Khutbah Jumat: Menyambut Satu Abad Nahdlatul Ulama

Khutbah Jumat Menyongsong Satu Abad NU

Semakin dekatnya milad Nahdlatul Ulama yang ke 100 dalam hitungan tahun hijriyah, khutbah jumat kali ini kita beri judul Khutbah Jumat: Menyambut Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَالَ لِنَبِيَّهِ فِي الْكِتَابِ الْمُبِيْنِ. فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الخلق في الْعَالَمِينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الظَّاهِرِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَتِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لِلْعَالَمِينَ، أَمَّا بَعْدُ: فياأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.

Marilah kita selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan selalu berjalan di atas ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Sehingga dapat mengantarkan kita menuju kebahagiaan yang abadi yaitu kebahagiaan akhirat.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.

Sebentar lagi kita akan memperingati umur Nahdlatul Ulama yang sudah menapaki angka seratus tahun. Angka yang demikian tinggi untuk ukuran umur suatu organisasi. Angka tersebut tak akan ada artinya jika hanya kita lihat dari sisi angkanya saja, angka hanyalah angka, ia tidak lain hanyalah sebuah hitungan.
Akan tetapi angka itu akan sangat berarti jika kita lihat dari berbagai sisi. Di antaranya adalah sisi sejarah.
Melihat fakta sejarah tentu tidak diragukan lagi bahwa Nahdlatul Ulama dari setiap tahun setiap dekade turut memberi andil dalam menjaga agama dan negara. Begitu banyak putra-putra terbaik NU tampil dalam kancah lokal maupun internasional. KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim, KH. Abdurrahman Wahid, KH. Mahrus Ali dan masih banyak lagi kyai kyai yang lain.
Maka dari itu sebagai generasi yang diwarisi organisasi yang besar, kita turut mengemban tanggung jawab yang besar pula. Dengan kenyataan ini, Langkah awal yang harus kita lakukan adalah menyiapkan generasi-generasi muda terbaik untuk meneruskan perjuangan para pendahulunya.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.

Generasi muda saat ini adalah masa depan Agama dan bangsa Indonesia. Maju Mundur negara maupun organisasi di masa mendatang sangat bergantung pada kualitas anak muda. Namun, jika kita melihat karakter yang dimiliki anak muda sekarang sangatlah miris.
Oleh karena itu, marilah kita membangun kembali generasi muda kita dengan cara mendidik ilmu dan akhlak yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, selalu mengenang dan menceritakan jasa para pahlawan yang telah gugur demi menegakkan tiang kemerdekaan bangsa ini terkhusus masa depan Nahdlatul Ulama. Sebab dengan hal itu generasi muda akan lebih mengerti tentang arti sebuah perjuangan.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.

Namun sekali lagi, apa yang kita saksikan sekarang? Sudah berapa banyak pemuda generasi bangsa yang menjerumuskan dirinya ke dalam hal-hal yang bersifat negatif sehingga butuh uluran nasehat dari para orang tua. Untuk mengatasinya, marilah kita mulai dari komunitas yang terkecil seperti keluarga.

Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا، (التحريم: (٦)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.“(Q.S. at-Tahrim:6)

Jika mayoritas penduduk tanah air ini peduli akan kebaikan keluarganya masing-masing dan menjaganya dari hal-hal yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam neraka, maka niscaya generasi muda akan selamat dari hal-hal negatif, karena generasi muda adalah anak-anak kita sendiri yang kelak akan meneruskan perjuangan bangsa dan agama.
Namun, sungguh bukan hal yang mudah untuk memelihara putra-putri kita dari gejolak zaman yang telah terkikis krisis akhlak ini. Apalagi di zaman sekarang yaitu zaman yang haus akan harta dan tahta, kemaksiatan banyak terjadi di mana-mana dan sudah dianggap menjadi suatu hal yang lumrah na’udzubillahi min dzalik.

Hadirin jamaah Jumat rakimakumullah.

Sebagai orang tua marilah kita mendidik anak sejak dini dengan akhlak yang baik, sebab terbentuknya karakter anak adalah sejak ia masih usia kanak-kanak.
Dengan terbentuknya karakter anak yang berakhlakul karimah, maka sudah pasti anak akan bisa membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk baginya. Secara otomatis ia dapat menyaring perilaku teman-temannya.
Begitu juga sebaliknya, jika anak tidak diajarkan akhlak yang baik, maka ia akan mudah terpengaruh oleh teman-temannya. Sehingga ia akan dengan cepat menirukan perkataan dan perbuatan yang ia lihat tanpa menyaring terlebih dahulu apakah hal itu baik atau buruk baginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.