kerusakannya justru kembali kepada kedua belah pihak. Sebagaimana yang dipahami oleh orang yang mau merenungkannya secara jeli.

Sehingga uzlah di sini termasuk dari dosa besar, karena hanya mendatangkan kerusakan, baik dalam segi agama atau dunia. Serta saling iri dan benci terhadap satu sama lain.”[4]

Penutup

uzlah di zaman sekarang

Hasyim Asyari tidak memperbolehkan adanya uzlah di zaman sekarang. Beliau melihat bahwa realita uzlah di zaman sekarang hanya dapat membawa dampak negatif.

Hal ini sebagaimana persaksian KH. Hasyim Asyari yang melihat temannya ketika uzlah justru berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.

Maka penting bagi kita untuk merenungkan kembali pada pribadi kita masing-masing, ketika dalam hati kita terbesit untuk melakukan uzlah. Apakah dengan melakukan uzlah ini dapat menyelamatkan agamanya dari keburukan-keburukan ahli bidah, atau hanya sebatas terpengaruh atas tipu daya syaitan?

[1] Hasyim asyari, At-Tibyan fi Nahyi ‘an Maqothi al-Arham wa al-Aqorib wa al-Ikhwan (Jombang: Maktababh at-Turats al-Islami, tt), 14
و أما بالنسبة الى أمثالنا فيحتاج الى دقة نظر و اِعمال فكر
[2] Ibit.
و يوما من الأيام يخرجُ الصَّلاة الجمعة ، فلما وصل إلى المسجد غضب على الحاضرين في المسجد و يتكلم عليهم بكلام فاحش ، ثم رجع فورا إلى منزله ، و يوما من الأيام أتاه فى منزله وزير البلد يطلب منه الدعاء ليكون رجيا ، و أعطاه شيئا أعطاه شيئا من الدراهم ، فقبله ودعا له و قابله بلطف و انشراح
[3] Ibit, 15.
فقال : إني رأيت الناس على غير صورتهم ، رأيتهم مثل القردة ، فقلتُ له : لعل الشيطان شحر عينيك و وسوس فى قلبك
[4] Ibit, 11.

2 thoughts on “Pendapat KH. Hasyim Asyari Tentang Uzlah di Zaman Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.