Khutbah Idul Adha Singkat Padat dan Mengharukan: Tentang Makna Kesabaran di Hari Raya

khutbah idul adha singkat padat dan mengharukan

Pada kesempatan ini, kami menuliskan Khutbah Idul Adha singkat padat dan mengharukan, tentang makna kesabaran di hari raya. Sebagaimana pengorbanan yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim As bersama putranya Nabi Ismail AS. Simak selengkapnya. 

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهَِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلًا لَاإلهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلّه ِالْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ

الْحَمْدُ لِلّهِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى, وَأَشْكُرُهُ عَلَى عَطَائِهِ وَفَضِيلَتِهِ لَا تَبْرَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, شَهَادَةً تُنجِي قَائِلَهَا مِنْ نَارِ اللَّظَّى. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه النَّبِيُّ المُصْطَفَى, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الفَضلِ وَالنُّهَى

أَمَّا بَعْدُ. فَيَآ أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأنتُمْ مُسْلِمُونَ، وَاعْلَمُوا أَنَّ يَومَكُم هذَا يَومُ عِيدٍ وَسُرُورٍ وَيَومُ بَهْجَةٍ وَ حُبُورٍ، عَظَّمَ اللهُ قَدْرَهُ وَشَرَّفَهُ ، هذَا يَوْمُ ابْتَلَى اللهُ إِبْرَاهِيمَ الخَلِيلَ، حَيثُ أَمَرَهُ بِذَبْحِ إسْمَاعِيلَ، فَامْتَثَلَ أَمْرَ رَبِّهِ طَائِعًا وَخَرَجَ بِابْنِهِ مُسَارِعًا، فَلَمَّا أْسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمَ، قَدْ صَدَّقتَ الرُّؤْيآ إِنَّا كَذلِكَ نَجْزِي المُحْسِنِينَ، إِنَّ هذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ. وَجَاءَ جِبْرِيلُ مِنَ الْجَنَّةِ بِالْكَبْشِ الَّذِي قَرَّبَهُ هَابِيلُ، فَذَبَحَهُ إبْرَاهِيمُ الخَلِيلُ فِدَآءَ وَلَدِهِ إسْمَاعِيلَ

Hadirin Jamaah Sholat Idul Adha rahimakumullah

Dalam kesempatan di bulan Dzulhijah yang berbahagia ini, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT, dengan senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan berbekal iman dan takwa kita dapat memperoleh ridho dari Allah SWT.

Hari ini adalah hari raya Idul Adha. Hari di mana Allah menyebutkan dalam al-qur’an dengan nama hari yang sangat agung. Kalimat-kalimat takbir selalu dikumandangkan di setiap sudut. Mulai dari masjid, surau, pasar, di jalan ataupun di tempat yang lain. Dikumandangkan baik oleh laki-laki, perempuan, tua, muda, ataupun anak- anak. Mereka mengumandangkan kalimat-kalimat takbir seraya bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan Allah SWT.

Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat Islam, yang di dalamnya menyimpan peristiwa bersejarah dalam peradaban kehidupan di muka bumi. Peristiwa tersebut kemudian diabadikan sebagai ritual ibadah yang identik dengan hari raya Idul Adha yakni ibadah kurban dan ibadah haji. Kedua ibadah ini mengandung hikmah tentang kesabaran, tawakal dan ketaatan kepada Allah SWT.

Hadirin yang rahimakumullah

Ibadah kurban adalah sebuah ritual ibadah dari kisah Nabi Ibrahim AS yang bermula dari sebuah mimpi. Dalam mimpinya, beliau diperintahkan untuk menyembelih buah hatinya Nabi Ismail AS. Ketaatan dan ketakwaan dalam hati Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, membuat mereka patuh untuk melaksanakan perintah Allh SWT, seraya pasrah atas takdir Allh SWT. Kisah tersebut kemudian diabadikan dalam al-qur’an:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggupberusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, “Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab, “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. ash-Shaffat: 102)

Kepatuhan dan kesunggguhan niat Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membuat Allah SWT menampakkan sifat rahmat-Nya, yaitu ketika Nabi Ibrahim AS membaringkan putranya Nabi Ismail AS, di atas pelipisnya lalu meletakkan pisau di atas lehernya. Allah SWT kemudian mendatangkan seekor domba jantan dari surga sebagai tebusan dari putranya tersebut.

Allah memuji Nabi ibrahim AS dan Nabi Ismail AS atas kesungguhan dan ketaatan dalam menjalankan perintahNya. Dalam al-qur’an Allah berfirman:

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ  قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Dan Kami panggil dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. ash-Shaffat: 104-105)

Dari sejarah inilah, umat Islam di perintahkan untuk menyembelih hewan kurban yang pada hakikatnya merupakan sebuah ibadah dalalm rangka mengingatkan kita semua kepada tujuan hidup di dunia ini yaitu beribadah kepada Allah SWT.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.