Seminar Pesantren Ramah Anak dalam Rangka Hari Santri Nasional 2025

SEMINAR RAMAH ANAK

Dalam suasana hujan yang menyejukkan di sore hari, Jumat (24/10), para santriwati Pondok Pesantren Putri Lirboyo menunjukkan semangat luar biasa dalam menyelenggarakan Seminar Pesantren Ramah Anak dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Sebelum acara utama dimulai, para hadirin disambut dengan penampilan merdu dari grup nasyid An-Nuriyya dari Pondok Pesantren Putri Al-Baqoroh yang menghangatkan suasana. Tepat pukul 15.00 WIB, acara resmi dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Imroatul, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan Ya Lal Wathon yang menggema penuh semangat nasionalisme.

Baca juga: 163 Santri Lirboyo Rampungkan Takhtiman Al-Qur’an ke-45

Acara pada hari Jumat ini, hampir tugas di dalamnya dipegang oleh para santri putri. Mulai dari pembawa acara, penerima tamu hingga yang mengkoordinir media.

Pesan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus: Akhlak dan Takwa sebagai Modal Utama

Dalam sambutannya, pengasuh pesantren, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, menegaskan bahwa akhlak merupakan modal utama seorang santri untuk diterima di tengah masyarakat.

“Kanjeng Nabi diutus untuk membenahi akhlak manusia. Dalam fikih, orang boleh membalas perlakuan yang tidak adil secara seimbang, tetapi dalam tasawuf, memaafkan lebih utama,” tutur beliau.

Baca juga: Chairul Tanjung Berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Tayangan Trans7

Beliau juga menyoroti pentingnya peran perempuan sebagai tiang negara.

“Ketika wanita tidak mau menikah dan melahirkan, maka bangsa akan punah. Di negara maju banyak wanita cerdas tapi kurang pelajaran agama,” ungkap beliau.

Beliau menambahkan bahwa prestasi tertinggi seorang perempuan ialah ketika anaknya tumbuh menjadi orang saleh dan bertakwa.

Walikota Kediri: Lindungi Anak dan Perempuan

Walikota Kediri, Ibu Vinanda, turut memberikan sambutan apresiatif. Ia menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya seminar yang relevan dengan isu-isu kemanusiaan saat ini.

Baca juga: Hari Santri Nasional: Santri Lirboyo Gelar Praktik Rukyatul Hilal di Pantai Molang Tulungagung

“Tahun ini tercatat 42 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah kami. Kami berterima kasih kepada yang berani melapor, dan pemerintah akan terus memperkuat perlindungan,” tegasnya.

Menteri PPPA: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ibu Arifah Fauzi, hadir memberikan motivasi dan dukungan nyata. Ia menyampaikan bahwa dari Januari hingga Oktober, lebih dari 24 ribu laporan kekerasan terhadap anak telah diterima secara nasional.

“Namun angka ini belum mencerminkan keseluruhan, karena masih banyak yang belum berani melapor,” ujarnya.

Baca juga: Ribuan Santri Lirboyo Khusyuk dalam Istighotsah Hari Santri 2025

Ia menyoroti lima faktor utama penyebab kekerasan, antara lain ekonomi, pola asuh keluarga, dan lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak.

“Delapan puluh persen anak curhat ke teman, hanya dua puluh persen ke orang tua. Maka, timbul pertanyaan, kenapa anak lebih suka curhat kepada temannya daripada kepada orang tuanya?” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, beliau juga menyerahkan bantuan simbolis dari Kementerian KKP, Baznas, dan Grab, berupa beasiswa bagi santri berprestasi serta bantuan pangan.

Seminar: Dari Regulasi hingga Realitas Pesantren

Sesi seminar yang menghadirkan tiga narasumber utama: Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, Neng Sheila Hasina, dan perwakilan dari PPA Kediri.

Prof. Zahrotun Nihayah menjelaskan bahwa dalam undang-undang, anak dilindungi sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun.

Baca juga: Lirboyo Gelar Apel Hari Santri 2025

Beliau menyampaikan beberapa poin kepada para santriwati se-Kediri yang hadir pada acara tersebut:

  • Orang tua memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa anaknya mendapatan asuhan yang baik dan layak. Tanggung jawab ini tidak boleh mereka serahkan begitu saja secara pasrah tanpa pengawasan (tidak boleh pasrah bongkoan).
  • Setiap pengasuh santri harus memenuhi standar kelayakan moral dan profesional. Salah satu syarat mutlak adalah tidak memiliki riwayat catatan kriminal atau pelanggaran berat lainnya. Ketentuan ini sejalan dengan prinsip umum dalam dunia pendidikan bahwa seorang pendidik atau pengasuh harus menjadi teladan dalam perilaku dan integritas.
  • Selain itu, pengasuh juga memiliki peran penting dalam melakukan review terhadap kinerja pengurus serta menampung dan menindaklanjuti aspirasi para santri terkait berbagai hal yang menyangkut kehidupan pesantren.

Sementara itu, Neng Hj. Sheila Hasina mengajak pesantren khususnya kepada pengurus yang hadir untuk lebih terbuka terhadap evaluasi.

Baca juga: Lirboyo Bersholawat Bersama Habib Syekh dalam Mensyukuri Hari Santri Nasional 2025

“Ketika ada kasus di pesantren, jangan tutup mata. Kekerasan dan perundungan sering muncul dari komunitas santri yang toksik. Maka, penting mendengar dari dua sisi dan melibatkan banyak pihak,” ujar beliau dengan lugas.

Dari PPA Kediri menambahkan, tindakan bullying dan kekerasan seksual memiliki dampak panjang, bahkan bisa menyebabkan kematian. Ia menekankan pentingnya mitigasi dan mekanisme penyelesaian internal yang tepat di lingkungan pesantren.

Penutup: Pesantren sebagai Rumah Aman

Acara ditutup dengan doa oleh Gus Qowim dan sesi foto bersama diiringi lantunan nasyid yang lembut. Meski hujan mengguyur sejak awal, semangat para santri dan narasumber tak surut sedikit pun.

Baca juga: Pesan Gubernur Jatim, PWNU dan PBNU kepada Santri dan Masyarakat di Acara Lirboyo Bersholawat

Seminar ini menegaskan kembali bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang tumbuh yang aman dan ramah bagi anak-anak bangsa. Seperti yang disampaikan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, “Modal utama santri adalah akhlak dan takwa. Karena yang paling mulia di sisi Allah hanyalah orang yang bertakwa.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses