Istighotsah Akhir dan Awal Tahun 1448 H oleh Ribuan Santri Lirboyo

Istighotsah Tahun Baru 1448 H. di Pondok pesantren Lirboyo Istighotsah Tahun Baru 1448 H. di Pondok pesantren Lirboyo

Pondok Pesantren Lirboyo kembali menggelar Istighotsah Akhir dan Awal Tahun Hijriah 1448 H pada Senin (15/06/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai bakda Asar hingga menjelang salat Isya ini menjadi momentum spiritual bagi ribuan santri untuk menutup lembaran tahun 1447 H sekaligus menyambut datangnya tahun baru 1448 H dengan doa dan harapan terbaik.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Lirboyo menyelenggarakan istighotsah di dua lokasi berbeda, yakni Masjid Kasepuhan Lawang Songo dan Masjid Al-Hasan. Pembagian lokasi tersebut bertujuan agar pelaksanaan kegiatan berjalan lebih tertib serta mampu menampung seluruh santri yang hadir.

Ribuan Santri Padati Lokasi Istighotsah

Sejak bakda Asar, para santri mulai berdatangan menuju lokasi istighotsah. Suasana tampak ramai namun tetap tertib. Para peserta memenuhi setiap sudut lokasi acara dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Di Masjid Kasepuhan Lawang Songo, kegiatan istighotsah berlangsung bersama santri kelas VI Ibtidaiyah dengan jumlah mencapai 1.842 peserta. Adapun di Masjid Al-Hasan, istighotsah diikuti oleh santri kelas I dan II I’dadiyah, kelas III, IV, dan V Ibtidaiyah, serta kelas I, II, dan III Tsanawiyah dengan jumlah peserta mencapai 9.751 santri.

Dengan demikian, lebih dari sebelas ribu santri mengikuti kegiatan istighotsah akhir dan awal tahun yang menjadi salah satu agenda rutin Pondok Pesantren Lirboyo dalam menyambut pergantian tahun Hijriah.

Baca juga: Di Balik Surat al-Kautsar: Sebuah Kisah dan Perbedaan Ulama

Lantunan Sholawat Menggema Menjelang Pergantian Tahun

Pelaksanaan istighotsah di Masjid Kasepuhan Lawang Songo dipimpin oleh Agus M. Aminulloh Mahin, sedangkan di Masjid Al-Hasan dipimpin oleh Agus HM. Abdul Muid Shohib.

Menjelang pembacaan doa istighotsah, suasana semakin khidmat. Sejak sekitar pukul 17.15 WIs, lantunan salawat mulai menggema. Para santri melantunkan salawat secara bersama-sama sembari menunggu mulainya pembacaan istighotsah.

Ketika pembacaan doa-doa istighotsah, ribuan santri mengikutinya dengan penuh kekhusyukan. Bacaan istighotsah secara serentak terdengar menggema memenuhi kawasan Lirboyo. Momen tersebut menghadirkan suasana religius yang sarat dengan harapan, munajat, dan penghambaan kepada Allah Swt.

Menutup Tahun dengan Muhasabah, Membuka Tahun dengan Harapan

Rangkaian kegiatan yang pertama adalah pembacaan istighotsah, kemudian pembacaan doa akhir tahun. Setelah itu, para santri melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Baca juga: Hukum Adegannya Aktor

Selanjutnya, para peserta membaca doa awal tahun sebagai permulaan tahun baru untuk mengharapkan keberkahan dan kebaikan di kemudian hari. Kegiatan berlanjut dengan penyampaian mauidzah hasanah sebelum salat Isya berjamaah.

Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum Muhasabah

Pada pelaksanaan istighotsah di Masjid Al-Hasan, Agus HM. Abdul Muid Shohib menyampaikan mauidzah hasanah kepada ribuan santri yang hadir. Dalam nasihatnya, beliau berharap kegiatan istighotsah akhir dan awal tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.

Beliau mengajak para santri untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum introspeksi diri. Menurut beliau, datangnya tahun baru seharusnya tidak kita sambut dengan euforia dan hura-hura, melainkan dengan perenungan serta evaluasi terhadap perjalanan hidup yang telah lalu. Sebab, setiap pergantian tahun menandakan berkurangnya usia dan kesempatan manusia untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat.

Karena itu, beliau menegaskan bahwa seorang muslim hendaknya menyambut tahun baru dengan kesadaran dan kerendahan hati. Melalui muhasabah tersebut, setiap orang dapat memperbaiki kekurangan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat tekad untuk menjalani tahun yang baru dengan amal yang lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Baca juga: Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo Bahas Urgensi Ilmu Mantik dalam Kajian Syariat

Mengharap Keberkahan di Tahun 1448 Hijriah

Pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi penanda perubahan waktu, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah Swt. melalui doa, dzikir, dan istighotsah bersama.

Oleh karena itu, seluruh peserta berharap agar doa-doa yang telah dipanjatkan pada malam pergantian tahun ini memperoleh ijabah dari Allah Swt. Selain itu, mereka juga berharap tahun 1448 Hijriah membawa keberkahan, keselamatan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta masa depan yang lebih baik bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses