Lirboyo – Rabu (7/1/2026). Pondok Pesantren Lirboyo menggelar acara tahlilan dalam rangka pembongkaran Gedung Al-Ihsan pada Rabu pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai bentuk doa bersama atas amal jariyah para pendiri dan pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut.
Baca juga: 1.173 Kiai dan Pengurus NU Satukan Aspirasi dalam Musyawarah Kubro di Lirboyo
Rangkaian acara
Acara dipandu oleh MC Bapak Miftahul Umam, sementara pembacaan tahlil dan doa dipimpin oleh KH. Kafabihi Mahrus. Setelah untaian doa selesai, KH. An’im Falahuddin Mahrus menyampaikan dawuh agar seluruh hadirin bersama-sama memanjatkan doa khusus, berharap agar amal jariyah para pendiri Gedung Al-Ihsan diterima oleh Allah Swt., dengan membaca doa “Rabbanaa taqabbal minnaa innaka Antas-Samii’ul ‘Aliim” sebanyak 41 kali secara bersamaan.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para hadirin menikmati konsumsi yang telah disediakan oleh panitia.
Para hadirin
Sejumlah masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, KH. An’im Falahuddin Mahrus, dan KH. Athoillah Sholahuddin Anwar. Hadir pula jajaran dzuriyah, antara lain Agus Muhammad Kafabihi, Agus Adibussholeh Anwar, Agus Ya’lu Anwar, Agus Aminullah Mahin, Agus Zulfa Laday Robbi, Agus Arif Ridlwan Akbar Imam, serta Agus Muzani Ma’mun. Selain itu, acara ini juga dihadiri segenap jajaran pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren Lirboyo.
Baca juga: Lirboyo Gebyarkan Muhafadhoh Akhirussanah: Dari Nadzam Aqidatul Awam Hingga Al-Quran Juz 3
Wawancara eksklusif bersama KH. Athoillah
Dalam wawancara eksklusif, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar menjelaskan bahwa Gedung Al-Ihsan dibangun mulai tahun 1972 M atas dawuh KH. Marzuqi Dahlan dan KH. Mahrus Aly. Proses pembangunannya melibatkan sejumlah tokoh, di antaranya KH. Anwar Manshur, KH. Idris Marzuqi, KH. Abdul Aziz Manshur, KH. Ilham Nadzir, KH. Hafidz, serta KH. Sunadi dari Cirebon. Pada awalnya, gedung tersebut hanya memiliki dua lantai, sebelum akhirnya ditambah lantainya atas arahan KH. Marzuqi Dahlan.
Baca juga: Penutupan Lomba Ilmiah 2025–2026: Aksi Finalis dan Daftar Para Pemenang
Asal usul penamaan Al-Ihsan
Terkait penamaan “Al-Ihsan”, terdapat pendapat yang menyebutkan bahwa nama tersebut merupakan singkatan dari nama para pembangunnya. Yakni, hamzah diambil dari nama Idris (KH. Idris Marzuqi) dan Ilham (KH. Ilham Nadzir), ha’ diambil dari nama Hafidz (KH. Ahmad Hafidz), Sin diambilkan dari nama Sunadi, dan nun diambil dari nama Anwar (KH. M. Anwar Manshur). Namun—menurut KH. Athoillah—hal itu belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca juga: 2972 Delegasi Safari Ramadan Lirboyo Dibekali, Siap Sebarkan Dakwah
Alasan pembongkaran gedung
Lebih lanjut, KH. Athoillah menjelaskan bahwa pembongkaran gedung dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah sangat mengkhawatirkan, terutama jika difungsikan sebagai hunian santri. Selain itu, terdapat kebijakan masyayikh Lirboyo yang menghendaki agar gedung madrasah berada di luar area asrama santri, sementara area dalam pondok diperuntukkan khusus sebagai kamar santri.
Gedung Al-Ihsan sendiri telah diserahkan kepada pihak pondok untuk rencana hunian santri, namun karena kondisinya yang telah rapuh dimakan usia, pihak pondok tidak berani langsung memanfaatkannya.
Setelah dimusyawarahkan dan dimintakan izin kepada pengasuh, akhirnya diputuskan bahwa gedung tersebut dibongkar demi keamanan. Ke depan, direncanakan pembangunan gedung baru setinggi tiga hingga empat lantai, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan kondisi dan kesiapan.
Baca juga: Penutupan Bahtsul Masail Penutupan (BMP) Pondok Lirboyo
Sejarah singkat gedung Al-Ihsan
Secara historis, rencana pembangunan Gedung Al-Ihsan sebenarnya telah ada sejak tahun 1968 M. Hal ini dibuktikan dengan manuskrip surat permohonan bantuan pembangunan yang ditandatangani oleh KH. Idris Marzuqi selaku Ketua Pembangunan dan KH. Ilham Nadzir sebagai Sekretaris, atas persetujuan KH. Marzuqi Dahlan dan KH. Mahrus Aly. Pembangunan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 1972 dan rampung sekitar tahun 1977 M, dengan estimasi biaya sebesar Rp. 6.000.000 untuk gedung berukuran panjang 35 meter, lebar 10 meter, dan direncanakan memiliki tiga lantai.
Baca juga: Lirboyo Gelar Ujian Semester Genap 1447 H, Libatkan 783 Pengawas dan Sistem Digital
Setelah berdiri, Gedung Al-Ihsan memiliki tiga lantai. Lantai satu dan dua digunakan sebagai ruang belajar mengajar dengan total enam kelas, sedangkan lantai tiga awalnya difungsikan sebagai auditorium tanpa sekat untuk berbagai kegiatan Jam’iyyah HP (Himpunan Pelajar). Seiring bertambahnya jumlah santri, lantai tiga kemudian disekat dan dimanfaatkan sebagai ruang kelas.
Pada awal penggunaannya, gedung tersebut belum memiliki nama dan dalam dokumen HSPK tahun 1977–1978 M masih disebut sebagai “Gedung Baru”. Baru pada tahun 1979 M, gedung ini resmi diberi nama Al-Ihsan, sebagai adik dari Gedung Al-Ikhwan yang lebih dahulu dibangun pada tahun 1956 M dan hingga kini masih berdiri. (Sumber: Buku Madrasah Hidayatul Mubtadiin, hlm. 102–109).
Baca juga: Ribuan Santri Lirboyo Tak Ingin Lewatkan Barokah Majelis Sholawat Kubro Pamungkas
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





