Mendidik anak adalah amanah besar yang Allah titipkan kepada setiap orang tua. Di balik anak yang tumbuh dengan akhlak mulia dan iman yang kuat, terdapat bimbingan, keteladanan, dan pendidikan yang harus kita lakukan sejak dini.
Maka dari itu, khutbah ini akan mengangkat pentingnya peran orang tua, khususnya seorang ayah sebagai pemimpin dalam keluarga, dalam membina dan mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai agamanya, nabinya, dan pedoman hidupnya, yaitu Al-Qur’an. Sebab masa depan umat sangat ditentukan oleh bagaimana cara mendidik anak hari ini.
Baca juga: Khotbah Jumat: Penenang Hati
Khutban Jumat: Mendidik Anak
أَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ جَعَلَ الْأَمْرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَ النَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ مِنْ أُصُوْلِ الدِّيْنِ وَ أَكَّدَهُمَا بِقَوْلِهِ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ أَعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلّاَ الله أَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْن وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أما بعد أَيُّهَا الْحَاضِرِيْنَ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قال الله تعالى في القران الكريم : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون
Jamaah Jumat Rahimukumullah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. juga senantiasa menjaga dan mengarahkan agar keluarga kita sekalian menjadi keluarga yang bertakwa kepada Allah swt. Sebagai kepala keluarga, seorang suami memiliki tanggungjawab moral untuk menjadikan keluarganya, sebagai keluarga yang tidak keluar dari perintah-perintah Allah Ta’ala. Allah swt. berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Jagalah dirimu beserta keluargamu dari siksa Neraka” (QS. at-Tahrim: 6)
Baca juga: Khutbah Jum’at; Haji Mabrur, Masyarakat Makmur
Dengan apa kita menjaga keluarga kita dari api neraka? Maka tidak lain adalah dengan membimbingnya, dengan mengarahkannya pada apa-apa yang telah Allah perintahkan. Hal ini tidak bisa lepas dari bagaiman cara kita mengajari ilmu syariat kepada keluarga kita.
Jamaah Jumat Rahimukumullah
Salah satu hal yang terpenting dalam menjadikan keluarga yang baik, adalah bagaimana kita mendidik anak kita. Hal apa saja yang harus kita ajarkan kepada mereka, lalu perasaan seperti apakah yang harus kita tanamkan kepada mereka. Diantara hal-hal yang harus kita tanamkan dan ajarkan sejak dini ialah sebagaimana yang Rasulullah saw sabdakan:
أَدِّبُـوْا أَوْلاَدَكُمْ عَـلَى ثَلاَثِ حِصَـالٍ: حُبِّ نَبِـيِّكُمْ وَحُبِّ أهلِ بَيْـتِهِ, وَتِـلاَوَتِ اْلقُـرْآنِ. فَإِنَّ حَمَـالَةَ الْقُـرْآنِ فِى ظِـلِّ عَـرْشِ اللهِ يَـوْمَ لاَ ظِـلَّ إِلاَّ ظِلُّـهُ مَعَ أَنْبِـيَآئِـهِ وَأَصْفِـيَآئِـهِ
Artinya: “Didiklah anakmu tiga hal ini: mencintai nabimu, mencintai keluarganya, dan membaca Al Quran. Sebab orang-orang yang ahli Al Quran itu akan berada dalam naungan singgasana Allah, pada saat hari tidak ada naungan selain naungannya semata. Serta hari dikumpulkan beserta para nabi-Nya dan kekasih-kekasih-Nya.” (HR. at-Thabrani)
Baca juga: Khutbah Jumat : Haji dan Keutamaannya
Jamaah Jumat Rahimukumullah
Rasulullah telah memberi panduan tentang cara mendidik atau nilai-nilai yang perlu kita tanamkan sejak dini kepada anak kita. Salah satu hikmah utamanya adalah pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Dengan begitu, ketika mereka dewasa, sosok yang mereka jadikan panutan adalah Nabi sendiri—karena pada dasarnya, seseorang lebih mudah mengikuti apa yang ia cintai. Begitu juga dengan pembiasaan membaca Alquran, agar mereka akrab sejak awal dengan kitab suci yang menjadi pedoman hidupnya.
Semoga kita senantiasa dijadikan orang-orang yang menjadi lantaran kemanfaatan kepada orang lain, khusunya keluarga dan orang-orang terdekat kita.
Baca juga: Khutbah Shalat ‘Id al-Adha Atau Jumat: Haji – Simbol Penghambaan dan Persaudaraan Umat Islam
ِبَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Klik di (sini) untuk mengunduh versi pdf
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





