Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, Hadiri Pembukaan PD-PKPNU di Pondok Pesantren Lirboyo

Lirboyo, 28 Oktober 2025 — Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya), menghadiri pembukaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kesembilan kalinya di Pondok Pesantren Lirboyo, setelah pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 silam.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis malam (28–30 Oktober 2025), resmi dibuka siang kemarin pukul 14.00 WIB di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo. Sebanyak 1.252 santri Lirboyo mengikuti kegiatan ini dengan antusias, menjadikannya jumlah peserta terbanyak sejak PD-PKPNU pertama kali diselenggarakan di Lirboyo.

Baca juga: 1240 Santri Lirboyo Ikuti Pendidikan Dasar PKPNU

Harus mempunyai mental petarung

Dalam sambutannya, Gus Yahya menegaskan bahwa kader penggerak NU harus memiliki semangat juang dan ketangguhan mental. Hal ini sebagaimana para wali penyebar Islam di Nusantara. “Kita harus menjadi mental-mental petarung. Seperti Sunan Ampel dan Sunan Bonang yang menyebarkan Islam di tanah Jawa ini,” ujar Gus Yahya di hadapan para peserta.

Baca juga: Santri Lirboyo Antusias Ikuti Pelatihan Konstruksi Bersertifikat Bersama Kementerian PU

Membangun peradaban yang berasaskan Aswaja

Beliau juga menekankan bahwa Nahdlatul Ulama didirikan bukan semata untuk melestarikan budaya dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga untuk membangun kembali peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. “NU ini bukan hanya menjaga tradisi, tapi juga membangun peradaban Islam dunia berdasarkan Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu. Gus Yahya memberikan apresiasi khusus kepada Pondok Pesantren Lirboyo yang menjadi satu-satunya pesantren yang secara rutin mengagendakan PD-PKPNU. Menurut beliau, langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat Lirboyo dalam menyiapkan kader ideologis NU yang tangguh dan siap berjuang di masyarakat.

“Saya tegaskan, kader penggerak Nahdlatul Ulama tidak boleh mengeluh. Kader NU harus menjadi penggerak, bukan pengeluh,” pesan Gus Yahya sebelum membuka acara secara resmi dengan pembacaan Ummul Kitab (surat Al-Fatihah).

Baca juga: Seminar Pesantren Ramah Anak dalam Rangka Hari Santri Nasional 2025

Seputar PD-PKPNU di Lirboyo

Kegiatan PD-PKPNU angkatan XVII ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan materi seputar NU dan sejenisnya. Tidak hanya materi dari NU, kegiatan ini juga disisipi dengan materi seputar Pondok Pesantren Lirboyo.

Sebagai penutup, pada malam Jumat nanti (30/10/2025), seluruh peserta akan mengikuti prosesi baiat sebagai simbol komitmen menjadi kader penggerak NU yang aktif meneguhkan peran organisasi di tengah masyarakat serta memperkuat jejaring dakwah berbasis pesantren.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses