Dasar Kemuliaan dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Kemuliaan dan keutamaan malam nishfu Sya'ban

Dasar Kemuliaan dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban – Sya’ban menjadi salah satu bulan yang mulia dalam kalender bulan Hijriyah. Dalam bulan ini, terdapat banyak kemuliaan dan anjuran memperbanyak ibadah sunnah. Seperti, puasa, dzikir, shalawat, beristighfar, dan shalat sunnah lainnya. Khususnya saat 10 hari pertama bulan Sya’ban. Hal ini guna untuk melatih diri saat telah memasuki bulan Ramadhan.

Salah satu waktu yang harus kita perhatikan pada bulan Sya’ban adalah malam ke-15. Malam itu terkenal dengan sebutan malam Nishfu Sya’ban. Mengapa malam ini begitu spesial dalam Islam. Apa dasar-dasar yang menyebabkan malam ini mulia, penuh dengan berkah, dan agung. Berikut akan kami uraikan secara rinci tentang “Dasar Kemulian Malam Nishfu Sya’ban”.

Hadits-hadits Tentang Kemuliaan Malam Nishfu Sya’ban

Hadits-hadits nabi tentang nisfu sya'ban

Diantara hadits paling masyhur yang ditampilkan oleh para ulama adalah hadits Riwayat Imam ath-Thobaroni, dan Imam Ibnu Hibban dari sahabat Mu’adz bin Jabal, dari Nabi Muhammad Saw yang bersabda :

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya :“Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang gemar menyulut api permusuhan.”

Lalu Hadits yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi :

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ ! أَلاَ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلاَ كَذَا… أَلاَ كَذَا… حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

Artinya :“(Rahmat) Allah swt turun ke bumi pada malam Nishfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR al-Baihaqi).

Dalam hadits lain, nabi pernah menjelaskan kepada Sayyidah ‘Aisyah bahwa malam Nishfu Sya’ban merupakan malam di tulisnya takdir-takdir manusia selama satu tahun.

عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِي ﷺ قَالَ: هَلْ تَدْرِيْنَ مَا هَذِهِ اللَّيْلَة؟ قَالَتْ: مَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ: فِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ مَوْلُوْدِ بَنِي آَدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ هَالِكٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ، وَفِيْهَا تَنْزِلُ أَرْزَاقُهُمْ

Artinya: “Dari Aisyah, dari Nabi Muhammad, beliau bertanya: ‘Apakah kamu tahu ada apa dengan malam ini (Nishfu Sya’ban)?’ Sayyidah ‘Aisyah kembali bertanya: ‘Ada apa di dalamnya, wahai Rasulullah?’ Maka nabi menjawab: ‘Di dalamnya dicatat semua anak yang dilahirkan dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu di catat semua orang yang celaka dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu (juga) diangkat semua amal (perbuatan) mereka, dan pada malam itu diturunkan rezeki mereka.” (HR Al-Baihaqi).

Di Hadits lain yang di riwayatkan Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban, beliau berkata hadits ini shahih yaitu :

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

Artinya :“Dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: ‘Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Gharqad” maka beliau bersabda ‘Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia-nyiakanmu?’ Kemudian aku berkata: “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).” (HR Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban)

Domba Bani Kilab adalah gerombolan domba terbanyak di Jazirah Arab di waktu itu.

Komentar Ulama Tentang Kemuliaan Malam Nishfu Sya’ban

Komentar Ulama Tentang Nisfu Sya'ban

Dalam kitab Ma dza fi Sya’ban, Ulama terkemuka Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki menjelaskan bahwa sebenarnya banyak sekali hadits nabi yang menjelaskan tentang keutamaan malam nishfu sya’ban. Namun, dari sekian hadits yang ada, kebanyakan statusnya adalah hadits Dha’if atau hadits Munqathi’. Kendati demikian, hadits-hadits tersebut masih dapat di gunakan sebagai landasan untuk keutamaan-keutamaan dalam pengamalan.[Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani, Ma Dza Fi Sya’ban, Hal. 66. Cet. Pertama 1424 H]

Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam karya epiknya, Al-Fataawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubro juga memberi penegasan akan keutamaan malam nishfu sya’ban. Bahkan pada malam tersebut, menurut beliau terdapat peluang besar mendapat pengampunan dosa secara khusus dan terkabulnya sebuah doa secara khusus.

وَالْحَاصِلُ أَنَّ لِهَذِهِ اللَّيْلَةِ فَضْلًا وَأَنَّهُ يَقَعُ فِيهَا مَغْفِرَةٌ مَخْصُوصَةٌ وَاسْتِجَابَةٌ مَخْصُوصَةٌ وَمِنْ ثَمَّ قَالَ الشَّافِعِيُّ رضي الله عنه﵁ إنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيهَا

Artinya :“Kesimpulannya, bahwasanya malam ini (malam nishfu sya’ban) memiliki keutamaan. Dan sungguh di mala mini terdapat pengampunan secara khusus dan terkabulnya doa secara khusus. Oleh karena itulah Imam Syafi’i mengatakan bahwasanya berdoa pada malam nishfu sya’ban itu berpeluang besar terkabulkan.”[Ahmad bin Muhammad bin Hajar al-Haitamiy, Al-Fataawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubro, Juz 2 Hal. 80, Al-Maktabah Al-Islamiyah].

Dalam kitab Qalyûbî wa ‘Umairah (Al-Mahalli) terdapat sebuah penjelasan, bahwa menghidupkan malam nishfu sya’ban hukumnya sunnah sebagaimana menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Batasan minimal mendapat pahala sunah ini adalah semisal melaksanakan salat isya’ berjamaah.

 يُنْدَبُ إحْيَاءُ لَيْلَتَيْ الْعِيدَيْنِ بِذِكْرٍ أَوْ صَلَاةٍ وَأَوْلَاهَا صَلَاةُ التَّسْبِيحِ. وَيَكْفِي مُعْظَمُهَا وَأَقَلُّهُ صَلَاةُ الْعِشَاءِ فِي جَمَاعَةٍ، وَالْعَزْمُ عَلَى صَلَاةِ الصُّبْحِ كَذَلِكَ. وَمِثْلُهُمَا لَيْلَةُ نِصْفِ شَعْبَانَ، وَأَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ لِأَنَّهَا مَحَالُّ إجَابَةِ الدُّعَاءِ

Disunnahkan menghidupkan malam hari raya, Idhul Fitri dan Idhul Adha, dengan berdzikir dan shalat, khususnya shalat tasbih. Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan shalat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk shalat Shubuh berjamaah. Amalan ini juga dapat di lakukan saat malam nishfu sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat. Karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan.”[Ahmad Salamah Al-Qulyubi dan Ahmad al-Burullusi ‘Umairah, Hasyiyata Qalyûbî wa ‘Umairah (Al-Mahalli), Juz I Hal. 359. Darul Fikr : Beirut 1995].

Jika di telisik di berbagai literatur, masih banyak sekali komentar para ulama yang menegaskan Kembali akan kemuliaan dan keutamaan malam nishfu sya’ban. Apalagi yang berkaitan dengan amalan apa yang di anjurkan pada malam itu.

Secara kesimpulan, para ulama sepakat bahwa malam nishfu sya’ban betul-betul memiliki nilai lebih dalam keberkahan, kemanfaatan, dan amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut. Maka tidak heran jika tradisi perayaan malam nishfu sya’ban telah mengakar kuat di sebagian negara. Seperti di Indonesia. Dan ini merupakan ajaran yang sangat di anjurkan oleh agama Islam.

Baca Juga : Keutamaan dan Amalan Malam Nisfu Sya’ban
Jangan Lupa Kunjungi Media Sosial Pondok Pesantren Lirboyo : InstagramFacebookYoutube.

Dasar Kemuliaan dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Dasar Kemuliaan dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses