SAKINAH Lirboyo 2026: Santri Dibekali Literasi Keuangan Syariah dan Edukasi Gizi

ACARA SAKINAH: Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah Para Narasumber dalam acara SAKINAH di Ponpes Lirboyo

Pada hari Selasa, 14 April 2026 M, suasana depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 09.00 WIB, para santri telah memadati lokasi acara untuk mengikuti kegiatan SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dalam membekali santri dengan wawasan penting yang relevan dengan kehidupan masa kini, tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.

Tujuan SAKINAH: Literasi Keuangan dan Kesehatan Santri

Program SAKINAH hadir dengan tujuan memberikan edukasi komprehensif kepada para santri, meliputi:

  • Pemahaman keuangan syariah
  • Pengelolaan keuangan pribadi
  • Pengenalan produk keuangan syariah
  • Kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal

Tepat sebelum acara mulai, para peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mereka terhadap materi yang akan disampaikan.

Jalannya Acara: Tiga Narasumber, Tiga Perspektif Penting

Acara yang dipandu oleh Bapak Suudi Ramadan selaku moderator ini menghadirkan tiga narasumber dari bidang yang berbeda.

1. Edukasi Keuangan Syariah dan Waspada Aktivitas Ilegal

Untuk materi yang pertama, berasal dari Bapak Odhik Susanto, analis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri.

Beliau membawakan tema: “Pengenalan Produk atau Layanan Keuangan Syariah, Pengelolaan Keuangan serta Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal.”

Baca Juga: Cara Bersuci, dan Menjaga Ibadah Saat Mendaki gunung

Dalam pemaparannya, santri mendapat himbauan untuk memahami pentingnya:

  • Mengelola keuangan secara bijak
  • Mengenali lembaga keuangan resmi
  • Menghindari praktik keuangan ilegal yang merugikan

2. Pengenalan Produk Keuangan Syariah Bersama Perbankan

Kemudian, materi kedua oleh Bapak Faisal Rizal dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dengan tema: “Pengenalan Produk Keuangan Syariah Bersama Bank Syariah Indonesia.”

Dengan demikian, para santri dapat mengenali berbagai layanan keuangan syariah yang dapat dimanfaatkan secara aman dan sesuai prinsip Islam, sekaligus membuka wawasan peluang masa depan di sektor ekonomi syariah.

3. Edukasi Gizi Santri: Makanan sebagai Energi dan Ibadah

Selanjutnya, materi ketiga oleh: dr. Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar, MSc, MPH, dokter dari Rumah Sakit Unipdu Medika.

Dengan tema: “Edukasi Gizi untuk Santri: Panduan Praktis Mengubah Makanan Menjadi Bahan Bakar dan Ibadah.”

Secara tidak langsung, materi ini memberikan pemahaman penting bahwa pola makan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga bernilai ibadah jika pengelolaannya dengan benar.

Sesi Interaktif: Ngrowot dan Alternatif Karbohidrat

Selanjutnya, pada sesi tanya jawab, muncul pertanyaan yang sangat dekat dengan kehidupan santri, yaitu tentang tirakat ngrowot (tidak makan nasi).

Narasumber menjelaskan bahwa kebutuhan karbohidrat tidak hanya berasal dari nasi. Alternatif lain yang dapat dikonsumsi antara lain:

  • Ketela
  • Kentang
  • Ubi
  • Sagu
  • Roti gandum

Dengan demikian, santri yang menjalankan tirakat tetap dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh secara optimal.

Baca Juga: Lirboyo Berangkatkan 3.450 Delegasi Safari Ramadan

Evaluasi Pemahaman: Post-Test Peserta

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, peserta kembali diberikan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.

Langkah ini menjadi indikator keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan literasi santri.

Antusiasme Santri: Bekal untuk Masa Depan

Kegiatan SAKINAH benar-benar mendapat sambutan hangat dari para santri. Tidak bisa dipungkiri, antusiasme mereka terlihat jelas sepanjang acara berlangsung.

Salah satu peserta, Ahmad Ziyan Al Kamal, santri asal Mojokerto kelas 1 Aliyah bagian N2, menyampaikan:

 “Alhamdulillah saya sangat bahagia bisa mengikuti acara Sakinah ini pak. Ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat buat masa depan saya. Amin amin ya robbal alamin.”

Baca Juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus: Santri adalah Aset Berharga Bangsa

Sinergi Ilmu Dunia dan Akhirat

Melalui kegiatan SAKINAH ini, Pondok Pesantren Lirboyo kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam menghadapi tantangan zaman.

Literasi keuangan syariah dan pemahaman kesehatan menjadi bekal penting bagi santri untuk melangkah ke masa depan dengan lebih siap, mandiri, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

One thought on “SAKINAH Lirboyo 2026: Santri Dibekali Literasi Keuangan Syariah dan Edukasi Gizi

  1. min tolong iklan adsense yang diawal itu menutupi content perbaiki karena menggangu banget, jika dilaporakan akun adsense nya juga nanti bisa kena pelanggaran karena menutupi kontent dari website itu sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses