447 views

Khutbah Jumat Merasakan Ramadhan di Setiap Bulan

Khutbah Jumat kali ini membahas tentang bagaimana caranya supaya kita bisa merasakan Ramadhan di setiap Bulan. Meskipun satu bulan yang lalu Ramadhan telah lewat, akan tetapi bagaimana supaya semangat beribadah kita seperti halnya pada bulan Ramadhan. Semoga perantara khutbah ini bisa menjaga kesemangatan ibadah sepertihalnya pada bulan Ramadhan.

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Pada kesempatan ini, khatib mengingatkan diri sendiri serta mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Pengertian takwa itu sendiri adalah:

امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ سِرًّا وَعَلَانِيَّةً ظَاهِرًا وَبَاطِنًا
Artinya: “Senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah baik dalam kondisi sepi ataupun ramai, lahir ataupun secara batin”

Bulan Ramadhan dan Syawal telah berlalu, banyak orang yang mengatakan “Akhirnya kita kembali menjalani kehidupan normal kita setelah melewati bulan suci Ramadhan dan Syawal.”
Sebenarnya apabila kita renungkan dengan baik, kehidupan normal yang sebenarnya adalah kehidupan yang kita lakukan di saat bulan Ramadhan. Di mana tiap individu memiliki semangat tinggi dalam melaksanakan berbagai kegiatan ibadah baik ibadah spiritual yang berhubungan dengan Allah Swt. atau ibadah sosial yang kaitannya dengan sesama manusia. Hari demi hari kita lalui dengan senantiasa menambah kebaikan. Serta dalam setiap ibadah dan kegiatan kita selalu merasa bahwa diri kita sedang diawasi oleh Allah Dzat Yang Maha Mengetahui.
Hal demikian sangat sesuai dengan pengertian Ihsan itu sendiri yakni

أَنْ تَعْبـــُدَ اللَّهَ كَأَنَّــكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Artinya: “Kau beribadah kepada Allah seakan kau melihat-Nya, dan apabila tidak mampu demikian maka sesungguhnya Allah melihatmu”.

Secara lahir ketaatan kita dalam melaksanakan setiap perintah dan larangan Allah sudah cukup direalisasikan dengan sahnya tiap ibadah yang kita lakukan. Keabsahan ibadah itu sendiri dapat dicukupkan dengan hanya memenuhi kewajiban dan fardhunya saja.

Namun secara batin perlu dalam tiap aktivitas kita merasa diawasi langsung oleh Allah sehingga ibadah yang kita lakukan mampu menjadi ibadah yang lebih berkualitas. Dan inilah seharusnya yang kita anggap sebagai kehidupan normal yang harus senantiasa dimiliki oleh setiap muslim.

Dalam bulan suci Ramadhan kita telah dilatih untuk mengalahkan nafsu kita sendiri. Di mana pada bulan itu Syaitan dibelenggu sehingga yang kita perangi tinggal nafsu kita sendiri. Dan Alhamdulillah banyak dari kita yang merasakan di mana melakukan ibadah terasa begitu ringan berbeda dengan pada saat di luar bulan Ramadhan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Seyogyanya setelah kita semua telah melewati ujian melawan nafsu kita sendiri kita tingkatkan keimanan kita dengan meningkatkan kualitas ibadah dengan mampu melawan nafsu sekaligus dorongan setan. Nafsu itu sendiri telah mampu kita taklukkan pada saat bulan suci Ramadhan, selanjutnya tinggal dorongan syaitan yang masih tersisa untuk terus kita lawan dan kita taklukkan.
Secara sosial pun kehidupan normal yang sesungguhnya ialah pada saat bulan Ramadhan. Di mana pada bulan itu kita dilatih untuk mengeluarkan sebagian harta properti kita guna dibagikan kepada saudara kita yang kekurangan baik dengan bentuk zakat atau sedekah.
Sabda Rasulullah:
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (H.R Al-Baihaqi).
Dalam bulan Ramadhan juga kita dilatih untuk menjaga ucapan kita dari perkataan yang tidak bermanfaat
Rasulullah bersabda:

خَمْسٌ يُفطِرْنَ الصَّائِمَ : اَلغِيبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالكَذِبُ، والنَّظَرُ بِالشَّهْوَةِ، وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ
Artinya, “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu” (HR Ad-Dailami).

Kesemuanya sebenarnya merupakan latihan bagi kita guna menghadapi kehidupan di luar bulan suci Ramadhan. Di mana apabila saat Ramadhan kita mau memberikan sedekah kepada saudara kita yang tidak mampu, harapannya hal itu menjadi pemicu kita untuk lebih memperhatikan saudara-saudara muslim kita di kehidupan sehari-hari.

Adanya hadis lima hal yang membatalkan pahala puasa juga sebenarnya guna melatih kita agar dalam kehidupan sehari-hari kita mampu mengontrol tiap ucapan kita baik di dunia nyata atau di dunia maya seperti media sosial. Menghindari mengungkapkan atau memposting hal-hal yang mengandung unsur ghibah / menggunjing. Mengunggah konten yang bersifat adu domba yang menyebabkan perpecahan, juga memposting sesuatu yang memuat kebohongan seperti berita yang belum valid (hoax). Serta melatih kita agar tidak mudah melihat sesuatu yang dapat memicu syahwat hingga mendorong seseorang melakukan tindak asusila. Selanjutnya dari hadis tersebut juga melatih seseorang agar tidak mudah melempar sumpah dan juga janji-janji yang palsu dan memang tujuannya tidak untuk direalisasikan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kiranya demikianlah beberapa hal yang perlu kita sadari bersama yang telah melewati masa pelatihan di bulan Ramadhan hingga di kemudian pelatihan tersebut mampu membentuk kita semua sebagai seorang muslim yang mampu merasakan bulan suci Ramadhan di setiap bulan yang kita lalui. Amin.

Khutbah II

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Baca juga: Khutbah Jumat: Kewajiban Mencari Ilmu di Era Digital

Subscribe juga: Channel Pondok Lirboyo

Khutbah Jumat Merasakan Ramadhan di Setiap Bulan | Khutbah Jumat Merasakan Ramadhan di Setiap Bulan | Khutbah Jumat Merasakan Ramadhan di Setiap Bulan

4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.