Lirboyo.net – Pada kesempatan kali ini, materi khutbah yang kami sajikan berkaitan dengan keharmonisan keluarga. Hal-hal apa saja yang harus terpenuhi agar tercipta keluarga yang sakinah. Simak khutbah berikut ini. Khutbah kali ini kami beri judul “Khutbah Jumat Menyentuh Hati : Aspek Membina Keluarga Sakinah”.
Khutbah Jumat Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً وَنِسَاءً. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الَّذِي أَمَرَنَا بِالنِّكَاحِ وَنَهَانَا عَنِ السِّفَاحِ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، الَّذِي خَلَقَ النِّكَاحَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي أَمَرَنَا بِاقْتِفَاءِ أَثَرِهِ وَسُلُوكِ طَرِيقِهِ. صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أَوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita berusaha meningkatkan kadar iman dan takwa kepada Allah SWT. Dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Ketahuilah, keharmonisan dalam kehidupan keluarga akan tercipta bila diantara anggotanya saling menyadari bahwa masing-masing punya hak dan kewajiban, keharmonisan keluarga adalah adanya komunikasi aktif diantara mereka, terdiri dari suami istri dan anak atau siapapun yang tinggal bersama.
Hubungan yang harmonis adalah hubungan yang dilakukan dengan selaras, serasi dan seimbang. Hubungan tersebut diwujudkan melalui pola sikap serta perilaku yang saling peduli, menghormati, saling menghargai, membantu dan saling mencintai. Sebagaimana dalam al-Qur’an Surat Ar- Rum ayat 21 :
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya :“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” QS. Ar-Rum : 21
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Islam memberi petunjuk mengenai beberapa Aspek dari Keluarga Sakinah. diantaranya ialah Tercurahnya rahmat Allah Swt, Kemampuan menyelesaikan Konflik dalam keluarga, Berikhtiar dan bersyukur serta adanya kedudukan yang jelas dalam keluarga.
ASPEK PERTAMA, mengenai curahan Rahmat Allah Swt, sebagaimana sabda Nabi Muhammada SAW :
عَنْ أَنَسٍ قَالَ : إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِأَهْلِ بَيْتِ خَيْرًا فَقَّهَهُمْ فِي الدِّيْنِ وَوَقَّرَ صَغِيْرُهُمْ كَبِيرَهُمْ وَرَزَقَهُمُ الرِّفْقَ فِي مَعِيشَتِهِمْ وَالْقَصْدِ فِي نَفَقَاتِهِمْ وَبَصَّرَ عُيُوبَهُمْ فَيَتُوبُوْا مِنْهَا (رواه الدارقطني)
Artinya :“Dari Annas: Apabila menghendaki suatu keluarga itu mendapatkan kebaikan, Allah menjadikan mereka memahami/menghayati agama, yang muda menghormati yang tua. Allah menganugerahi mereka rizki yang lembut dalam kehidupan mereka, hemat dalam perbelanjaan dan Allah menampikkan kepada mereka kesalahan mereka, agar mereka cepat bertaubat.” (Hadist Riwayat Daruqutni)
Hadist tersebut menggambarkan bahwa untuk menggapai rumah keluarga sejahtera terdapat 5 (lima) point yang harus terpenuhi, yakni : Penghayatan dan kepatuhan melaksanakan agama, Penghormatan kepada kedua orang tua, Pembiayaan keluarga berasal dari rizki yang halal, Hidup sederhana, dan Menyadari setiap kekhilafan dan kesalahan.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Berikut akan kami jelaskan kelima point tersebut secara perinci.
1) Penghayatan dan kepatuhan melaksanakan agama. Tanpa penghayatan dan pengamalan agama, keluarga akan hampa, gersang, sunyi dari rahmat dan berkah Allah Swt. Rumah tangga menjadi sangat tidak membawa ketenangan dan kedamaian. Hal ini Sebagaimana firman Allah SWT surat Al-Hasyr ayat 19 :
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” QS. Al-Hasyr :19
2) Penghormatan kepada kedua orang tua. Hormat anak kepada orang tuanya merupakan sesuatu yang sangat halal itu dapat terlaksana melalui pendidikan yang terus menerus dengan penuh kesabaran, ketekunan dalam keteladanan oleh orang tuannya sendiri. Ali bin Abi Tholib Ra mengatakan :
عَلِّمُوا أَوْلَادَكُمْ فَإِنَّهُمْ مَخْلُوْقُوْنَ لِزَمَانٍ غَيْرِ زَمَانِكُمْ
“Didiklah anak-anakmu, karena mereka diciptakan untuk suatu zaman yang berbeda dengan zamanmu.”
3) Pembiayaan keluarga berasal dari rizki yang halal. Rizki yang di dapat dengan cara halal akan memberikan dampak positif bagi keluarga dan mendatangkan berkah. Sebaliknya, rizki yang didapat dengan cara yang tidak halal akan menimbulkan dampak negatif dan tidak mendatangkan berkah bagi diri dan keluarga. Sebagaimana penggalan surat Al-Baqarah ayat 233 :
….وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ…
“…Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut…” QS. Al-Baqarah : 233
4) Hidup sederhana. yaitu hemat dalam membelanjakan harta, tidak kikir dan tidak pula berlebihan (hidup sederhana sesuai dengan kemampuan masing- masing). Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Furqan ayat 67 :
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Artinya :“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan di antara keduanya itu secara wajar,.” QS. Al- Furqan : 67
5) Menyadari kekhilafan dan kesalahan. Sebab, setiap orang pasti dapat melakukan kesalahan, namun setiap orang dituntut pula agar bersegera bermohon ampun kepada Allah bila berdosa, minta maaf bila ada kesalahan diantara anggota keluarga.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
ASPEK KEDUA, dari Keluarga Sakinah adalah kemampuan menyelesaikan konflik, atau setidak-tidaknya memperkecil konflik tersebut sehingga tidak meluas. Sebagaimana kisah seorang sahabat bernama Abu Darda’ yang berkata kepada istrinya :“kalau engkau melihat aku marah diamlah dan akupun akan diam jika melihat kamu marah.” Oleh karena itu setiap manusia atau keluarga harus bersatu dan berikhtiar sebatas kemampuannya disertai pula dengan do’a.
ASPEK KETIGA, adanya kedudukan dan tanggung jawab yang jelas dalam keluarga. Ayah dan Ibu serta Anak mempunyai kedudukan, tugas dan tanggungjawab yang berbeda. Ayah sebagai kepala keluarga mempunyai tugas dan tanggungjawab atas kehidupan keluarga secara keseluruhan, yakni memberikan tuntunan dan bimbingan terhadap isteri dan anak-anaknya. Istri sebagai ibu rumah tangga mendampingi suaminya dalam mendidik anak-anaknya. Sedangkan Anak sebagai pelanjut keturunan mempunyai kewajiban untuk hormat, taat dan patuh serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Sehingga Antara ayah, ibu dan anak akan terjalin sebuah pergaulan yang harmonis, mesra, dan penuh kasih sayang.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Begitu jelas dan gamblang tuntunan dan petunjuk agama Islam kepada kita semua dalam upaya membangun pilar-pilar keluarga Sakinah. Apalagi di era globalisasi dan informasi sekarang ini yang rawan muncul konflik antar keluarga. Kesemuanya tergantung kepada kemauan dan kesungguhan kita sebagai seorang mukmin. Semoga kita semua senantiasa dalam naungan pertolongan Allah Swt. Amin ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهُ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Jumat Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ. وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Baca Juga : Strategi Jitu nabi dalam ekonomi
Media Sosial Pondok Pesantren Lirboyo : Instagram, Facebook, Youtube.






Mantap isi kutbahnya