HomePojok LirboyoKunjungan Sang Raja Dangdut

Kunjungan Sang Raja Dangdut

1 1 likes 1.3K views share

(Lirboyo.net) Sabtu, 12 Januari 2013, Pon-pes Lirboyo kedatangan Raja dangdut, yang juga telah mencalonkan dirinya sebagai raja atau presiden Republik Indonesia, Bang Haji Raden Roma Irama.

Jauh sebelum kedatangannya, tidak ada tanda-tanda penyanyi dangdut itu akan datang berkunjung. Acara penyambutan yang diselenggarakan di ndalem barat  KH. A. Idris Marzuqi baru diumumkan pukul 11.30 Wis saat musyawarah tingkat Tsanawiyyah dan Aliyyah sedang berlangsung.

Tampak dari kejauhan para bodyguard yang berpakaian serba hitam di halaman ndalem kyai Idris. Mobil-mobil mewah berjajar rapi di sepanjang jalan aspal menuju masjid Al Hasan. Barulah pukul 13.00 Wis para santri berduyun-duyun memadati area pertemuan ini, beserta pula santriwati dari Ponpes Tahfidhil Qur’an yang ditempatkan di depan teras ndalem serta masyarakat.

  Sebelumnya, kedatangan penyanyi yang terkenal dengan nada dan dakwah ini digadang-gadang akan datang pukul 13.00 wis. Namun, perkiraan panitia penyambutan meleset. Penyanyi dangdut itu datang lebih dari pukul 14. 30 Wis bersama rombongannya yang sempat juga berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri. Datang pula Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Ir. Hilmi Fahmi Zaini yang mengaku pernah berkunjung ke daerah Tulung Agung.

Ditemani sebagian masyayikh dan dzurriyah Ponpes Lirboyo, Bang Haji Rhoma beserta rombongan diperkenankan untuk memasuki ruangan jamuan makan di ndalem Kiai Idris. Hadir pula sebagian pejabat negara serta para kiai lokal dalam kunjungan Rhoma Irama yang pertama kalinya di Lirboyo ini.

Acara diawali dengan pembacaan surat al-fatihah oleh HM. Mukhlas Noer selaku pembawa acara. Setelah itu Ir. Hilmi Fahmi Faizal memberikan sedikit sambutannya mengenai kedatangan Bang Haji Rhoma Irama ke Lirboyo, yang juga merupakan salah satu kader Nahdliyyin.

Dalam sambutan yang kedua Bang Haji Rhoma Irama memberikan kejelasan mengenai isu pencalonannya menjadi Presiden RI pada Pemilu 2014 mendatang.

Dia bercerita mengenai kronologi di mana dirinya sampai terketuk hatinya untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Menurut pengakuannya, ada salah satu pihak yang menganggapnya pantas untuk menjadi orang nomor satu di Negara Pancasila ini, dengan pertimbangan telah memiliki popularitas dan memenuhi syaratnya. Ada juga pihak yang beranggapan bahwa Bang Rhoma memiliki akseptabilitas dan kapabillitas yang sudah tak diragukan lagi.

Bang Rhoma juga dikatakan sebagai Negarawan, memandang dari beberapa lagunya yang salah satunya mengangkat tema tentang hak asasi manusia. Sebelum korupsi semakin marak di negara, lagu Bang Rhoma juga telah mengangkat terlebih dahulu mengenai korupsi dan lain sebagainya. Namun, dia tidak langsung menerimanya, dan bahkan mengaku menolak tawaran itu

Pada Tahun 2009, sebenarnya dia juga ditawari kembali untuk menjadi presiden, tapi lagi-lagi dia menolak. Ujungnya di tahun 2012 karena beliau tetap didesak apalagi melihat kondisi bangsa Indonesia kian jauh dari cita-cita Pancasila serta nilai ketuhanan, kemanusiaan dan kesusilaan. Apalagi dalam media cetak maupun elektronik terus saja diberitakan konflik antaretnis dan agama. Hatinya akhirnya terketuk untuk menerima desakan dari para kiai dan habaib yang mendorongnya.

Dia juga sempat bercerita pernah mendirikan komunitas bernama Fahmi Tamaami. Komunitas itu dibentuk setelah sebelumnya dia pernah dikatakan bid’ah saat tahlilan di sebuah masjid.

Harapannya, semoga pemimpin di masa mendatang adalah pemimpin yang bisa membawa Negara Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Sebagai kenang-kenangan Bang Haji menutup perjumpaan dengan melantunkan tembang lagu Keramat diiringi dengan organ tunggal oleh salah satu kru-nya. Awalnya dia akan membawakan lagi yang terinspirasi dari ayat;”waminallaili fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asa ayyab’atsaka robbuka maqoman mahmuuda.” Tapi karena arrangernya tidak bisa, akhirnya yang dia nyanyikan lagu keramat. Dan para penonton sangat terhibur dengan penampilannya saat itu.

Acara kemudian ditutup dengan doa dengan dipimpin oleh KH. A. Idris Marzuqi dan diamini oleh seluruh hadirin yang hadir siang itu.][Akhlis