Dua Masjid, Satu Desa: Bolehkah Keduanya Menyelenggarakan Salat Jumat?

Sebagaimana kita ketahui, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Hampir di setiap desa terdapat satu atau dua masjid atau musala yang menjadi tempat umat Islam melaksanakan salat berjamaah. Namun, dalam kondisi tertentu, satu desa bisa memiliki dua masjid yang sama-sama menyelenggarakan salat Jumat. Lantas, bagaimana hukum menyelenggarakan salat Jumat di dua masjid dalam satu desa? Apakah…

Lanjutkan

Login Medsos bagi Wanita yang sedang Berkabung, Bolehkah?

Islam sangat menjunjung keharmonisan rumah tangga, bahkan ketika suami meninggal dunia. Dalam keadaan itu, istri harus menjalankan masa iddah selama 4 bulan 10 hari dan juga ihdad (berkabung/bersolek dan tidak boleh berdandan). Lantas, apakah boleh bagi dia untuk mengakses medsos selama masa berkabung itu? Baca juga: Hukum Nikah Siri Macam-macam iddah bagi wanita Syekh Abu…

Lanjutkan

Senggama Saat Istri Hamil, Bolehkah?

Dalam Islam, fikih tidak hanya membahas persoalan ibadah yang berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah Swt., tetapi juga mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan suami istri. Salah satu persoalan yang menarik untuk dikaji adalah hukum bersenggama dengan istri yang sedang hamil. Baca juga: Melantunkan Thala’al Badru Saat Menyambut Kedatangan Seseorang, Begini Kata Imam al-Ghazali Hukum…

Lanjutkan

Hukum Nikah Siri

Menikah merupakan persoalan serius dalam Islam karena dengannya berbagai hukum dapat berubah, termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan serta hak waris karena mushaharah. Jika pernikahan yang sebenarnya tidak sah dianggap sah, hubungan setelahnya dapat menjadi dosa. Karena itu, pembahasan nikah mendapat porsi besar dalam kitab-kitab fikih. Salah satu pembahasan yang kerap menuai perbincangan dalam menikah…

Lanjutkan
Melantunkan Thala’al Badru Saat Menyambut Kedatangan Seseorang, Begini Kata Imam al-Ghazali

Melantunkan Thala’al Badru Saat Menyambut Kedatangan Seseorang, Begini Kata Imam al-Ghazali

Ketika seseorang yang penting datang dalam sebuah acara, tidak jarang ia disambut dengan lantunan Thala’al Badru ‘Alaina. Lantas, bagaimana hukum melakukan hal tersebut dalam pandangan Islam? Hukumnya dalam pandangan Imam al-Ghazali Melantunkan Thala’al Badru ‘Alaina ketika menyambut kedatangan seseorang pada dasarnya diperbolehkan, selama lantunan tersebut dimaksudkan untuk mengungkapkan dan membangkitkan kegembiraan atas kedatangan orang yang…

Lanjutkan

Membakar Bukhur Saat Maulid, Emang Ada Dalilnya?

Dalam pelaksanaan acara Maulid Nabi, kita kerap menjumpai panitia membakar bukhur atau dupa untuk mengharumkan ruangan. Tidak jarang juga, ada dengan cara mengolesi/menyemprotkan parfum kepada orang-orang yang hadir. Lantas, apakah tindakan demikian memiliki dalil? Baca juga: Maulid Disusupi Maksiat, Apa Kata Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari? Istijmar adat bangsa Arab Perlu diketahui, khususnya bagi mereka yang…

Lanjutkan

Maulid Disusupi Maksiat, Apa Kata Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari?

Belakangan ini, kegiatan maulid, shalawatan, dan berbagai majelis keagamaan sejenis tak luput dari sorotan. Tidak sedikit pihak yang bahkan menganggapnya sebagai kegiatan yang buruk atau bid’ah lantaran dalam pelaksanaannya ditemukan sejumlah praktik yang bertentangan dengan syariat. Salah satunya adalah ikhtilath, yakni bercampurnya laki-laki dan perempuan tanpa adanya penghalang. Baca juga: Diundang Walimah Mantan, Wajibkah Hadir?…

Lanjutkan

Diundang Walimah Mantan, Wajibkah Hadir?

Mendekati bulan Rabiul Awwal ini, tidak sedikit yang mengadakan acara walimahan, lebih-lebih walimatul ‘urs. Di sisi lain, menghadiri walimah ‘urs hukumnya wajib. Namun, bagaimana apabila yang kita hadiri justru akan menyakiti hati seperti menghadiri walimah mantan? Simak penjelasannya berikut. Baca juga: Penulisan Insyaallah Memakai “Sy” atau “Sh”, Mana yang Benar? Hukum Menghadiri Walimah ‘Urs Dalam…

Lanjutkan

Penulisan Insyaallah Memakai “Sy” atau “Sh”, Mana yang Benar?

Dalam tulisan sehari-hari, baik di media sosial maupun dalam berbagai narasi, kita sering menjumpai perbedaan dalam penulisan ungkapan insyaallah. Ada yang menulis “insya Allah”, sementara yang lain menuliskannya “insha Allah”. Lantas, manakah penulisan yang benar secara gramatika? Baca juga: Main Hakim Sendiri, Emang Boleh? Penulisan Insyaallah dalam Al-Qur’an Ungkapan insyaallah disebut beberapa kali dalam Al-Qur’an….

Lanjutkan

Main Hakim Sendiri, Emang Boleh?

Viral di media sosial terkait main hakim sendiri yang menewaskan seorang pria di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pria tersebut meninggal dunia usai dikeroyok massa setelah tepergok diduga mencuri ayam aduan, Jumat (24/7/2026) dini hari. Dalam literatur fikih, memangnya boleh untuk main hakim sendiri? Baca juga: Nafkah Hasil Judi…

Lanjutkan