Category Archives: Angkring

Hikmah Taat pada Guru

Hikmah Taat pada Guru | Taat pada guru merupakan kewajiban bagi seorang murid. Dalam sebuah hikayat, Syaikh Kholil Bangkalan–yang termasuk guru besar pada zamannya–banyak sekali menerima tamu di kediaman beliau.

Di suatu malam, hujan turun deras sekali. Saat itu, orang tua dengan kondisi lumpuh, berjalan merayap di pelataran. Ia bertujuan ingin menemui Syaikh Kholil.

Kiai Kholil pun melihatnya, lalu berkata pada para santri, “Siapa yang menghendaki untuk menggendongnya?” Seorang santri lalu menjawab, “Aku bersedia.”

Baca juga: Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa

Ketika santri itu datang membawa orang tua tak dikenal tadi, Kiai Kholil menyambutnya dan memuliakan orang tua tersebut. Setelah sekian lama berbincang. Kiai Kholil lalu bertanya pada para santri, “Siapa yang menghendaki mengantar orang tua ini pulang?”, Seorang santri yang tadi menggendong orang tua kepada Kiai Kholil pun menyanggupinya kembali.

Ketika Santri tersebut berangkat, Kiai Kholil lantas berkata kepada para santri, “Bersaksilah, bahwa ilmuku telah dibawa oleh Santri tadi.”

Setelah kejadian itu, diketahui bahwa ternyata orang tua yang lumpuh tersebut adalah Nabi Khidir As. Lalu Santri yang membawa orang tua tersebut kembali, tidak lain adalah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang menjadi Rais Akbar Nahdlatul Ulama.

Hikmah Taat pada Guru

Tonton juga: Nasionalisme Religius | Ensiklopedia Buku Lirboyo

Kesan Mendalam KH Sholahuddin Rifa’i Terhadap KH. Marzuqi Dahlan.

Saya menangi KH. Marzuqi Dahlan dan KH. Mahrus Aly. Setiap pengajian tafsir maupun yang lain, Kiai Marzuqi selalu mengulang-ngulang sehingga para santri merasa mudah untuk memahami dan meresapi apa yang dibaca oleh beliau. Dan saya percaya bahwa lirboyo, baik lingkungan maupun para masyayikh-nya memberikan keberkahan yang luar biasa.

Kiai Marzuqi dalam benak saya selain wira’i, beliau juga merupakan sosok yang tidak pernah saya lupakan dalam hidup saya. Bacaan kitab yang pernah beliau ajarkan melalui pengajian pasaran (tafsir) itu masih selalu teringat dalam benak saya.

Saya ikut ngaji kepada Kiai Marzuqi, diantaranya adalah Tafsir Jalalain. Pernah juga beliau ngorek kitab Jurumiyah, itu pun hanya sekali. Lantas beliau dawuh, “Saya membacakan kitab Jurumiyah itu layaknya seperti surat kabar saja”. Selain itu, saya juga pernah mengikuti pengajian kitab Ihya Ulumuddin meskipun hanya sebentar, lalu kitab Irsyadul Ibad dan Arbain Nawawi. Dan yang paling terkesan di antara pengajian-pengajian yang pernah saya ikuti bersama beliau, hanya kitab Tafsir Jalalain.

Baca juga: KH. Masdain: Metode Ngajar Mbah Marzuqi.

Kiai Marzuqi adalah figur yang sangat telaten dalam berbagai hal. Baik ngurus santri maupun dalam ngaji pasaran yang beliau sampaikan. Beliau juga berpesan pada para santri supaya jangan belajar yang neko-neko seperti menekuni ilmu kejadugan, dan mengaji kitab ingkang dereng pangkatipun.

Ketika tamatan dan saya sowan ke ndalem Kiai Marzuqi, beliau berpesan, “Kalau di rumah, yang rajin nderes al-Qur’annya.” Hanya itu pesan beliau. Kejujuran dan rajin nderes al-Qur’an itulah yang hingga sekarang saya terapkan.()

Sumber: Himasal Lirboyo

Tonton Juga: Filosofi Ngadep Dampar KH. Abdul Karim.

lalat yang Selalu Sehat

Lalat yang Selalu Sehat | Sebenarnya apa sih keistimewaan lalat? Ada apa dibalik sayap kanan dan kiri lalat? bagaimana bisa lalat memiliki racun juga penawarnya dalam satu tubuh? untuk menjawab itu semua mari kita simak kajian mengenai lalat dibawah ini. Coba perhatikan Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ini:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالْأُخْرَى شِفَاءً

“Ketika ada seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah satu dari kalian, maka hendaknya celupkan (seluruh badannya), kemudian angkatlah. Karena di dalam salah satu kedua sayap lalat terdapat racun dan yang lainnya terdapat penawarnya”

Orang-orang rasionalis tentu akan bertanya-tanya, bagaimana mungkin minuman yang telah terkena lalat masih layak di konsumsi? padahal lalat merupakan serangga yang selalu hinggap di atas kotoran dan sampah. Ditambah dengan analisa dokter mengatakan bahwa lalat adalah hewan kecil pembawa sekaligus penyebar hama penyakit di antaranya ialah basil kolera, tifus, dan disentri

Dari sebagian cendekiawan Muslim juga banyak yang meragukan kebenaran riwayat hadis tersebut, di antaranya Al-Ghazali, Mahmud Syaltut, Musthafa Al-Maraghi, dan Yusuf Qordhowi. Ada juga yang berani mendlaifkan hadis tersebut meskipun diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Tonton juga: Mengamalkan Ilmu | KH. M. Anwar Manshur

Membuktikan kebenaran

Apakah benar realitas ilmiah yang mereka ungkapkan itu bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan oleh Rasulullah Saw, pendapat tersebut hanya sebatas klaim sepihak tanpa menyertai bukti ilmiah?

Fenomena ini membuka para ilmuwan Muslim untuk melakukan riset medis dalam rangka membuktikan kebenaran sabda utusan Allah Swt.

Forum kajian ilmiah Universitas King Abdul Aziz di Jeddah yang diprakarsai oleh Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Ushul bersama Dr. Abdullah Mushlih membuktikan adanya polusi pada air ketika lalat terjatuh ke dalamnya. Kemudian ketika lalat ditenggelamkan seluruh badannya, dan segera diangkat, seketika itu polusi air itu hilang secara berangsur, lalu air kembali jernih seperti semula. Beberapa ilmuan Mesir pun telah berhasil mengungkap fakta yang sama melalui uji klinis yang memakan waktu lebih dari 30 tahun.

Lalat memiliki kebiasaan hinggap di tempat-tempat kotor yang penuh dengan kuman penyakit. Sebagian kuman tersebut menempel di bagian tubuhnya dan sebagian lagi termakan. Dalam tubuh lalat, ada antibodi yang bereaksi terhadap kuman. Antibodi itu berupa senyawa yang disebut oleh pakar kedokteran sebagai antibacterial.

Antibacterial ini membunuh banyak kuman penyakit, sehingga tidak memungkinkan lagi bagi kuman-kuman tersebut untuk tetap hidup atau memberikan pengaruh terhadap tubuh manusia selama masih ada antibacterial ini.

Fakta membuktikan bahwa banyak orang dan dunia kedokteran mengakui bahwa untuk menyembuhkan kulit yang disengat kumbang atau kalajengking adalah dengan menggosokan lalat di tempat yang sakit, ini membuktikan adanya obat di dalam tubuh lalat.

Lalat mendahulukan sayap yang terdapat racun ketika terjatuh sebagai upaya perlindungan diri dari hewan lain atau bahaya yang mengancamnya. Tidak ada nash sharih yang menjelaskan sayap bagian mana yang mengandung penyakit. Dari pengamatan sebagian ulama menyatakan bahwa sayap kirilah yang membawa penyakit, melihat lalat senantiasa menjadikan sayap kirinya sebagai pelindung.

Baca juga: Metode Sukses Membangun Karir

Kesimpulan

Dari sini dapat disimpulkan bahwa ketika ada makanan atau minuman yang kemasukan lalat ketika di celup dan tidak ditenggelamkan memberikan hasil yang signifikan. Hal ini dapat membenarkan apa yang disabdakan Nabi Rasulullah SAW bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit sekaligus penawarnya.

Lalat yang Selalu Sehat

Referensi:
Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari,
Al-i’jaz fi as-Sunnah an-Nabawiyah,
Ath-thib an-Nabawi,
Studi Ilmiah Hadis Lalat Dalam Perspektif Islam Dan Ilmu Medis Modern.

Metode Sukses Membangun Karir

Metode Sukses Membangun Karir | Sebagai manusia pasti selalu menginginkan adanya perubahan dalam hidup. Perubahan yang menjadikan keadaannya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena semua orang tidak mau jika hidupnya terus-terusan dalam keadaan begitu-begitu saja (stagnan).

               Untuk itu, kita perlu bergerak. Mengambil langkah menuju perubahan yang diinginkan.

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (Ar-Ra’d [13]: 11)

               Bergerak menyongsong perubahan bisa digapai dengan meniti karir, usaha, atau yang lainnya. Tetapi perlu diingat  bahwa dalam meniti karir tidak serta-merta dapat berjalan lurus dan mudah. Ada saja cobaan dan rintangan yang menghadang.

               Bukan berarti dengan adanya cobaan itu kita berhenti melangkah dan tidak melanjutkan perjuangan yang telah berjalan. Justru hal tersebut merupakan kaidah sukses bagi orang-orang yang sedang berjuang.

baca juga: Kesuksesan Hakiki Menurut Rumi

               Mendapat komentar buruk, hasudan dari orang, dan lain sebagainya, adalah awal mengenyam manisnya perjuangan. Terus saja bergerak dan jadikan komentar negatif dari orang lain sebagai masukan untuk menjadi yang lebih baik. Yang terpenting niat kita untuk menyongsong perubahan itu memang benar-benar baik.

Pendapat Sejarah

               Dalam ‘Ucapan yang Diabadikan Sejarah’ menuliskan:

طَرِيْقَةُ النَّجَاحِ يَبْدَأُ مِنْ شَخْصٍ يَكْسِرُ مِنْ قَلْبِكَ، وَصَدِيْقُ يُخِيْبُ ظَنَّكَ، وَصَاحِبُ نُفُوْذُ يَظْلِمُكَ،

“Metode sukses diawali kehancuran dalam diri atau hatimu, teman yang mengecewakanmu dan orang yang berpengaruh menindasmu.”

               Ketika orang-orang tidak menyukai gerak perubahan kita, dan kita merasa bahwa diri kita berada pada posisi terendah, jangan sampai kita terlena dengan keadaan ini.

               Kemudian dalam kalimat di atas dilanjutkan:

حَتَّي تَيْأَسَ مِنَ النَّاسِ، وَتَلْجَأَ إِلَى اللهِ وَحْدَهُ فَيُغْنِيْكَ

“Sehingga ia memutus harapan kepada manusia dan hanya mengandalkan Tuhan yang mencukupinya.”

Tidak ada yang perlu diresahkan ketika banyak orang yang tidak suka dengan gerak kita. Sebab persepsi orang selalu tidak suka jika mereka merasa tersaingi atau terdapat orang yang berhasil dari dirinya. Terus saja berjuang, bangun karir dan buktikan bahwa Anda juga bisa sukses.

Hanya Allah Swt yang dapat mengamini perjuanganmu menjadi kenyataan. Maka ketika kita telah berjuang, jangan lupa untuk menyandarkan diri kepada Allah Swt bukan kepada manusia yang seringkali hanya membuat kita kecewa.[]

Metode Sukses Membangun Karir

tonton juga: Besarnya Perhatian KH. Marzuqi Dahlan Terhadap Putranya

Pentingnya Mengamalkan Ilmu

Pentingnya mengamalkan ilmu pengetahuan perlu kita sadari (terutama dalam ilmu agama) agar ilmu yang kita peroleh menjadi bermanfaat.

أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه (رواه الطبراني)

“Paling beratnya siksa manusia di hari kiamat adalah orang alim yang tidak bermanfaat ilmunya. (HR. At-Thabrani)”

Hadis di atas merupakan cerminan seseorang yang mempunyai pengetahuan (terutama ilmu agama), namun ia tidak pernah mengamalkan apa yang ia pelajari. Begitu beratnya siksa orang yang tidak mendapatkan ilmu yang manfaat di hari kiamat kelak.
Bahkan, Rasulullah Saw, dalam sebuah hadis menceritakan kejadian beliau saat isra’ mi’raj:

مررت ليلة أسري بي بأقوام تقرض شفاههم بمقاريض من النار فقلت : من انتم؟ قالوا : كنّا نأمر بالخير ولا نأتيه، وتنهى عن الشرّ ونأتيه.

“Di malam aku diisra’-kan (perjalanan dari masjidil haram ke masjidil aqsha), aku bertemu dengan beberapa kaum yang mulutnya digunting dengan gunting neraka. Lalu Aku bertanya: Siapa kalian? Mereka menjawab: Kami adalah orang yang memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya, dan mencegah keburukan tetapi kami melakukannya.”
Dengan demikian, akan terjadi chaos jika ada orang alim yang tidak mengamalkan ilmu, dan banyak sekali orang bodoh yang tidak mau belajar sama sekali.

Sikap Seorang Pencari Ilmu

Sebelum mengamalkan setiap ilmu agar menjadi ilmu yang bermanfaat, perlu kita ketahui bahwa ada beberapa sikap yang biasanya seorang pencari ilmu itu memilikinya.

Pertama

Menjadikan ilmu sebagai tujuan untuk meraih akhirat. Tidak ada tujuan selain mencari ridho Allah Swt. Ini termasuk orang-orang yang beruntung.

Kedua

Mencari ilmu untuk menunjang kehidupannya, dan menggunakan ilmunya untuk memperoleh kemuliaan, pangkat dan harta. Orang yang seperti ini, adalah orang yang lemah hatinya dan rendah tujuannya. Ini termasuk orang yang menghawatirkan. Dan jika ajalnya dipercepat, sebelum ia melakukan taubat (ketika melakukan hal yang tidak diridhoi oleh Allah), dikhawatirkan ia akan mati dalam keadaan su’ul khotimah. Tetapi, jika ia bertaubat sebelum ajalnya, sudah pasti tergolong orang yang beruntung. Dalam Bidayatul Hidayah Imam Al-Ghazali menuliskan:

فإن التائب من الذنب كمن لا ذنب له

“Sesungguhnya orang yang bertaubat dari dosa itu seperti orang yang tidak memiliki dosa.”

Ketiga

Seseorang yang sudah dikuasai oleh pengaruh setan, ilmunya ia gunakan untuk memperbanyak harta, membanggakan jabatan, merasa agung dengan banyaknya pengikut. Orang seperti ini, di dalam hatinya tersirat bahwa ia ada di sisi Allah, karena perangai dan ucapannya ia anggap seperti orang yang berilmu. Padahal, ia amat tamak pada dunia dzahir dan batinnya. Ini termasuk orang-orang yang celaka. Ia lupa bahwa Allah dalam al-Quran sudan berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (QS. As-Shaff : 2)

Orang yang alim, selalu menjadi tuntunan bagi orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Jika tingkah laku orang yang alim merujuk pada dunia, orang-orang yang mengikutinya pun akan begitu. Di sinilah ibadah pada Allah justru berbalik menjadi perbuatan maksiat pada-Nya.

Dengan demikian, ketakwaan seseorang adalah kunci untuk mendapatkan hidayah, senantiasa terjaga dari sesuatu yang tidak baik. Takwa berarti melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-larangannya. Semoga kita dijadikan orang yang takwa lahir dan batin.

Baca juga:
ILMU YANG MELAKNATI PEMILIKNYA

Simak juga:
Pentingnya Menghafal Dasar-dasar Agama

Pentingnya Mengamalkan Ilmu