Mudir Madrasah Berharap Santri Lirboyo Tak Hanya Kagumi Ulama Nusantara, tetapi Jadi Penerusnya

Mudir Jelaskan Pentinganya Bercerita Ulama Nusantara

Lirboyo– Mudir Ma’had Aly Agus Arif Ridwan Akbar menyampaikan sambutan penting dalam acara Jamiyyah Nahdliyah pada Kamis, 2 Juni 2026.

Acara yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Ekstrakurikuler Madrasah Hidayatul Mubtadiin ini mengusung tema Kitab Ulama Nusantara: “Kitab Kuning dan Jejak Intelektual Ulama Nusantara”.

Di hadapan ribuan santri yang memadati Aula Muktamar Lirboyo, beliau membeberkan alasan mendasar di balik pemilihan tema tersebut dalam Jamiyyah Nahdliyyah.

“Bahwa di antara manhaj at-ta’lim (metode pembelajaran) langsung dari Allah dan Nabi adalah lewat cerita,” katanyanya.

Beliau menambahkan bahwa kisah-kisah terdahulu bukan sekadar alat untuk menenangkan hati dan pikiran, sebagaimana fungsi dongeng atau cerita rakyat yang biasa masyarakat dengar.

Baca juga: Jam’iyyah Nahdliyyah l Bersama Dr. KH. Ahmad Ginanjar Sya’ban M. Hum. di Lirboyo

Metode Pembelajaran Melalui Kisah Al-Qur’an

Dalam sambutan tersebut, beliau melandasi penjelasannya dengan membacakan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 46:

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

“Allah menganjurkan kepada umat untuk melakukan perjalanan, mencari cerita-cerita terdahulu. Tujuannya adalah agar mereka mampu berpikir hingga menjadi pribadi yang lebih baik,” jelas beliau.

Tak hanya itu, beliau juga mengutip Surat Al-A’raf ayat 176:

فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Berdasarkan pemaparan beliau, ayat ini menegaskan bahwa melalui kisah-kisah generasi terdahulu, umat Nabi Muhammad SAW dapat berpikir dan menimbang mana hal yang benar serta mana yang salah.

Baca juga: Drama, Data, dan Dialog: Cara Santri Lirboyo Menjawab Tuduhan kepada Islam

Maqalah Imam Abu Hanifah

Selain berpijak pada ayat suci Al-Qur’an, beliau turut menyampaikan sebuah maqalah (perkataan) masyhur dari Imam Abu Hanifah:

الحكايات عن العلماء ومجالستهم أحبُّ إليَّ من كثير من الفقه؛ لأنها آداب القوم وأخلاقهم

“Cerita (kisah-kisah) tentang para ulama dan mujalasah (duduk bermajelis) dengan mereka, menyimak dawuh-dawuh mereka, serta menyerap ilmu-ilmu mereka itu lebih Imam Abu Hanifah cintai daripada banyaknya fikih. Karena dalam kisah tersebut tertulis adab-adab, perilaku orang-orang pilihan, dan akhlak-akhlak mereka,” tuturnya memaparkan makna maqalah tersebut.

Sebagai pimpinan madrasah, beliau menaruh harapan besar agar materi yang nantinya disampaikan oleh narasumber, Dr. KH. Ahmad Ginanjar Sya’ban, M. Hum., tidak sekadar menjadi bahan kekaguman bagi para santri. Lebih jauh dari itu, beliau sangat berharap seluruh santri yang hadir dapat meneladani kiprah tersebut dan siap menjadi penerus estafet perjuangan para ulama Nusantara.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses