Lirboyo, Kediri– Ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo menyambut Hari Raya Idul Adha dengan penuh berkah dan kegembiraan. Mereka merayakan hari kemenangan ini di dalam pelukan hangat pesantren, menghidupkan malam dengan gema takbir hingga menyelenggarakan ibadah salat Idul Adha yang khidmat dan kurban nan meriah.
Baca juga: Pelatihan Jagal Kurban Lirboyo, Libatkan 37 Pengurus Pondok dan Madrasah
Gema Takbir Keliling Mahasantri Ma’had Aly
Para santri Lirboyo, khususnya mahasantri Ma’had Aly semester V, menyemarakkan malam Idul Adha dengan penuh antusias melalui kegiatan takbir keliling. Langkah kaki mereka yang mantap, berpadu dengan lantunan takbir yang menggetarkan jiwa, memecah keheningan malam di Kediri.
Para dzuriyah dan masyayikh Lirboyo menghadiri langsung kegiatan tersebut. Tampak di lokasi KH. Atho’illah S. Anwar, Agus H. Ali Ya’lu Anwar, dan Agus HM. Adibussholeh Anwar. Rombongan takbir keliling memulai rute dari depan Gedung Al-Ikhlas, melewati Gedung Blok S, menuju area depan Masjid Al-Hasan, dan berakhir dengan khidmat di depan Masjid Lawang Songo.
Baca juga: Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban di Pondok Pesantren Lirboyo, Cepat Tepat dan Sesuai Syariat
Kekhusyukan Salat Idul Adha di Dua Masjid Utama
Keesokan harinya, pelaksanaan Salat Idul Adha terbagi ke dalam dua tempat utama demi menampung ribuan jamaah. Masjid Lawang Songo menjadi pusat pertama, menampilkan KH. An’im Falahuddin Mahrus yang memimpin jamaah sebagai imam sekaligus khotib. Sementara itu, Agus HM. Yasin MK Thoha Khozin memimpin jalannya salat di tempat kedua, yaitu Masjid Al-Hasan. Kesyahduan salat dan kekhusyukan khutbah menghadirkan suasana Idul Adha yang begitu sakral.
Ratusan Hewan Kurban dan Tenda Masak Santri
Pihak panitia menyembelih hewan kurban dalam jumlah melimpah pada tahun ini, yakni mencapai 348 ekor kambing dan sapi. Para santri menunjukkan gotong royong dan kemandirian khas kaum sarungan dengan mendirikan tenda-tenda tempat memasak di berbagai sudut pondok. Tenda-tenda ini menandai kesiapan mereka untuk mengolah daging kambing dan sapi kurban secara bersama-sama.
Kehangatan Wali Santri yang Nyambang di Hari Raya
Momen Idul Adha di Lirboyo juga melahirkan pemandangan yang menyentuh hati. Banyak orang tua memilih untuk nyambang (mengunjungi) putra-putranya yang notabenenya tidak pulang ke kampung halaman. Berbagai kendaraan mobil dan motor memadati halaman depan Masjid Al-Hasan, mengiringi pertemuan hangat penuh kerinduan antara orang tua dan anak.
Salah satu wali santri, Bapak Abdur Rohman Soleh, datang langsung dari Banyuwangi untuk menemui putranya, Aden Amnan Imana. Demi mengobati rasa rindu, beliau sekeluarga rela menempuh perjalanan darat yang panjang, berangkat dari jam 5 sore hari sebelumnya dan baru tiba saat waktu Subuh. Wali santri yang rutin nyambang dua bulan sekali ini membagikan cerita harunya.
“Nyambangi anak di hari besar seperti Idul Adha untuk mengobati hati,” ungkap Pak Abdur Rohman dengan tulus.
Melihat pemandangan di Lirboyo, beliau mengaku takjub dan bangga dengan pilihan hidup sang anak. “Saya terkesan sangat istimewa ada di Lirboyo hari ini. Di saat anak-anak di luar keluyuran kemana-mana, di sini (para santri) berjuang untuk mencari ilmu. Lewat kurban ini, mereka bisa berkumpul bersama-sama,” tuturnya.
Meski demikian, sebagai orang tua, terselip pula rasa iba di hatinya. “Cukup sedih, kasihan melihat anak santri tidak pulang hari-hari ini. Karena di saat di rumah banyak daging, mereka ada di sini. Tapi saya sangat bangga karena mereka juga senang di sini karena bisa bersama-sama makan daging di sini. Makanya saya yang ngalah ke sini,” pungkasnya dengan nada haru sekaligus bangga.
Baca juga: Praktik Rukyatul Hilal di Pondok Lirboyo
Cerita Santri Baru: Lebih Seru Lebaran di Pondok
Rasa bangga para orang tua rupanya sejalan dengan kebahagiaan yang bergejolak di dalam diri para santri. Kebersamaan di pondok terbukti ampuh mengikis rasa rindu akan rumah. Muhammad Izuddin Shohibul Hikam, santri asal Riau yang menempati Kamar U 37, menceritakan keseruan tersebut.
Santri yang baru dua tahun mencecap manisnya menimba ilmu di Lirboyo ini mengaku sangat menikmati dinamika Idul Adha di pesantren. Menurutnya, atmosfer lebaran di pondok memiliki daya tarik tersendiri yang tidak ada di tempat lain.
“Lebih seru di sini, lebih rame. Di kamar ada acara makan-makan daging kambing juga,” ungkap Izuddin penuh semangat. Kebersamaan saat menikmati hidangan kurban bersama teman sekamar mempererat rasa persaudaraan mereka. Perayaan Idul Adha di Lirboyo pun sukses mengukir cerita indah tentang perjuangan ilmu, kerinduan keluarga, dan berkah kebersamaan.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





