Haul Ummul Ma’had Lirboyo; Simbah Nyai Dlomroh

Selasa sore 12 Dzulqo’dah 1445 H. (21/5/24) Pondok Pesantren Lirboyo melaksanakan Haul almarhum almaghfurlaha Nyai Hj. Dlomroh Abdul Karim Binti KH. Sholeh, yang bertempat di maqbaroh Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara ini dipandu oleh Agus HM. Abdul Muid Shohib. Sedangkan, runtutan acara yang kedua adalah pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an oleh Ust. Muhammad Nasrullah.

Segenap keluarga besar Simbah KH. Abdul Karim dan Simbah Nyai Dlomroh menghadiri dan meramaikan acara Haul ini.

Selanjutnya, pembacaan tahlil dan doa dipimpin oleh: KH. Nurul Huda Ahmad (untuk pembacaan surat Yasin), serta KH. Athoillah Sholahudin Anwar dan Romo KH. M. Anwar Mansur.

Anda bisa melihat pembacaan Tawasul dan Tahlil Lirboyo di sini

Pembacaan Manaqib dan mauidzoh hasanah Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menjelaskan tentang peran Simbah Nyai Dlomroh dalam perkembangan Pondok Pesantren Lirboyo.

Beliau juga bercerita mengenai; Orang tua Simbah Nyai Dlomroh yang pernah menegurnya karena berjualan kain di pasar, kemudian memberinya nasihat untuk tetap di rumah dan menjaga istiqamahnya. Kemudian diberitahu, bahwasanya beliau akan memiliki mantu yang alim-alim. Kemudian, perintah dari orang tua beliau ini dilaksanakan oleh Simbah Nyai Dlomroh. Dan Beliau pada akhirnya memiliki mantu-mantu yang alim.

Romo KH. Abdulloh Kafabihi menjelaskan tentang jasa Simbah Nyai Dlomroh dalam perkembangan Pondok Pesantren Lirboyo: “Seorang suami bilamana tidak mendapatkan dukungan penuh dari istri, maka dia akan sulit berhasil.”

Romo KH. Abdulloh Kafabihi mengingatkan terhadap para cucu-cucu Simbah KH. Abdul Karim dan Simbah Nyai Dlomroh, untuk melanjutkan perjuangan beliau. Dengan cara belajar agama di pesantren. Dan yang paling penting adalah membina kerukunan karena perbedaan itu pasti ada.

Kemudian yang terakhir Romo KH. Abdulloh Kafabihi mendoakan terhadap keturunan dan para santri KH. Abdul Karim; “Mudah-mudahan anak turun beliau Almaghfurlah KH. Abdul Karim dan santri-santrinya itu minal ulamail amilin, minasholihin wa sholihat, amin ya robbal alamin.”

Pembacaan Manaqib dan doa penutup Romo KH. M. Anwar Manshur

Kita perlu mencontoh kebiasaan Simbah Nyai Dlomroh untuk selalu bangun di malam hari. Karena, selalu ada pencuri di rumah beliau. Beliau bangun malam hari dengan membaca wirid dan sholawat.

“Mulai manton isya’ niku sare. Lajeng antawes jam 10 jam 11 niku mungu nganton injing, mboten nate sare. Mergo asale men dimalingi mawon daleme niku.”

“Wadifah ipun ngobahaken tutuke ipun angginepun maos sholawat, maos nopo seng dingertosi simbah nyai niku, ngantos subuh.”

Beliau menjelaskan kenapa Simbah Nyai Dlomroh yang memilih mantu. Ternyata, yang mengetahui tantang santri adalah Simbah Nyai Dlomroh,

Simbah KH. Abdul Karim niku mboten patos ngreken. Seng semerap niku Simbah Nyai Dlomroh.”

Kemudian, Beliau mengajak kepada anak keturunan Simbah Nyai Dlomroh untuk mengikuti jejak beliau dengan kadar semampunya.

Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo. FacebookInstagramYoutube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.