Mengatur Waktu ala ulama

Keteladanan Para Ulama dalam Mengatur Waktu

Sebagian orang mungkin mengira bahwa manajemen waktu berarti memadatkan seluruh hari dengan pekerjaan tanpa henti, atau memangkas waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga. Kalau kita melihat kisah keteladanan para ulama, maka kita mendapatkan banyak makna yang dalam. Para ulama dalam mengatur waktunya berkenan untuk memahami prioritas, menempatkan setiap amalan pada waktunya, serta menjaga hari dari…

Lanjutkan
Makmum Menyaringkan Suara

Lima Kondisi Makmum Sunah Menyaringkan Suara Ketika Salat

Pada dasarnya, aturan umum bagi seorang makmum adalah membaca seluruh bacaan shalat secara lirih. Namun, dalam tuntunan fikih Islam, terdapat beberapa momentum khusus di mana syariat justru menganjurkan kita untuk mengeraskan bacaan (jahr). Bagi kita yang ingin menjaga kesempurnaan dan kedisiplinan dalam shalat berjamaah, memahami titik-titik ini sangatlah penting. Berdasarkan keterangan para ulama, terdapat lima…

Lanjutkan
Membaca Shalawat Nabi

Hukum Membaca Shalawat Nabi: Wajib Setiap Hari atau Cukup Sekali Seumur Hidup? Ini Penjelasan Ulama!

Banyak di antara kita punya kebiasaan rutin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, baik saat mendengar nama beliau disebut, dalam majelis ilmu, maupun dalam zikir harian. Namun, pernahkah muncul pertanyaan di benak kita, bagaimana sebenarnya hukum membaca shalawat menurut syariat? Apakah wajib dilakukan setiap kali nama beliau disebut, ataukah ada ketentuan lainnya? Baca juga: Salah…

Lanjutkan
Cara Allah Mencintai Nabi

Salah Satu Cara Allah Mencintai Nabi Muhammad

Pernahkah Anda memperhatikan berapa kali nama para nabi diabadikan dalam Al-Qur’an? Jika kita frekuensi penyebutan nama para nabi memiliki angka yang sangat kontras. Nama Nabi Musa AS, misalnya, Allah sebut hingga 136 kali yang tersebar di berbagai surah seperti Al-A’raf, Al-Qashas, Taha, hingga Al-Baqarah. Di sisi lain, Nabi Muhammad saw.—sosok kekasih Allah yang namanya bersama…

Lanjutkan
Al-Qur'an dan Cinta Tanah Air

Ayat Al-Qur’an tentang Cinta Tanah Air

Rasa rindu terhadap kampung halaman adalah fitrah kemanusiaan yang sangat dalam. Ia hadir menghinggapi siapa saja, mulai dari rakyat biasa hingga para nabi. Perasaan rindu akan tanah kelahiran memiliki akar sejarah dan keagamaan yang sangat kuat dalam tradisi Islam. Di tengah maraknya pembahasan mengenai konsep berbangsa dan bernegara, tradisi keislaman kita sebetulnya telah memotret betapa…

Lanjutkan

Menyikapi Kepercayaan Rebo Wekasan

Istilah Rebo Wekasan merupakan sebutan bagi hari Rabu terakhir di bulan Shafar. Dulu, masyarakat jahiliyah kuno mempercayai jika hari tersebut termasuk hari nahas atau keburukan. Dengan tegas, Rasulullah SAW memberikan sikap atas kepercayaan yang beredar tersebut dengan salah satu hadis yang oleh Abu Hurairah RA riwayatkan: لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ، وَفِرَّ…

Lanjutkan
4 Perempuan dalam surat at-tahrim

Belajar dari Empat Perempuan dalam Surah At-Tahrim

Ayat 10-12 at-Tahrim ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّامْرَاَتَ لُوْطٍۗ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang kufur, yaitu istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah (tanggung jawab) dua orang hamba yang saleh di…

Lanjutkan
Kisah Dua Musa: Nabi Musa dan Musa Samiri

Diasuh Jibril Jadi Kafir, Dibesarkan Fir’aun Jadi Nabi: Belajar dari Kisah Dua Musa

Masyarakat sering kali mengadopsi pandangan fatalisme sosial, sebuah kerangka berpikir yang menilai kapabilitas moral dan intelektual individu secara apriori berdasarkan silsilah serta ekosistem pertumbuhannya. Ada asumsi keliru yang telanjur kita yakini bersama. Kalau lahir di lingkungan rusak, masa depannya pasti hancur. Kalau seorang dibesarkan di lingkungan suci, jalannya pasti lurus. Menyimpulkan bahwa seseorang yang tumbuh…

Lanjutkan
Seni Berdamai Versi Syekh Mulla al-Qari

Seni Berdamai dengan Kenyataan Hidup Menurut Syekh Mulla Ali al-Qari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali terjebak dalam penyesalan atas masa lalu atau kecemasan menghadapi masa depan. Kalimat-kalimat seperti “Seandainya waktu itu saya tidak mengambil keputusan ini…” atau “Bagaimana kalau nanti rencana saya gagal?” sering kali berputar di kepala kita. Jika dibiarkan, pola pikir seperti ini akan melelahkan jiwa dan merusak kesehatan mental seorang muslim….

Lanjutkan
Saktah Sholat

Ini 6 Waktu Saktah (Diam) yang Sunah Kita Lakukan dalam Salat

Pernahkah kita memperhatikan sejenak jeda atau waktu diam di antara bacaan-bacaan dalam shalat? Di dalam ibadah shalat, terdapat momentum di mana syariat Islam menganjurkan kita untuk tidak langsung menyambung satu bacaan ke bacaan berikutnya. Jeda diam sejenak ini biasa ulama sebut dengan istilah saktah. Bagi kita yang ingin menyempurnakan kualitas salat agar lebih khusyuk, memahami…

Lanjutkan