Tentang Meniti Jalan Ilmu

Tentang Meniti Jalan lmu

Hidup yang berguna bagi seorang hamba adalah kehidupan yang digunakan untuk menggapai ridho Allah Swt. Untuk menggapainya, seorang hamba harus menempuh jalan panjang kehidupan. Melewati suka-duka, juga tipu muslihat gemerlap dunia.

Untuk mengetahui apakah seorang hamba sudah mendapatkan ridho dari Allah Swt, pertama-tama, ia harus mengetahui apakah sesuatu yang telah dilakukannya telah sesuai menurut timbangan syari’at Islam atau belum. Hujjatul Islam, Imam Ghozali dalam kitab Bidayatul hidayah mengingatkan; seyogyanya, bagi seorang hamba harus mengetahui, bahwa hidayah—yang merupakan indikator keridhaan Allah Swt adalah buah dari ilmu.

Untuk menikmati buah dari ilmu tersebut, seorang hamba harus melalui banyak proses. Imam Ghozali mengistilahkan proses tersebut dengan bidayah dan nihayah. Seorang hamba tidak akan merasakan sebuah akhir dari perjalanan menggapai ridha Allah Swt yang merupakan hakikat kesejatian sebagai manifestasi dari taufiq dan ridha Allah Swt sebelum memulai sebuah permulan yaitu, meneguhkan permulaan seorang pejalan. Mengamalkan syariat Islam.

Agar dapat mengamalkan syariat dengan benar, seorang hamba harus belajar. Kesediaan pergi dari rumah untuk mencari ilmu pengetahuan tentang syari’at adalah sebuah permulaan seorang hamba meniti jalan menggapai ridho Allah Swt.

Baca Juga: Pentingnya Mengamalkan Ilmu.

Belajar juga merupakan sebuah thoriqoh atau jalan yang ditempuh seorang hamba untuk menggapai ridho Allah Swt. Sebagaimana sebuah syair yang ada dalam kitab Hidayatul Adzkiya’;

لكل واحد منهم طريق من طرق # يختاره فيكون من ذا وصلا

كجلوسه بين الانام مربيا # وككثرة الاوراد كالصوم والصلا           

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.