Ilmu; Warisan Rasulullah

warisan rasulullah

Pendahuluan

Warisan merupakan sesuatu yang oleh seseorang wariskan setelah kepergiannya. Baik berupa harta benda, ilmu, maupun nilai-nilai luhur yang dia anut. Namun, warisan Rasulullah Muhammad Saw memiliki makna yang jauh lebih mendalam dan abadi ketika kita bandingkan dari sekadar materi. Rasulullah Saw, sebagai pemimpin umat dan pembawa risalah terakhir dari Allah Swt, telah meninggalkan warisan yang tiada tandingannya bagi umat Islam.

Warisan tersebut bukanlah berupa emas, perak, atau kekayaan duniawi, melainkan berupa ilmu, amal saleh, Al-Qur’an, dan nilai-nilai kebenaran yang mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam sebuah riwayat yang ada sebuah kisah Sahabat Abu Hurairah Ra dan yang oleh Imam Thabrani riwayatkan dalam Mu’jam al-Awsath.

Baca Juga: Imam Nafi’ Al-Madani (Ahli Qiraat Pemilik Banyak Keistimewaan)

Kisah Warisan Rasulullah

Suatu ketika Sahabat Abu Hurairah Ra. lewat di pasar Madinah. Tempat itu penuh akan lalu lalang manusia. Seperti biasa tentunya, aktifitas perdagangan sudah dimulai. Ada penjual dan pembeli yang menawarkan dan mencari kebutuhan sehari-hari.

Sahabat Abu Hurairah Ra berdiri di sana. Seraya memandang kesibukan pasar, beliau berkata agak keras ke semua orang. “Hei penghuni pasar, kenapa kalian tidak bersemangat?”

Mendengar itu, orang-orang di pasar bingung, dengan ucapan sahabat Abu Hurairah Ra. Mereka bertanya, “Memangnya ada apa ya Abu Hurairah?”

Sahabat Abu Hurairah Ra segera menimpali, “Itu loh, Rasulullah Saw sedang bagi-bagi warisan. Kalian kok malah cuma diam di sini gak pergi ke sana untuk ikut ambil bagian.”

Baca Juga: Kisah Imam Ibnu Hajar dan Seorang Yahudi Penjual Minyak

Orang-orang di pasar menjadi sangat antusias. Mereka menjadi bersemangat ketika mendengar bahwa Rasulullah Saw ternyata sedang bagi-bagi harta warisan.

Maka dengan penuh harap mereka mengejar pertanyaan ke Sahabat Abu Hurairah Ra. “Dimanakah beliau membagi warisan nya?”

“Di Masjid Nabawi.” Kata sahabat Abu Hurairah Ra.

Mengetahui hal tersebut, maka masyarakat berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi. Mereka meninggalkan dagangan mereka, karena mereka lebih ingin untuk mendapatkan “warisan” Rasulullah Saw.

Sementara sahabat Abu Hurairah Ra hanya berdiri dan tidak mengikuti mereka. Beliau tidak beranjak kemana-mana. Tidak ikut berebut “warisan”.

Baca Juga: Kisah Lucu Nuaiman dan Seorang Kakek Buta

Warisan Rasulullah

Agak berapa lama, satu persatu penghuni pasar tadi kembali dari masjid dengan tangan kosong. Mungkin ada diantara mimik wajah mereka yang nampak kecewa karena tidak kebagian “warisan”. Atau dalam batin mereka bertanya-tanya “mungkinkah warisan rasulullah yang sahabat Abu Hurairah Ra. sebut sudah habis?”.

Mendapati wajah-wajah muram yang kembali dengan tangan hampa, sahabat Abu Hurairah Ra akhirnya bertanya kepada mereka. “Loh, kalian kenapa?”

Sambil tertunduk lesu karena sudah “Abu Hurairoh kerjai”, mereka mengatakan, “Kami sudah Ke masjid. Tetapi kami tidak melihat warisan yang sedang dibagikan sama sekali?”

Baca Juga: Cara Pengobatan Sifat Sombong Ala Syekh Abu Yazid

“Masak kalian tidak melihat orang di masjid?” Tanya Sahabat Abu Hurairah Ra.

“Saya melihat ada beberapa orang. Akan tetapi mereka sedang salat, ada juga yang sedang baca Alquran, dan ada yang lagi membahas hukum masalah halal dan haram.” Jawab mereka.

“Loh, pie toh kalian ini? Ya itu dia warisan Rasulullah Saw…!” Jawab sahabat Abu Hurairah Ra spontan.

Kesimpulan

Kisah ini menggambarkan makna mendalam tentang betapa pentingnya ilmu dan amal dalam kehidupan seorang Muslim. Karena Rasulullah Saw menegaskan bahwa para ulama adalah pewaris para nabi, dan ilmu yang ditinggalkan oleh beliau adalah sebaik-baik harta yang harus diperebutkan. Hal ini menegaskan bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk berjuang menuntut ilmu dan mengamalkannya sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan Rasulullah Saw.

Baca Juga: Makna Cinta dalam Al-Qur’an: Pelajaran dari Surat Quraisy

Sumber dan Referensi

Disarikan oleh Imam Thabrani dalam kitab Mu’jam al-Awsath

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أنه مر بسوق المدينة، فوقف عليها، فقال: يا أهل السوق ما أعجزكم. قالوا: وما ذاك يا أبا هريرة؟ قال: ذاك ميراث رسول الله صلى الله عليه وسلم يقسم، وأنتم هاهنا لا تذهبون فتأخذون نصيبكم منه. قالوا: وأين هو؟ قال: في المسجد. فخرجوا سراعا إلى المسجد، ووقف أبو هريرة لهم حتى رجعوا، فقال لهم: ما لكم؟ قالوا: يا أبا هريرة فقد أتينا المسجد، فدخلنا، فلم نر فيه شيئا يقسم. فقال لهم أبو هريرة: أما رأيتم في المسجد أحدا؟ قالوا: بلى، رأينا قوما يصلون، وقوما يقرءون القرءان، وقوما يتذاكرون الحلال والحرام، فقال لهم أبو هريرة: ويحكم، فذاك ميراث محمد صلى الله عليه وسلم.
رواه الطبراني في الأوسط 2/114، وقال الهيثمي في مجمع الزوائد 1/123 : إسناده حسن.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses