Category Archives: Khutbah

Khutbah ini meliputi Khutbah Jumat,

Khutbah Jumat: Senyum adalah Obat

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ أَرْشَدَنَا إِلَى طَاعَتِهِ  وزَجَرْنَا عَنْ مَعْصِيَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ إِقْرارًا بِوَحْدَنِيَّتِهِ, وأَشْهَدُ أَنَّ مُحمّدًا رَسُولُ اللهِ اِعْتِرَافًا بِنُبُوَّتِهِ. والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلَى مَنْ أَرْسَلَهُ اللهُ لِإِرْشَادِ الْعِبادِ, وعَلَى ألِهِ وصَحْبِهِ الْمُتَدِينَ إلَى سَبِيلِ الرَّشادِ.

أَمَّا بعدُ. فَيَاأَيُّها الْمُسْلِمُونَ. أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakumullah …

Dalam momentum yang penuh dengan keberkahan ini, marilah kita sebagai umat Islam untuk senantiasa  meningkatkan  keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala dengan selalu menjalankan segala perintah-Nya dan berusaha menjauhi segala larangan-Nya.  Di kala siang dan malam, dalam keadaan luang atau sempit terus berusaha  selalu mengingat Allah. Orang yang beruntung adalah orang yang hatinya selalu berdzikir, mengingat-ingat atas segala nikmat yang telah diberikan kepadanya sebagai seorang hamba.

Kaum Muslimin yang berbahagia …

Mari kita menata niat. Sebab di antara tanda seorang punya niat yang baik dalam beramal adalah tidak malas, tidak gampang panik atau putus asa bila menemui kesulitan. Orang yang baik niatnya tak akan gampang menyerah dan kepada Allah senantiasa pasrah diri. Hal ini selaras dengan firman Allah Swt.

وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya :” Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri “. ( Q.S. Lukman : 18 ).

Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat di atas “ Janganlah palingkan wajahmu dari orang lain ketika engkau berbicara dengannya atau diajak berbicara. Muliakanlah lawan bicaramu dan jangan sombong. Bersikap lemah lembutlah dan berwajah ceria di hadapan orang lain.

Dari Abi Hurairoh R.A  bahwa Rasulullah bersabda :

عن أبي هريرة -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِنَّكُمْ لَا تَسْعَوْنَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلْيَسَعُهُمْ منكم بَسْطُ الْوَجْهِ وحُسْنُ الْخُلُقِ.

Artinya : “ Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih).

            Para psikiater bersepakat, banyak pasien masuk rumah sakit jiwa karena mereka sulit untuk tersenyum atau tertawa. Ini merupakan sebuah bukti bahwa senyum itu adalah obat untuk menghilangkan gelisah dan sedih hati. Kekuatan senyum itu dahsyat, membuat jiwa kita senang dan pikiran nyaman. Tersenyum dan tertawa dapat membahagiakan jiwa. Rasulullah Saw. adalah sosok yang paling berwibawa. Di samping pemimpin umat, Beliau juga seorang nabi. Namun, beliau tetap mengembangkan senyuman bahkan tertawa.

Diriwayatkan jika Rasulullah Saw. tatkala tertawa, gigi gerahamnya sampai kelihatan. Rasulullah Saw. berarti tertawa lepas karea ledakan kebahagiaan dalam hatinya.

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله تعالى عنه قَال : جَاءَ رَجُلٌ إلى النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ. قَالَ: وما شَأْنُكَ؟ قَالَ: وقَعْتُ علَى امْرَأَتي في رَمَضَانَ، قَالَ: تَسْتَطِيعُ تُعْتِقُ رَقَبَةً قَالَ: لَا. قَالَ: فَهلْ تَسْتَطِيعُ أنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ: لَا. قَالَ: فَهلْ تَسْتَطِيعُ أنْ تُطْعِمَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ: لَا. قَالَ: اجْلِسْ فَجَلَسَ، فَأُتِيَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ بعَرَقٍ فيه تَمْرٌ – والعَرَقُ المِكْتَلُ الضَّخْمُ – قَالَ: خُذْ هذا فَتَصَدَّقْ به قَالَ: أعَلَى أفْقَرَ مِنَّا؟ فَضَحِكَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ حتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ، قَالَ: أطْعِمْهُ عِيَالَكَ. ( رواه االبخاري ).

Artinya : “ Dari  Abi Hurairah R.A ia berkata : “ Seorang lelaki menemui Nabi dan berujar ; Celaka aku !” “ kenapa denganmu ?” tanya Nabi. Dia menjawab, Aku menyetubuhi istriku di bulan Ramadhan.” Nabi bertanya, Mampukah kamu membebaskan budak ?” ”Tidak,” jawabnya.  Tanya Nabi, Apakah kamu bisa berpuasa dua bulan secara berturut-turut ?” “Tidak,” jawabnya. Tanya Nabi,  Apakah kamu mampu memberi 60 fakir miskin ?”
“Tidak,” jawabnya. Nabi berabda ;” Kalau begitu duduklah.” Orang itupun duduk, dan Nabi membawakan segantang penuh kurma dan berujar : “ Ambilah kurma ini dan pergunakanlah untuk bersedekah !” orang tadi menjawab, “ apakah kepada orang yang lebih fakir dan miskin dari kami ?’’ Nabi pun tertawa hingga terlihat gigi serinya dan bersabda :” Berilah makan keluargamu dengannya !”.
( H.R. Bukhari )

            Di balik senyuman terdapat kedahsyatan, orang akan merasa sejuk hatinya jika tersenyum padanya. Hal ini tentu saja senyuman yang positif yang tak bermaksud merendahkanya. Setiap saat kita mendapatkan permasalahan hidup yang menjadi beban di dalam jiwa, sehingga jiwa terasa berat dan hati jadi susah dan kusut. Semua itu ibarat racun dalam tubuh. Cara mengobatinya ialah dengan tertawa atau tersenyum. Dengan tertawa dan senyum beban sedikit demi sedikit akan berkurang dan kita menjadi bahagia.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

 Senyum itu mahal bagaikan intan dan berlian. Bahkan lebih mahal dari itu. Maka sangatlah tepat dan cerdas orang bijak bersemboyan : “Jika aku diminta untuk memilih antara harta dan senyuman, maka yang ku pilh bisa tersenyum.” Mengapa mereka lebih memilih senyuman daripada harta ? Karena senyuman mengandung kebahagiaan. Apa artinya harta yang melimpah jika dada dan jiwa kita terasa sempit. Kekuasaan dan kedudukan tinggi tidaklah berguna jika jiwa kita tertekan dan penuh ketakutan. Bahkan dunia dan seisinya tidak ada artinya sama sekali jika kita bersedih dan bermuka kusam. Apa artinya jika punya istri yang cantik jika senantiasa tampat muka yang cemberut.

            Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dimuliakan Allah …

Mari kita belajar tersenyum dengan menyaksikan alam dan berfikir tentangnya, mari kita perhatikan segala apa yang ada di sekeliling kita. Sesungguhnya bunga-bunga yang sedang mekar bersemi itu pada hakikatnya tersenyum. Matahari pagi memancarkan cahaya senyuman kepada makhluk bumi. Gunung, tumbuh-tumbuhan, sungai, air terjun, hamparan laut semuanya tersenyum kepada kita. Burung-burung dan binatang tersenyum kepada kita. Oleh karena itu marilah kita belajar pada alam. Alam senantiasa seyum kepada kita. Demikian halnya manusia. Jika di dalam diri manusia tidak ada rasa rakus, dengki, sombong, dan sifat buruk lainnya dalam arti yang menghalangi kita untuk susah tersenyum karena di dalam jiwa kita terdapat penyakit hati. Oarang akan suasah tersenyum jika penyakit hati masih kuat bersarang di hatinya. Sifat-sifat buruk itu pula yang membuat kita tidak pernah menemukan kebahagiaan hidup dan kebebasan jiwa.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at ynag berbahagia …

Sekian khutbah singkat pada kesempatan ini, semoga kita dijadikan Allah sebagai orang-orang yang pandai tersenyum

بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Khutbah Jumat : Dampak Maksiat Bagi Hati

KHUTBAH I

الْحَمْدُ للهِ رافِعِ حُجُبِ الْغَفْلَةِ عَنْ قُلُوبِ أَوْلِيائِهِ ومُقِيْمِ شَواهِدِ الْاِعْتِبارِ لِمَنِ انْخَفَضَ لِكِبْرِيَائِهِ. نَحْمَدُهُ عَلَى جَزِيلِ نِعَمِهِ ونَشْكُرُهُ عَلَى فَولضِلِ قِسْمِهِ ونَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةَ مُنْتَصِبٍ لِأَداءِ واجِبِ الْعُبُودِيَّةِ ونَشْهَدُ أَنَّ مُحمدًا عَبدُهُ ورَسُولُهُ الّذِيْ فَتَحَ اللهُ بِهِ أَعْيُنًا عُمْيًا  وآذَانًا صُمًّا وجَعَلَهُ رَحْمَةً لِكُلِّ الْبَرِيَّةِ. اللهم صَلِّ وسَلِّمْ على سَيِّدِنا مُحمدٍ الْمُتَمِّمِ لِمَكارِمِ الْأَخْلاقِ وصَحْبِهِ الَّذِينَ هُمُ الْهُداةُ بِالْاِتَّفاقِ.

أمّا بَعْدُ,  فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Dalam keadaan dan kesempatan yang insya Allah diberkahi Allah Subhanahu wata’ala, marilah senantiasa tak henti-hentinya kita sebagai umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwan kepada Allah dengan bersusaha menjalankan segala hal yang telah diperintahkan dan menjauhi segala hal larangan-Nya untuk mengapai ridha dan rahmat Allah Swt. Karena dengan rahmat dan ridho Allah Swt. kita bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Kebaikan itu bisa memberikan dampak sinar di wajah, cahaya di hati, keluasan rezeki, kekuatan fisik, dan kecintaan di hati orang lain. Sedangkan kemaksiatan memiliki pengaruh yang berbahaya dan buruk bagi hati dan fisik seseorang di dunia dan akhirat. Oleh karenanya kita sebagai makhluk yang dikaruniai akal yang sempurna harus menggunakannya untuk memilih sebuah perilaku yang menimbulkan kebaikan dan berusaha menjauhi perilaku yang dapat menjerumuskan ke dalam jurang kemaksiatan.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

            Perbuatan maksiat memiliki pengaruh  buruk bagi si pelaku dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Pertama, Menutup dan memadamkan ilmu. Ilmu adalah cahaya yang dikaruniakan Allah dalam hati, sedangkan maksiat akan memadamkan cahaya tersebut. Imam Malik R. A. pernah kagum dengan kecerdasan murid tercinta yaitu Imam Syafi’i R.A yang sangat muda pada saat itu. Ia memiliki ketajaman otak dan kesempurnaan pemahaman. Imam Malik R.A berkata : “ Aku melihat Allah meletakkan cahaya dalam hatimu, karena itu jangan engkau padamkan dengan kegelapan maksiat “. Dalam satu kesempata Imam Syafi’i pernah menceritakan pengalaman pribadinya dalam Bait-bait Syair :

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفظِي # فَأَرْشَدَنِي إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي

وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلــــــــــــــْمَ نُـــــــــــوْرٌ  # وَنُوْرُ اللهِ لَا يَهْدِي لِعَـــاصِي

Artinya :” Aku mengadu kepada Kiai Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Maka beliau menasihatiku untuk meninggalkan kemaksiatan. Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat “.

Kedua, maksiat menghilangkan rasa malu. Salah satu akibat perbuatan dosa adalah menghilangkan rasa malu, padahal malu merupakan unsur kehidupan hati seseorang. Rasa malu adalah akar dari segala kebaikan. Jika hilang, maka hilanglah segala kebaikan. Rasullah bersabda :

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصارِي الْبَدْرِي – رضي الله عنه – قال: قال رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلامِ النُّبُوَّةِ الْأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ  (رواه البخاري)

Artinya :” Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin Amr al Anshori Al Badri -radhiyallohu ‘anhu berkata: Rasululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: Sesungguhnya dari sebagian yang didapati manusia dari ucapan kenabian yang awal adalah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu” (H.R.  Bukhari).

Dalam kitab Al-Istidzkar dijelaskan, “Barang siapa yang tidak memiliki sifat malu, maka ia akan terperangkap, tidak bisa menghindar dari hal-hal yang diharamkan Allah. Baginya, melakukan dosa besar maupun dosa kecil tak ada bedanya.” Na’udzubillahi mindzalik.

Hadirin Kaum Muslimin yang Bersahaja …

Ketiga, maksiat merusak hati. Akal memiliki cahaya atau daya fungsi menerangi. Sedangkan maksiat memadamkan cahaya tersebut. Jika cahayanya redup, otomatis ketajamanya berkurang dan melemah. Sebagian Ulama salaf berkata : “ Tidaklah seorang maksiat kepada Allah selain akalnya hilang”. Ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibantah. Sebab, seandainya akalnya ada niscaya ia tidak kan melakukan perbuatan yang mengarah ke arah maksiat. Ada banyak alasan untuk tidak melakukan maksiat, yaitu genggaman Allah dan pengawasan-Nya, malaikat-Nya menjadi saksi perbuatannya, mereka melihatnya, al-Qur’an Melarangnya, keimanan melarangnya, kematian juga mengingatkannya. Orang yang melakukan kemaksiatan sesungguhnya kehilangan kebaikan dunia dan akhirat yang berlipat-lipat. Maka apakah orang yang berani melakukan semua itu layak disebut memliki akal yang sehat ? kita  semua perlu untuk merenung dan mengahayatinya dengan hati yang paling dalam.

Keempat, maksiat menutup hati. Semakin banyak dosa yang telah kita perbuat, maka hati kita akan tertutup sehingga kita akan masuk dalam kategori orang-orang ynag lalai dengan Allah. Dalam al-Qur’an Allah berfirman :

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya : “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka”. ( Q.S. al-Muthaffifin : 14 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Sebagian ulama salaf menjelaskan ayat di atas bahwa Allah membantah tuduhan-tuduhan orang-orang kafir Makkah yang mengatakan bahwa al-Qur’an itu hanyalah dongeng belaka. Sama sekali tidak benar. Apa yang mereka usahakan dapat menutup hati mereka. Kebiasaan mereka berbuat dosa telah menyebabkan hatinya menjadi keras, gelap dan telah tertutup laksana logam yang berkarat. Oleh karenanya mereka tidak dapat memebadakan mana yang bear dan mana yang salah. Pada dasarnya tatkala ketika awal melakukan perbuatan dosa hati akan menolak, tetapi ketika hati sudah kalah maka terbentuklah titik hitam dan selanjutnya menjadi tutup yang menguncinya. Sehingga dalam keadaan seperti ini hati akan semakin gelap,  kemaksiatan akan semakin menumpuk.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Sekian khutbah pada kesempatan ini, semoga kita semuanya bisa terhindar dari perilaku-perilaku yang menjerumuskan ke dalam jurang kemaksiatan, serta berharap setiap langkah kita selalu mendapat lindungan dari Allah Swt. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرَّجيم : يَآأَيُّهَاالذينَ  ءَامَنُوا ارْكَعُوا  وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْءَانِ الْعَظِيمِ . وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوابُ الرَّحِيْمِ.

KHUTBAH II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Dampak Maksiat Bagi Hati

Dampak Maksiat Bagi Hati

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MERAIH RIDA-NYA DENGAN BERDZIKIR

Simak juga:
Dawuh Masyayikh

Dampak Maksiat Bagi Hati
Dampak Maksiat Bagi Hati

Khutbah Jumat: Berfikir positif dan optimis di Era Milenial

Khutbah I

الْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُودِ أَزَلًا وأَبَدًا بِلَا مَكانٍ, والصَّلاةُ والسَّلمُ الْأَتَمانِ الْأَكْمَلَانِ على سيِّدِنا مُحمدٍ سيِّدِ وَلَدِ عَدْنانَ, وعلى آلهِ وصحبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَشهد أَنْ لاإِلهَ إلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وأَشهد أَنَّ سَيَّدَنا محمدًا عبدُهُ ورَسُولُهُ لَا نَبِّيَ بَعْدَهُ.

أمّا بعد. فَإِنِّي أُوصِيْكُمْ ونَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتابِهِ : فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

            Pada hari dan tempat yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan selalu berusaha menjalankan segala perintah-Nya dan sekuat tenaga menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Dinamika kehidupan yang terus bergantian, kemajuan teknologi yang tak terbendungkan, terkadang membuat kita berada dalam kondisi keterpurukan. Usia yang terus bertambah suatu saat bisa membuat fisik kita menjadi lebih lemah.

Hadirin Jama’ah Sholat Jumat yang bersahaja

Dalam menghadapi hukum adat yang demikian itu dibutuhkan kemapanan rohani dan kecerdasan berfikir. Mari kita tumbuh kembangkan sikap optimis. Optimisme adalah paham keyakinan atas segala sesuatu dari arah yang baik dan menyenangkan, serta sikap selalu memberi harapan baik dalam segala hal. Orang menjadi kuat pada dasarnya karena mentalnya kuat, dan orang menjadi lemah karena mentalnya lemah, begitu juga orang yang sukses karena lanataran ia memiliki keinginan kuat untuk sukses dan orang yang gagal karena ia telah berbuat gagal dan merasa tidak mampu. Hal ini sejalan dengan pesan suci Baginda Nabi Muhammad Saw. :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : “اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلىَ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ  ( رواه مسلم )

Artinya : “Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. “ ( H. R. Muslim ).

Dalam kitab Kasyful musykil, makna kuat pada hadis ini diarahkan pada kekuatan tekad, keteguhan hati dan kewaspadaan. Lebih detail lagi Syaikh Muhammad bin Sholih dalam Syarh Riyadl As-Sholihin mengatakan bahwa makna kuat dalam hadis tersebut diarahkan pada kekuatan iman, bukan kekuatan fisik. Jadi apapun kondisi kita pada saat ini, asalkan imannya kuat, tekadnya kuat, maka itu lebih dicintai oleh Allah Swt dari pada sebaliknya.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati di sisi Allah …

            Orang yang berakal sehat dan cerdas selalu menggunakan setiap detik waktu yang dimiliki untuk kebaikan sehingga tidak ada waktu yang tersisa kecuali diisi dengan amal saleh. Waktu menjadi bermakna bila didasari iman yang kokoh, ditindak lanjuti dengan aneka kesalehan, diperindah dan dikembangkan dengan nasihat dan menasihati tentang kebenaran dan kesabaran. Sebab Allah tidak akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan, tetapi Allah telah menyiapkan kemudahan bersama datangnya kesulitan. Hal ini bisa kita temukan dalam al-Qur’anul Karim :

 فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا.

Artinya : “ Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan “. ( Q.S. al-insyirah : 5-6 ).

Maha benar Allah  denga segala firman-Nya

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Dalam ayat ini terkandung dua hal :

Pertama, kemudahan dan kesulitan itu sangat dekat jaraknya, sampai al-Qur’an menyebutkan secara bersamaan. Keduanya saling terpaut satu sama lain. Maka sangatlah cerdas sebagian ‘Ulama berkata : “ Jika kesulitan itu datang maka kemudahan itu akan datang mengikutinya.

Kedua,  kemudahan datang bersama datangnya kesulitan. Saat ada sesuatu yang Allah ambil dari diri kita pada yang sama Allah juga memberikan sesuatu. Ketika kita kekurangan akan sesuatu kita juga diberikan kelebihan pada hal yang lain. Semuanya hadir begitu lembutnya dalam hidup kita bahkan begitu lembutnya sampai kita tidak menyadarinya. Masih ragukah kita kepada Allah yang Maha Lembut. Yakinlah bahwa ada kenikmatan setelah musibah. Hal ini sejalan dengan pesan suci al-Qur’anul- Karim :

  إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Artinya : “Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.”( Q. S. Yusuf : 100 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Mari kita sinari hati kita, mari kita terangi rumah kita dengan memperbanyak membaca al-Qur’an dan mendirikan sholat malam. Semoga Khutbah yang singkat ini bisa memberikan nilai tambah dalam rangka meningkatkan kualitas iman dan takwa kita, serta kita bisa menyongsong di tahun yang baru ini dengan berfikir positif dan selalu ternanam sikap optimis dalam mengarungi hidup untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرَّجيم : يَآأَيُّهَاالذينَ  ءَامَنُوا ارْكَعُوا  وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْءَانِ الْعَظِيمِ . وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوابُ الرَّحِيْمِ

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ.

اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Simak juga:
Dawuh Masyayikh

Khutbah Jumat: Keimanan Menciptakan Keharmonisan Masyarakat

KHUTBAH I

الحمد لله الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنا بِأَنْواعِ النَّعَمِ ولَطَائِفِ الْإِحْسَان, وفَضَّلَنا عَلى سائِرِ خَلْقِهِ بِتَعْلِيْمِ الْعِلْمِ والْبَيَان, أَشهد أَنْ لاإِلهَ إلَّا الله وأَشهد أَنَّ سَيَّدَنا محمدًا عبدُهُ ورَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

أمَّا بعدُ. فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

فَياعِبادَ اللهِ. اتَّقُوااللهَ  حَقَّ تُقاتِهِ  ولا تَمُوتُنَّ إِلَّا وأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin Jama’ah Sidang Jum’at yang dirahmati Allah …

            Di hari dan tempat yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan kwalitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan berusaha menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

            Mari kita letakkan sesuatu pada tempat yang selayaknya dan kerjakanlah sesuatu pada waktunya. Ketahuilah bahwa seorang hamba dibangkitkan dalam keadaan bagaimana ia mati. Karena itu janganlah kita mati kecuali dalam keadaan muslim. Sejalan dengan firman Allah Swt :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُون

Artinya :” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ( Q.S. al-Imron : 102 ).

Rasulullah Saw. telah bersabda :

عَنْ أَنَسٍ بن مالِكٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ( متفق عليه)

Artinya : Dari Anasbin Malik r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”( Mutaafaqun ‘alaih).

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia di sisi Allah …

Hadist ini cukup pendek, tapi makna dan cakupannya sangat luas. Dapat kita ambil beberapa pelajaran yang sangat berharga. Di antaranya pentingnya persatuan dan kasih sayang. Islam bertujuan menciptakan manusia yang penuh keharmonisan dan penuh kasih sayang. Setiap individu hendaknya berusaha mendahulukan kemaslahatan umum dan kedamaian masyarakat sehingga tercipta keadilan dan kedamaian. Semuanya tidak akan terwujud kecuali jika individu yang ada dalam masyarakat menghendaki kebaikan dan kebahagiaan kepada orang lain seperti ia menghendaki untuk dirinya sendiri. Karena itu Rasulullah Saw. menjadikan sikap ini erat kaitannya dengan keimanan, bahkan menjadi konsistensi keimanan seseorang dalam dimensi kemanusiaan.

Keimanan yang sempurna. Keimanan tidak akan kokoh dan mengakar di hati kita sebagai umat muslim kecuali jika kita menjadi manusia yang baik, menghindari egoisme, rasa dendam, kebencian, dan kedengkian. Kita berusaha menghendaki kebaikan dan kebahagiaan untuk orang lain sebagaimana menghendaki kebaikan dan kebahagiaan untuk kita sendiri.

Peduli terhadap sesama manusia. Termasuk bentuk kesempurnaan iman adalah kepedulian dan kecintaan terhadap sesama manusia termasuk terhadap non-muslim. Mencintai orang- orang non-muslim artinya mencintai mereka agar beriman juga membenci kekafiran dan kefasikan yang mereka lakukan sebagaiamana seorang muslim membenci kefasikan dan kekafiran yang terjadi pada dirinya.

Berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Berlomba- lomba dalam kebaikan adalah merupakan sebagian dari kesempurnaan iman. Karena itu seseorang yang ingin memiliki keimanan dan ketakwaan seperti yang di miliki orang yang lebih saleh bukanlah sesuatu yang salah dan juga bukan sifat dengki, bahkan sikap seperti ini merupakan bukti keimanan seseorang dan termasuk perbuatan yang di isyaratkan Allah dalam firman-Nya :

وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

Artinya : “dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” ( Q.S. al-Muthoffifin : 26 ).

Keimanan menciptakan masyarakat yang bersih dan berwibawah. Hadist yang berbunyi :

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Mendorong setiap musim agar senantiasa berusaha membantu orang lain untuk melakukan kebaikan. Karena hal ini merupakan kebaikan dan bukti tanda keimanan. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang bersih da berwibawah. Kebaikan akan tersebar luas, kejahatan dan kedzaliman akan tersisih sehingga terciptalah keharmonisan dalam setiap lini kehidupan. Mereka seakan satu hati. Kebahagian saudaranya adalah kebahagiannya, kesedihan saudaranya adalah kesedihannya juga. Masyarakat yang seperti inilah yang seharuslah terbentuk dalam komunitas muslim sebagaimana di sinyalir beliau Rasulullah Saw. dalam hadistnya :

عَن النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ( مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ؛ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى  ( متفق عليه)

Artinya : “Riwayat dari Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta dan kasih sayang mereka dan saling mengasihinya adalah laksana satu tubuh, jika satu anggota badan mengeluh sakit, maka anggota tubuh yang lainnya pun ikut sakit, dan panas turut merasakan sakitnya ”. (H.R.  al-Bukhari dan Muslim).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Mudah-mudahan khutbah singkat ini bisa memberikan kemanfaatan bagi kita semua, dan di jadikan nilai tambah dalam rangka peningkatan kwalitas iman dan islam kita ke taraf yang lebih baik. Semoga Allah berkenan menjadikan kita semuanya menjadi orang-orang yang istiqomah iman, istiqomah dalam tauhid istiqomah dalam amaliah.

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ

تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ.

اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Simak juga:
Kisah Kafur, Seorang Budak yang Diangkat Menjadi Raja

Khutbah Jumat: Peran Sedekah dalam KeHidupan

KHUTBAH I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحاتُ, أَشهد أَنْ لاإِلهَ إلَّا الله وأَشهد أَنَّ سَيَّدَنا محمدًا عبدُهُ ورَسُولُهُ, اللهمَّ  صَلِّ سَيِّدِنا محمدٍالْفاتِحِ لِمَا أُغْلِقِ والْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ  وَالْهادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ و على آله  حَقَّ قَدْرِهِ ومِقْدارِهِ الْعَظِيمِ. اللهمَّ  صَلِّ وسَلِّمْ علَى نُورِ الْأَنْوارِ و سِرِّ الْأَسْرارِ وتِرْياكِ الْأَخْيارِ و مِفْتاحِ بابِ الْيَسارِ, سَيِّدِنا محمدٍ الْمُخْتارِ وآله الْأَدْهار وأَصْحابِهِ الْأَخْيارِ,  عَدَدَ نِعَمِهِ وإِفْضالِهِ.

أمّا بعد. فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : أَعُوذُ بالله مِنَ الشَّيطان الرَّجيم: فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ,وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ,فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

فَياعِبادَ اللهِ. اتَّقُوااللهَ  حَقَّ تُقاتِهِ  ولا تَمُوتُنَّ إِلَّا وأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang dimuliakan Allah …

Di hari dan tempat yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dalam arti menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan menjauhi serta meninggalkan apa yang telah dilarang-Nya.

Hadirin Sidang Jum’at yang berbahagia …

Jika tangan kita terasa berat memberi kepada sesama maka ringankanlah lisan kita untuk mendoakannya. Orang yang berakhlak mulia akan menafkahkan kelebihan hartanya dan menahan kelebihan ucapannya, berbuat baik kepada sesama seraya mengikuti sunah Rasulullah Saw.. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’anul Karim :

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. ( Q.S al-Lail : 5-7 )

Dalam ayat ini terdapat kandungan tentang penjelasan tingkah laku manusia yang terbagi menjadi tiga :

Pertama, suka memberi. Artinya suka menolong kepada sesama, ia tidak hanya mengeluarkan zakat kekayaannya yang merupakan kewajiban, tetapi juga berinfak, bersedekah serta hal-hal lain yang merupakan sebuah kesunahan.

Kedua, bertakwa. Yaitu takut mengabaikan perintah Allah atau melanggar larangan-Nya. Istiqomah dalam iman, istiqomah dalam tauhid, dan istiqomah dalam amaliyah.

Ketiga, membenarkan kebaikan Allah. Yaitu mengakui nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, lalu mensyukuri nikmat tersebut. Di antara nikmat terbesar Allah adalah Surga. Oleh karena itu ia tidak segan-segan beramal baik di dunia. Hal ini penting kita yakini karena keyakinan melebihi dari ilmu pengetahuan, bahwa orang yang memberi itu kaya. Orang yang takut miskin sebenarnya sudah jatuh miskin. Saat kita memberi kita akan menerima. Saat kita menolong orang lain pada saat yang sama sejatinya kita menolong diri kita sendiri. Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. Bukan mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya. Karena itu banyak orang yang lebih suka menerima dari pada memberi, dan lebih suka ditolog dari pada menolong.

Hadirin Jama’ah Shloat Jum’at yang bersahaja …

Rasulullah Saw. telah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَالِمٍ بَخِيلٍ ( رواه الترمذي ).

Artinya :” Dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari menusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih Allah cintai dari pada seorang ‘alim yang bakhil. ( H.R. at-Tirmidzi ).

Hadirin Sidang Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Begitu indahnya sabda Rasulullah Saw. Mari kita hayati, kita renungkan, dan kita aplikasikan dalam praktik kehidupan nyata bahwa memberi itu kaya. Dalam kesempatan lain rasulullah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ.  رواه مسلم

Artinya : “Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).” (HR. Muslim).

Hadirin Sidang Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Berbahagialah orang yang rendah hatinya, halal penghasilannya, bersih jiwanya, dan mulia akhlaknya. Orang yang berakhlak mulia akan menafkahkan kelebihan hartanya, menahan kelebihan ucapannya, berbuat baik kepada sesama dan mau berbagi kesejahteraan dengan sesama. Karena sikap dermawan dan tulus adalah konsistensi keimanan seseorang dalam dimensi kemanusiaan. Dari dua hadis ini mempunyai makna dan cakupan yang cukup luas dan mengandung beberapa pelajaran yang sangat berharga.

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

Sedekah memiliki kemanfaatan dalam kehidupan kita sebagai umat Islam, di antaranya :

Memperkuat keimanan. Pengakuan iman seseorang tidak cukup pada tatanan lisan, tapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan nyata. Salah satunya adalah sedekah. Sebuah kesadaran dan kemauan untuk mau berbagi kesejahteraan kepada sesama hanya semata-mata karena Allah.

Meningkatkan rasa empati sosial. Konsep sedekah secara esensi adalah dengan cara memberikan apa yang kita punya baik materil maunpun non meteril untuk orang yang membutuhkan. Perilaku bersedekah mensyaratkan adanya sesuatu yang bisa diberikan kepada yang diberi. Bagi orang-orang yang bersedekah semata-mata untuk membantu dan meringankan beban orang yang dibantu serta akan melatih sikap empati kita kepada orang lain.

Terhindar dari nilai materialisme.  Dalam arti kita menyadari bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan dari Allah. Sehingga menyisihkan sebagian harta kita untuk disedekahkan kepada yang membutuhkan akan menambah syukur kita kepada Allah dengan dijadikan sebagai orang yang memberi bukan orang yang menerima. Sebab,tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Saw. :

عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ ( رواه البخاري )

Artinya :” Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” ( H. R. Bukhari).

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Sekian khutbah pada kesempatan ini, semoga kita semuanya dimudahkan oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang Ahli sedekah, agar hidup kita lebih berkah. Amin.

بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Subscribe juga:
Youtube Pondok Pesantren Lirboyo

Follow juga:
instagram @pondoklirboyo