Lirboyo, 2 Muharram 1446 H / 27 Juni 2025 M — Pondok Pesantren Lirboyo terus menjaga tradisi keilmuan Islam dengan mengadakan praktik rukyatul hilal sebagai bagian dari pembelajaran ilmu falak. Kegiatan ini berlangsung rutin setiap tanggal 2 Hijriyah.
Suasana Praktik Rukyatul Hilal
Pada pelaksanaan praktik rukyatul hilal kali ini, cuaca sempat membuat para peserta cemas. Karena langit mendung dan gerimis turun sesaat sebelum acara mereka mulai. Karena itu, pengarahan awal tutor berikan di dalam Aula Al-Muktamar. Namun tidak ada yang menyangka, sekitar setengah jam menjelang ghurub, langit mulai cerah. Ketika matahari terbenam, hilal tampak jelas—bahkan bisa dilihat tanpa bantuan teleskop. Ini menjadi pengalaman yang membekas bagi peserta, terutama bagi yang baru pertama kali mengikuti praktik ini.
Baca juga: Santri Lirboyo Ikuti Istighotsah Tahun Baru Hijriah di Tiga Lokasi Berbeda
Tempat dan Peserta
Praktik rukyatul hilal berlangsung di sisi selatan Aula Muktamar diikuti oleh lebih dari 100 peserta. Mereka terdiri dari santri peserta kursus falak dan mahasiswa Ma’had Aly semester 5. Tidak semua santri bisa mengikuti karena, Ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Yakni, pemahaman dasar tentang ilmu falak dan hisab. Ini menjadi langkah penting dalam membentuk perukyah yang bukan hanya semangat, tetapi juga paham secara teori dan praktik.
Baca juga: Workshop Jurnalistik Mading Hidayah Lirboyo Bersama Direktur Utama NU Online.
Arahan Tutor
Dalam arahannya, tutor menegaskan bahwa kemauan adalah kunci utama dalam praktik rukyatul hilal. Tanpa semangat dan niat yang kuat, tidak akan ada hasil. Sejatinya beliau memberikan semangat kepada para peserta, karena langit yang tampak mendung membuat para peserta yang telah hadir kecewa.
Selain memberikan semangat, beliau juga menjelaskan mengenai ijtima’ yang terjadi dua hari sebelumnya, tepatnya pada hari Rabu Pon. Materi lainnya meliputi pembacaan data koordinat hilal, penjelasan garis lintang dan bujur, serta penggunaan alat bantu rukyah secara efisien.
Baca juga: Hari Raya Kurban 2025 di Pondok Lirboyo
Kenapa Tanggal 2 Hijriyah?
Pemilihan tanggal 2 Hijriyah sebagai waktu praktik rukyatul hilal bukan tanpa alasan praktis. Pada tanggal tersebut, posisi hilal biasanya sudah cukup tinggi dan terang, sehingga mudah diamati, khususnya untuk keperluan latihan. Karena itu, praktik ini rutin dilaksanakan setiap bulan pada tanggal dua sebagai bagian dari program penguatan kompetensi dalam bidang ilmu falak.
Baca juga: Daurah Ta’lif al-Kutub Ma’had Aly Lirboyo Marhalah Ula & Tsani
Penutup
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Lirboyo menunjukkan komitmennya dalam merawat tradisi ilmiah Islam sekaligus menyiapkan kader-kader falak yang mumpuni. Rukyah bukan sekadar pengamatan, tetapi juga bentuk ibadah, ilmu, dan latihan konsistensi dalam membaca tanda-tanda kebesaran Allah di cakrawala.






Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





