HUKUM KHATAMAN ALQURAN ONLINE

Khataman Online

Hukum Khataman Alquran Online

Banyak ikhtiar yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi wabah virus covid-19 atau corona, mulai dari pembacaan doa, sholawat, hizib, sampai khataman Alquran baik secara langsung maupun daring (online).

Cara dalam mensukseskan khataman yang dilakukan secara online seringkali memanfaat media grup WhatsApp atau Telegram dengan membagi 30 juz terhadap 30 orang dengan masing-masing orang membaca 1 juz. Setelah khatam, salah satu anggota ada yang berdoa, baik secara live streaming atau voice note. .
Dalam tinjauan fikih, praktek demikian dikenal dengan istilah Idaroh (membaca Alquran bersama dengan cara membagi bacaan untuk dibaca sendiri-sendiri). Imam an-Nawawi menjelaskan:

فَصْلٌ فِي الْاِدَارَةِ بِالقُرْآنِ وَهُوَ أَنْ يَجْتَمِعَ جَمَاعَةٌ يَقْرَأُ بَعْضُهُم عَشرا أو جُزٰءًا أَو غَيْرَ ذَلِكَ ثُمَّ يَسْكُتُ وَيَقرَأُ الْآخَرُ مِنْ حَيْثُ انْتَهَى الأوَّلُ ثُمَّ يَقْرَأ الآخَرُ وَهَذَا جَائِزٌ حَسَن .

“Pasal menjelaskan praktek Idaroh Alquran yaitu perkumpulan sebuah golongan yang mana sebagian dari mereka membaca sepuluh juz, satu juz, atau selainnya kemudian yang lain membaca kelanjutan dari bacaan sebagian yang lain. Hal ini diperbolehkan bahkan termasuk kebaikan.” (At-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an, hlm. 103)

Syekh Khatib as-Syirbini juga menegaskan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.