Perwakilan Wagub Jatim: Pesantren Lirboyo Mempunyai Peran Strategis dalam Membangun Peradaban Jatim

Puncak acara Haflah Akhirussanah 1447 H. Pondok Pesantren Lirboyo menampilkan beberapa tampilan yang memukau, dari mulai lalaran Alfiyah sampai dengan mauidzah penuh dengan untaian doa, fakta dan pelajaran yang bisa dapat kita ambil.

Baca juga: 50 Grup Shalawat Bersaing dalam Festival Rebana Santri Lirboyo ke-15

Hubungan yang harus dipertahankan

Pada acara ini, Pondok Lirboyo tidak hanya mengundang para kiai saja, melainkan juga para aparatur pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara kiai dan pemerintah patut dipertahankan.

Dari beberapa sambutan, atas nama Wakil Gubernur Jawa Timur menempati sambutan yang paling pertama. Dalam hal ini, Emil Elestianto Dardak selaku Wagub Jatim tidak bisa hadir dan meminta kepada Bpk. Khoeru Santoso S. Sos. Untuk mewakili.

“Sebelum menyampaikan sambutan, atas nama Wakil Gubernur kami memohon maaf karena beliau tidak bisa hadir karena ada undangan di Jakarta” ucap beliau setelah mengucapkan salam.

Sebetulnya, dua hari kemarin rombongan dari Gubernur telah sowan menghadap Romo KH. M. Anwar Manshur.

“Memang kemarin rombongan dari Gubernur telah sowan kepada Romo Yai Anwar” Tegas beliau.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Roti Pondok Pesantren Lirboyo

Peran penting membangun peradaban

Selain itu, beliau menegaskan bahwa Pondok Pesantren Lirboyo mempunyai peran strategis dalam membangun peradaban Jawa Timur.

Atas dasar kepekaan terhadap peran penting seorang santri tersebut, Pemprov Jatim memang terkenal akan kepedulian kepada para santri. Hal ini dibuktikan dengan adanya program pemerintah berupa Beasiswa Santri Unggul.

Baca juga: Bedah Buku Nasionalisme Religius, Kupas Manhaj Kebangsaan Ulama Nusantara

Beasiswa Santri Unggul

Bahkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan sebanyak 1.193 beasiswa bagi santri unggul melalui Program Beasiswa Santri Unggul Tahun 2025 yang dikelola Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jatim.

Baca juga: Setengah Abad Berdiri, Akhirnya Gedung Al-Ihsan Dibongkar

Beliau juga menegaskan bahwa Jawa Timur Adalah provinsi dengan jumlah Santri terbanyak se-Indonesia.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh santri yang telah menuntaskan belajar selama setahun ini, semoga bermanfaat” tegas beliau

Terakhir, beliau juga berpesan bahwa:

“Santri diharapkan tidak hanya berhenti terhadap capaian hari ini, tetapi menjadikan ilmu sebagai jalan hidup, sebagai pribadi yang adaptif dan siap terhadap tantangan zaman”, pungkas beliau.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses