Lirboyo – Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Ahad (28/09/2025). Kunjungan ini disambut meriah oleh 48 santri asal Malaysia yang tengah menimba ilmu di Lirboyo, ditambah 5 santri dari Pondok Ploso, Mojo Kediri, serta 3 santri dari Pondok Mahir Ar-Riyadh Ringinagung Kediri.
Selain bersilaturahmi dengan para santri asal Malaysia yang menimba ilmu di Lirboyo, Dubes Malaysia juga menggandeng pihak pondok dalam sebuah forum kolaborasi bertajuk Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan.
Rombongan Kedutaan Besar Malaysia tiba pukul 08.45 WIB di Aula An-Nawawi, Lirboyo. Acara resmi dimulai pada 09.05 WIB dengan pembukaan oleh MC Bpk. Yusrul Marom dan lantunan tilawah oleh Sdr. Ahmad Mubarok.
Baca Juga: Lirboyo Gelar Salat Gerhana Bulan
Sambutan Duta Besar Malaysia
Dalam sambutannya, Duta Besar Malaysia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo dan Ma’had Aly Lirboyo atas sambutan hangat serta ukhuwah yang terjalin dalam forum tersebut.
“Terimakasih banyak kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo dan Ma’had Aly Lirboyo dalam ukhuwah kami untuk bersama-sama menghaturkan forum ini” Ujar beliau
Beliau menekankan pentingnya kerja sama intelektual dan spiritual dalam memperkuat gagasan Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan sebagai landasan pembangunan yang memadukan nilai kemanusiaan universal dengan keseimbangan rohani dan materi keilmuan.
Baca juga: Santri Lirboyo Gelar Praktik Falak: Amati Gerhana Bulan dengan Teleskop
Harapan mengadakan forum
“Harapan kami, semoga dengan adanya forum ini memperkuat konsep Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan sebagai Motto pembangunan negara menteraskan nilai kemanusiaan sejagat dalam keseimbangan rohani dan materi ilmu”
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan persaudaraan yang kuat, dipersatukan oleh kesamaan budaya, tradisi, serta nilai keagamaan yang sejak lama menjadi fondasi kebersamaan kedua bangsa serumpun.
“Seperti yang kita ketahui, Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang bersahabat dalam segi nilai budaya, adat pesan dan juga agama”
Baca juga: Pesantren Lirboyo Gelar Maulid Nabi Selama Tiga Hari


Adakan forum kolaborasi Dubes dan Lirboyo
Acara bertajuk “Forum Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan” ini merupakan kerja sama Kedubes Malaysia, Pondok Pesantren Lirboyo, dan Ma’had Aly Lirboyo. Menurut Dubes, kedua konsep tersebut memiliki titik temu. “Banyak kesamaan antara Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan, terutama dalam tanggung jawab kepada negara, menjaga keamanan dan kemakmuran, serta merawat alam sekitar,” jelasnya.
Forum ini dimoderatori oleh Atase Agama Kedubes Malaysia, Ust. Mohd Shamsuri Ghazali, dengan menghadirkan tiga pembicara utama:
- Prof. Madya Dato’ Dr. Mohamed Azam Mohamed Adil (Ketua Pengarah Institut Kefahaman Islam Malaysia)
- Ust. Hamim Hidhori (Ketua LBM PWNU Jawa Timur dan Dosen Ma’had Aly Lirboyo)
- Dr. Basnang Said, M.Ag (Direktur Pesantren Direktorat Pendidikan Islam Kemenag RI)
Diskusi berjalan lebih dari satu jam, membahas perbandingan dan kolaborasi antara konsep Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan.
Selain itu, Dubes Malaysia menyinggung jalinan pendidikan antara kedua negara, termasuk keberadaan santri Lirboyo yang melanjutkan studi di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Perak, Malaysia. “Saya dengar ada 10 santri Lirboyo yang melanjutkan kuliah di UPSI. Insya Allah, kami siap membantu agar jalinan silaturahmi ini terus berlanjut,” ucapnya.
Baca juga: Lirboyo Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah


Sambutan Pimpinan Pondok Lirboyo
Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Agus HM. Adibussholeh Anwar, menegaskan bahwa hubungan Lirboyo–Malaysia sudah berlangsung lama. Ia mengutip dawuh KH. Anwar Manshur bahwa sejak 1960-an ada sekitar 20 santri asal Malaysia menimba ilmu di Lirboyo. “Harapan kami, para alumni Lirboyo asal Malaysia dapat mengabdi di dunia pendidikan maupun sektor lain di tanah air mereka,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Adib juga memaparkan sejarah Lirboyo yang berdiri sejak 1910 oleh KH. Abdul Karim. Saat ini, Lirboyo memiliki 19 unit pondok di sekitar Desa Lirboyo dan 25 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Lirboyo Siapkan 3.500 Nampan untuk Puncak Ta’dhim Maulid 1447 H
Mauidzah hasanah Buya Kafa
Acara kemudian ditutup dengan mau‘idzah hasanah dan doa yang disampaikan oleh Romo KH. Abdullah Kafabihi Mahrus selaku Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Dalam nasihatnya, beliau menegaskan bahwa Malaysia merupakan salah satu negara muslim yang memiliki perkembangan keilmuan cukup pesat, bahkan dalam beberapa aspek dapat melampaui Indonesia.
“Malaysia termasuk negara muslim, dan dalam bidang keilmuan perkembangannya kini sudah melampaui Indonesia. Dahulu banyak masyarakat Malaysia yang menuntut ilmu di Indonesia, seperti di UGM dan kampus-kampus lainnya. Namun sekarang, justru sebaliknya,” tutur beliau.
Baca juga: Penutupan Pelatihan Administrasi Perkantoran di Lirboyo, 16 Santri Raih Kompetensi
Berkunjung ke kamar santri
Setelah doa penutup, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan serta sesi foto bersama antara pihak Kedutaan Besar Malaysia, pimpinan Pondok dan Ma’had Aly Lirboyo, serta para santri dari Negeri Jiran. Selain itu juga setelah acara ramah-tamah, rombongan Dubes berkunjung ke kamar daerah Malaysia yang berada di Pondok Induk Lirboyo.
Kunjungan Dubes Malaysia ini tidak hanya memperkuat hubungan kultural dan pendidikan, tetapi juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran pelajar. Silaturahmi ini diharapkan menjadi jembatan yang memperkokoh persaudaraan Indonesia–Malaysia melalui jalur pesantren.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo






Syukur alhamdulillah 🤲
Moga dipermudah urusan buat anak saya serta rakan santri dari kuching Malaysia belajar mandiri di negeri jiran🤲🤲🤲
Amiinn
Aminn