Kemeriahan Festival Rebana
Lirboyo – Lantunan sholawat dan tabuhan rebana yang harmonis kembali membahana di Pondok Pesantren Lirboyo. Festival Rebana Santri ke-15 Lirboyo resmi digelar dengan penuh khidmat, dimulai sejak pukul 09.00 WIS hingga selesai pada pukul 23.00 WIS. Ajang tahunan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan manifestasi cinta para santri kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sekaligus bentuk nderek dawuh kiai melalui seni hadrah.
Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Roti Pondok Pesantren Lirboyo
Diikuti 50 Delegasi Himpunan dan Unit
Partisipasi santri pada edisi ke-14 ini tergolong sangat antusias. Sebanyak 50 grup yang merupakan representasi dari berbagai himpunan pelajar daerah serta unit-unit di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo turut ambil bagian. Panitia membagi kompetisi ke dalam dua kategori utama, yakni 28 grup untuk kategori Habsyi dan 22 grup untuk kategori Banjari.
Grand Final: Adu Kreativitas dan Olah Vokal
Setelah melalui babak penyisihan yang ketat, terpilihlah delapan grup terbaik yang melaju ke babak Grand Final. Di panggung utama, para finalis menunjukkan kebolehannya dalam mengaransemen tabuhan serta paduan suara yang memukau penonton.
Berikut adalah daftar grup yang berhasil menembus babak Grand Final:
Kategori Banjari
| SALSABIL | SURABAYA |
| AL MUNAWWAR | PPHMS |
| AL QOMARIYYAH | MALANG |
| AR RITUAL | PPHMC |
Kategori Habsyi
| AL MUJTABA | PP. HY |
| KANZUR ROGHIBIN | PEMALANG |
| ISYQUL HABIB | CIREBON |
| AHBABUN NABI | TEGAL |
Keindahan sholawat yang ditampilkan para peserta tercermin dari nada, irama, dan penghayatan yang mendalam.
Baca juga: Bedah Buku Nasionalisme Religius, Kupas Manhaj Kebangsaan Ulama Nusantara
Daftar Peraih Juara Festival Rebana Santri ke-15
Berdasarkan penilaian dewan juri yang meliputi aspek vokal, adab, dan teknik hadrah, berikut adalah para pemenang tahun ini:
Pemenang Kategori Banjari
| Juara | Juara Festival Rebana Banjari | Utusan |
| 1 | SALSABIL | SURABAYA |
| 2 | AL-MUNAWWAR | HMS |
| 3 | AL-QOMARYYAH | MALANG |
Pemenang Kategori Habsyi
| Juara | Juara Festival Rebana Habsyi | Utusan |
| 1 | AL-MUJTABA | HY |
| 2 | KANZUR ROGHIBIN | PEMALANG |
| 3 | ISYQUL HABIB | CIREBON |
Kategori Paduan Suara Terbaik
| Juara | Paduan Suara Terbaik | Utusan |
| BANJARI | AN-NIDUNNAJAH | JABODETABEK |
Kategori Pembacaan Rowi Terbaik
| Juara | Pelantun Rowi Terbaik | Utusan |
| Habsyi | PPMQ ALL STAR | PPMQ |
Baca juga: Para Alumni Padati Penutupan Pengajian Kemis Legi 1447 H untuk Ngaji Kitab Syarh Al-Hikam
Pesan Agus H. Ahmad Kafabihi: Meneladani Inisiasi KH. Imam Yahya Mahrus
Dalam kesempatan tersebut, Agus H. Ahmad Kafabihi (Cak Mad) menceritakan sejarah adanya Festival Rebana Santri. Dalam kisahnya beliau bercerita:
Sejarah pelaksanaan Festival Rebana Santri bermula pada tahun 2011, diawali dari kegiatan Majelis Rasulullah yang diinisiasi oleh siswa tamatan Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM). Kala itu, kegiatan tersebut belum mendapatkan legalitas resmi di Lirboyo, sehingga sesekali pelaksanaannya ditempatkan di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyyah di bawah asuhan KH. Imam Yahya Mahrus.
Melihat euforia dan khidmatnya para santri dalam bersholawat, Kiai Imam Yahya Mahrus tergerak untuk memboyong syiar tersebut ke Aula Muktamar Lirboyo. Meskipun saat itu jumlah penabuh rebana di Lirboyo masih terbatas, antusiasme peserta yang terus melonjak mendorong beliau untuk mencetuskan gagasan besar: ‘Bagaimana jika di Lirboyo diadakan lomba rebana?’ Gagasan inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya festival rebana sebagai ajang resmi di pesantren.
Agus H. Ahmad Kafabihi memberikan pesan mendalam sekaligus mengulas sejarah festival ini. Beliau mengisahkan bahwa inisiator pertama festival ini adalah Almaghfurlah KH. Imam Yahya Mahrus pada tahun 2011, yang kala itu melihat antusiasme santri dalam bersholawat di Pondok Al-Mahrusiyyah.
“Jadi kalian semua yang terlibat di acara Festival Rebana, otomatis kalian nderek dawuh para kiai,” tutur Cak Mad menekankan pentingnya keberkahan di balik sebuah perlombaan.
Beliau juga mendoakan agar seluruh peserta, baik yang meraih juara maupun tidak, tetap mendapatkan ridho dari para kiai. “Semoga oleh Allah, kita diberi berkah di malam mulia ini dan dijadikan seseorang yang rajin belajar,” tutup beliau.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
