Seminar Wanita Sehat; Edukasi dalam Penanganan Penyakit

Lirboyo, 14 November 2024 M. Pada jalsah ketiga acara FMP3 Ke-XXVII diisi dengan Seminar Seminar Wanita Sehat “Urgensi Lingkungan Sehat Pesantren dalam Menangani Berbagai Penyakit”. Dalam seminar yang Dr. Dyah Ayu Kartika Rukmi tutori ini menekankan tentang betapa pentingnya dalam mengedukasi para santriwati dalam menangani penyakit.

Dr. Dyah Ayu Kartika Rukmi menjelaskan, bahwasannya lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam kesehatan. Menurut WHO, sekitar 25% dari total penyebab kematian di dunia disebabkan oleh faktor lingkungan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah utama untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk di lingkungan pesantren.

Dalam seminar ini, Dr. Dyah Ayu Kartika Rukmi membahas pentingnya lingkungan sehat di pesantren. Untuk melindungi santriwati dari berbagai penyakit umum yang sering para santriwati derita seperti ISPA, infeksi kulit, dan demam tifoid.

Baca Juga: Liputan dan Hasil Rumusan FMP3 XXVII

Penyakit yang Banyak Menyerang Santriwati

Menurut Dr. Ayu, ada beberapa penyakit yang paling sering santriwati keluhkan saat berobat ke rumah sakit tempat beliau bekerja, yaitu:

1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

ISPA adalah infeksi pada saluran pernapasan yang bersifat akut. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan padat.

  • Gejala: Panas, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mual, dan muntah.
  • Cara Penularan:
    • Melalui udara: Ketika penderita berbicara, batuk, atau bersin, maka bakteri menyebar melalui udara dan dapat dengan mudah menginfeksi orang lain.
    • Melalui kontak langsung: Misalnya, ketika berjabat tangan dengan penderita yang tidak mencuci tangan setelah batuk atau bersin.
  • Pencegahan:
    • Bagi Penderita selalu memakai masker untuk mencegah penyebaran bakteri melalui udara.
    • Edukasi kepada santriwati agar selalu mencuci tangan dengan sabun.
    • Meningkatkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

Dr. Ayu mengingatkan bahwa meskipun pandemi COVID-19 telah berakhir, kebiasaan memakai masker tetap penting, terutama bagi mereka yang sakit, untuk melindungi orang lain.

Baca Juga: Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) Ke-XXVII

2. Penyakit Infeksi Kulit

Dua jenis infeksi kulit yang sering terjadi di pesantren adalah scabies dan bisul (abses).

a. Scabies (Gudik)

Scabies, atau yang dikenal dengan penyakit gudik, adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh parasit kecil bernama Sarcoptes scabiei.

  • Cara Parasit Bekerja:
    Parasit ini masuk ke kulit melalui celah-celah jari tangan atau kaki yang tipis, kemudian menggali kulit, bertelur, dan berkembang biak.
  • Penyebab Utama: Lingkungan yang kurang bersih. Parasit ini dapat bertahan hidup di pakaian, sprei, dan karpet.
  • Pencegahan dan Solusi:
    • Sterilisasi lingkungan pesantren, terutama saat liburan.
    • Merendam pakaian dan karpet dengan air panas untuk membunuh parasit.
    • Memastikan lingkungan tidur dan pakaian selalu bersih.

b. Bisul (Abses)

Bisul adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, biasanya terjadi pada luka kecil yang tidak dirawat dengan baik.

  • Penyebab: Luka kecil yang terkontaminasi bakteri.
  • Pencegahan:
    • Jangan meremehkan luka kecil; segera bersihkan dengan antiseptik seperti betadine.

Baca Juga: Liputan Lomba MQK ASEAN di Ponpes Lirboyo

3. Demam Tifoid (Tipes)

Bakteri Salmonella typhi yang menyerang saluran pencernaan adalah penyebab dari penyakit tipes. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

  • Gejala: Demam yang berlangsung lama tanpa disertai batuk atau pilek (berbeda dengan ISPA).
  • Cara Penularan:
    Salah satu cara utama penyebarannya adalah melalui tangan yang tidak bersih. Sebagai contoh, seorang petugas dapur yang pernah mengidap tipes dan tidak mencuci tangannya dengan benar setelah BAB dapat mencemari makanan yang yang akan menjadi hidangan.
  • Pencegahan:
    • Pastikan petugas dapur mencuci tangan dengan bersih sebelum memasak.

Baca Juga: Praktik Rukyatul Hilal di Pantai Molang, Tulungagung, Jawa Timur


Pesan Penting untuk Mencegah Penyakit di Pesantren

Dr. Ayu menyampaikan tiga langkah penting untuk melindungi para santriwati dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan:

  1. Menjaga kebersihan lingkungan: Pastikan lingkungan pesantren bersih dari sampah, debu, dan potensi tempat berkembang biaknya bakteri atau parasit.
  2. Meningkatkan ventilasi: Udara yang bersirkulasi dengan baik dapat membantu mencegah penularan penyakit melalui udara. Pastikan setiap ruangan memiliki ventilasi yang cukup.
  3. Mencuci tangan dengan benar: Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah kontak dengan orang yang sakit untuk mencegah penyebaran bakteri.

Kesimpulan

Lingkungan yang sehat adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan para santriwati di pesantren. Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih, meningkatkan edukasi kesehatan, dan menjaga kebersihan bersama, pesantren dapat menjadi tempat yang aman dan sehat bagi semua penghuninya. Dr. Ayu menegaskan, “Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita ciptakan lingkungan pesantren yang sehat untuk generasi yang sehat.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses