Lirboyo, 31 Mei 2025 M – Daurah Ta’lif al-Kutub yang digelar oleh Ma’had Aly Lirboyo resmi dimulai dengan tema: Menggali Metodologi Ta’lif Al-Kutub Pendalaman Takhrij Al-Furu’, Tarjih dan Istidal. Pertemuan perdana dihadiri oleh para mahasantri marhalah ula dan tsani. Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang tak hanya berpengalaman, tetapi juga alumni dari Pondok Pesantren Lirboyo, menambahkan bobot dan semangat para mahasantri dalam mengikuti pelaksanaan daurah ini.
Baca juga: Daurah Ilmiah Bersama Asy-Syaikh Awad Karim Aqli Sudan
Sambutan mudir am
Dalam sambutannya, KH. Athoillah S. Anwar selaku Mudier Am menyampaikan bahwa pemateri yang hadir merupakan sosok istimewa karena latar belakangnya sebagai alumni Lirboyo. “Beliau adalah sosok yang bukan hanya pernah menempuh pendidikan di Lirboyo, tapi juga melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri, khususnya di Tarim,” ujarnya.
Baca juga: 235 Calon Mahasantri Ikuti Ujian Masuk Marhalah Tsani Ma’had Aly Lirboyo Selama Dua Hari
Sebagai ajang penguasaan insya’ dan muhadatsah
Daurah ini sebagai bentuk penguatan dalam bidang إنشاء (penulisan) dan محادثة (percakapan), dua aspek penting yang masih kurang terkuasai oleh para santri Lirboyo.
“Dengan adanya daurah ini, kita berharap kekurangan tersebut dapat tertutupi, dan separuh dari peserta yang hadir bisa meniru semangat dan pencapaian beliau,” tambah Mudier Am.
Biografi pemateri
Pada dua hari pertama, sesi daurah jalsah awal dimoderatori oleh Ust. Fuad Amin (sedangkan jalsah tsani oleh Ust. Sohibul Hikam) dan penyampaian materi oleh Ust. Asep Abdul Qadir Jailani, seorang tokoh asal Kabupaten Bekasi yang menamatkan pendidikannya di Lirboyo pada tahun 2002. Beliau kemudian melanjutkan S1 dan S2 di Universitas Al-Ahqof Tarim, serta menyelesaikan program tahfidz di Masjid Assaqof.
Baca juga: Majelis Sholawat Kubro (MASBRO) Perdana
Asal usul tambahan nama Abdul Qadir
Dalam penyampaian materi, KH. Asep menjelaskan bahwa nama “Abdul Qadir” yang ia gunakan merupakan pemberian langsung dari Abuya Kafabihi Mahrus. Beliau juga memperkenalkan dua karyanya berupa kitab yang menjadi materi daurah, yang berupa kitab Dalil an-Nashihin dan Mulhaq Dalil an-Nashihin.
Dua kitab itu berisi tentang metode membuat kitab berbahasa arab dengan baik dan benar.
“Kita berkumpul di sini dalam dua jalsah, dengan target mampu menyusun sebuah kitab. Saya berangkat dari pengalaman pribadi, dari menulis kaligrafi dan matan Alfiyah yang saya jual ke toko-toko. Dari situ, saya belajar bahwa menulis bisa menjadi jalan ilmu dan rezeki,” ungkapnya.
Baca juga: Pembukaan Pengajian Kamis Legi 1446 H / 2025 M
Skema daurah
Daurah ini dilaksanakan selama empat hari, tepatnya dari hari sabtu-selasa 31 Mei-03 Juni 2025 M. Dua hari pertama acara bertempat di Aula An-Nawawi dengan peserta seluruh mahasantri Ma’had Aly marhalah tsani dan 50 mahasantri dari marhalah ula.
Sedangkan dua hari selanjutnya, acara bertempat di aula Al-Muktamar dengan seluruh mahasantri Ma’had Aly marhalah ula.
Harapan
Kegiatan daurah ini diharapkan bisa menjadi tonggak awal lahirnya generasi penulis produktif yang mampu berkontribusi lewat karya-karya ilmiah berbahasa Arab dari lingkungan pesantren.
Tonton pembelajaran daurah dengan klik di sini.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





