HomeUncategorizedKhutbah Jumat: Alam Permulaan Perjalanan Akhirat

Khutbah Jumat: Alam Permulaan Perjalanan Akhirat

Uncategorized 0 2 likes 1K views share

اَلحَمدُ لِلهِ عَلَا وَقَهَرَ.وَعَزَّ وَاقْتَدَرَ. فَسُبحَانَهُ مِن إلهٍ عَظِيمٍ لَا يُمَاثَلُ وَلَا يُضَاهَا وَلَا يُدرِكُهُ بَصَرَ. أَحمَدُهُ سُبحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ مَا اختَفَى مِنهَا وَمَا ظَهَرَ. وَأَشكُرُهُ  وَلَم يَزَل سُبحَانَهُ يُولِي إِحسَانَهُ مَن شَكَر. وَأشهَدُ أن لَا إِلَاه إِلَّا اللهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ عَلَى رَغمِ أَنفِ مَن جَحَدَ بِهِ وَكَفَر. شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَومٍ لَا مَلجَأَ فِيهِ وَلَا وَزَر.  وَأَشهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبدُهُ  وَرَسُولُهُ سَيِّدُ البَشَر. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى عَبدِكَ وَرَسُولِكَ محمدٍ الَّذِي قَرَّرَ قَوَاعِدَ الإِسلَامِ حَتَّى استَقَرّ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ السَّادَةِ الغُرَر. الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ فَمَا وَهِيَ عَزمُ أحَدِهِم وَلَا فَتَر. (أَمَّا بَعدُ) فَيَا أَيُّهَا النَّاس اتَّقُوا اللهَ تَعَالى كَمَا أَمَر. وَاترُكُوا الفَوَاحِشَ مَا بَطَنَ مِنهَا وَمَاظَهَر.

            Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah…

            Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Swt. dengan senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Perlu kita sadari bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang abadi.

            Bukankah kita sering menyaksikan bagaimana kematian telah memaksa banyak orang meninggalkan orang-orang yang dikasihinya, jabatannya, harta yang dihimpunnya dengan jerih payah, lalu melemparkannya pada ruang sempit yang kita sebut sebagai liang lahat. Kita juga melihat bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang angkuh dan melampaui batas, orang-orang yang tidak mau beriman dan justru mengajak pada kekufuran, lalu dengan tiba-tiba maut datang menghampiri mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lalai, sehingga mati dalam su’ul khatimah dan membawa segala dosa yang telah diperbuat. Dan terhadap kenyataan itu, kita tentu sadar bahwa cepat atau lambat pasti akan menyusul mereka.

            Hadirin yang berbahagia…

            Perlu kita ketahui bahwa perjalanan hidup di dunia tidaklah sama dengan kehidupan akhirat. Awal dari persinggahan akhirat adalah alam kubur yang sangat mendebarkan. Jika kita selamat dari siksanya, maka perjalanan setelahnya akan lebih mudah bagi kita. Sebaliknya, jika kita tidak selamat darinya, maka perjalanan setelahnya akan semakin sulit. Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّ القَبرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِن نَجَا مِنهُ فَمَا بَعدَهُ  أيسَرُ  مِنهُ وَإِن لَم يَنجُ مِنهُ فَمَا بَعدَهُ أَشَدُّ مِنهُ

Artinya: “Sesungguhnya kubur adalah awal perjalanan akhirat. Maka jika seseorang selamat darinya maka perjalanan setelahnya akan lebih mudah. Dan jika seseorang tidak selamat darinya, maka perjalanan setelahnya akan lebih sulit.” (H.R. Turmudz)

            Hadirin rahimakumullah…

            Kemudian setelah itu adalah hari yang lebih pahit, yaitu hari ketika para Malaikat mengajak para makhluk pada sesuatu yang sangat sulit, yaitu hari kebangkitan dari alam kubur. Pandangan para makhluk akan tunduk, mereka akan keluar dari liang lahatnya bagaikan belalang yang berterbangan.

            Pada hari itu, orang-orang kafir akan berkata, “Ini adalah hari yang sulit.” Sedangkan tempat bagi orang-orang yang berbuat dosa adalah Neraka Saqar. Allah Swt. berfirman:

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ . يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), ‘Rasakanlah sentuhan api neraka!’” (Qs. Al-Qamar: 47-48)

          Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah…

          Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan waktu yang tersisa dari jatah usia kita dengan berupaya keras meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Swt. Melakukan amal saleh sebanyak mungkin sebagai bekal untuk menghadapi perjalanan panjang menuju akhirat. Sebelum semuanya menjadi terlambat dan penyesalan kemudian menjadi tidak berguna. Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah Swt. Agar selalu di jalan-Nya. Aamiin…

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ. وَلَو تَرَى إِذ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيتَنَا نُرَدُّ وَلَانُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ المُؤمِنِينَ. بَل بَدَا لَهُم مَّا  كَانُوا يُخفُونَ مِن قَبلُ وَلَو رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنهُ وَإنَّهُم لَكَاذِبُون. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِي القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُم بِالآيَاتِ وَالذِّكرِ الحَكِيمِ إنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر

Khutbah Jumat yang lain:
Prasangka Baik Kunci Keharmonisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.