Kediri (6/6/2026) Lingkungan hunian di pesantren yang ditempati ribuan santri menuntut adanya manajemen yang tertata, terukur, dan berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pondok Pesantren Lirboyo menggelar Rapat Koordinasi dan Pengarahan Ketua Kamar sebagai forum evaluasi sekaligus sarana menyerap aspirasi santri terkait pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana pesantren.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Al-Muktamar Ponpes Lirboyo. Sedari pukul 02.00 Wis siang, para tamu undangan tampak sudah memadati lokasi acara. Turut hadir jajaran pimpinan pondok, mudir, pengurus, serta para ketua kamar, ketua blok, dan ketua Himpunan Pelajar (HP). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bapak Agus HM. Adibussholih Anwar, Bapak Agus HM. Nururrohman Ya’lu, Bapak A. Zaenal Muttaqin Thobroni, Bapak M. Ahsan Jaza Al-Aufa, Bapak M. Idris Nawawi, dan Bapak Rafli Khairil Putra. Turut hadir pula Mudir MHM dan Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo, Bapak M. Rifai Bachrun dan Bapak A. Hafy Yasir.
Sebanyak 619 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 57 ketua HP, 26 ketua blok, dan 536 ketua kamar. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Bahkan pada sesi diskusi dan lain-lain, banyak peserta menyampaikan masukan, usulan, serta berbagai keluhan yang mereka temui di lingkungan kamar masing-masing.
Baca juga: Romo Yai Anwar Membuka Acara Penyembelihan Kurban
Pengurus Kamar Menjadi Garda Terdepan Pelayanan Santri
Pada sesi pembacaan pedoman kerja, Bapak Agus HM. Nururrohman Ya’lu menekankan sejumlah tanggung jawab yang harus para ketua maupun pengurus kamar jalankan. Beliau mengingatkan agar petugas piket jaga pos tetap membawa kitab saat bertugas sehingga waktu dapat tetap bermanfaat untuk belajar tanpa mengurangi kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan.
Selain itu, beliau juga menghimbau para ketua kamar agar disiplin mengoordinasikan kegiatan piket kebersihan setiap hari. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mendukung kesehatan seluruh santri. Beliau juga meminta para pengurus kamar untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan warganya dengan mengarahkan santri yang sakit ke UKS meskipun yang bersangkutan enggan berobat.
Penguatan Layanan Kesehatan dan Aktivitas Pendidikan
Pada sesi berikutnya, Bapak Rafli Khairil Putra memimpin forum lain-lain sebagai ajang sosialisasi dari beberapa bidang terkait. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Andre Rusdiana menjelaskan alur layanan kesehatan bagi santri. Ia menerangkan bahwa santri Lirboyo yang memeriksakan diri ke rumah sakit akan memperoleh potongan biaya sebesar Rp30.000 sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Praktik Rukyatul Hilal di Pondok Lirboyo
Ia juga mengimbau para ketua kamar untuk segera melaporkan kepada seksi UKS apabila menemukan pelayanan kesehatan yang kurang maksimal. Selain itu, para pengurus kamar diminta lebih memperhatikan santri yang sedang sakit serta lebih selektif dalam membeli dan menggunakan obat-obatan.
Sementara itu, Mudir MHM, Bapak M. Rifai Bachrun, menyoroti pentingnya pendampingan pendidikan bagi para santri. Beliau meminta para ketua kamar untuk memastikan kegiatan madrasah tetap berjalan tertib ketika terdapat santri yang sakit. Selain itu, beliau mengarahkan para santri senior agar membimbing siswa sekolah pagi untuk tetap mengikuti pengajian kitab dan sorogan. Tidak kalah penting, beliau juga mengajak para ketua kamar untuk menormalisasi kegiatan positif di kamar seperti membaca kitab dan belajar bersama.
Aspirasi Santri Menjadi Bahan Evaluasi Bersama
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Para ketua kamar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sekaligus memberikan masukan terkait pengelolaan lingkungan pesantren.
Forum ini menjadi ruang komunikasi yang efektif antara pimpinan pondok dan para pengurus lapangan. Melalui dialog terbuka tersebut, berbagai aspirasi santri dapat tersampaikan secara langsung sehingga menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan dan fasilitas di masa mendatang.
Baca juga: Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo Bahas Urgensi Ilmu Mantik dalam Kajian Syariat
Pesan Agus HM. Adibussholih Anwar untuk Para Pengurus Kamar
Pada sesi penutup, Bapak Agus HM. Adibussholih Anwar menyampaikan arahan dan maklumat kepada seluruh peserta. Beliau mengajak para ketua kamar untuk menata niat bahwa tugas yang mereka emban merupakan bentuk khidmah kepada Mbah Kiai Sepuh, KH. Abdul Karim, melalui pelayanan dan pengayoman terhadap para santri.
Selain itu, beliau mengingatkan para pengurus agar mengarahkan siswa baru menuju jenjang kelas yang sesuai dengan kemampuan mereka. Beliau juga menegaskan larangan merokok di dalam kamar serta mengajak seluruh peserta mendukung program unggulan “Lirboyo Bersih.”
Menutup arahannya, beliau mengajak para ketua kamar untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan warga kamar, terutama ketika muncul penyakit menular. Di samping itu, beliau juga mendorong para santri untuk membangun pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi mi instan dan minuman berperisa secara berlebihan.
Melalui rapat koordinasi ini, Pondok Pesantren Lirboyo berharap para ketua kamar dapat menjalankan tugasnya secara optimal sehingga tercipta lingkungan pesantren yang tertib, sehat, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan pendidikan serta pembinaan karakter para santri.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
