Khutbah kali akan mengingatkan kita bahwasanya sangat perlu bagi kita untuk menjaga lisan kita, karena lisan merupakan amanah dari Allah. Maka marilah kita jaga dengan menggunakannya untuk dzikir, doa, ilmu, dan memberi nasihat. Jangan biarkan ia menjadi sumber dosa yang menyengsarakan di akhirat.
Khutbah: Menjaga Lisan Menjaga Hati
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله الذي جعل اللسان نعمةً عظيمةً إذا استعمل في الطاعة. نحمده سبحانه وتعالى على نعمائه، ونشكره على آلائه، ونستغفره من زلات ألسنتنا وخطايانا.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، الذي قال: «من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت»، صلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dalam kehidupan modern yang serba cepat ini, kita sering terlupa untuk menjaga lisan kita. Dan sering terjadi lisan kita menjadi sumber dosa yang tak terasa. Menjaga lisan bukan berarti hanya menjaga omongan kita, tetapi juga menjaga tangan kita untuk tidak mengetik secara sembarangan.
Pada saat ini media sosial penuh dengan komentar, debat, dan kata-kata yang meluncur tanpa kendali. Padahal, diam bisa lebih berharga daripada seribu kalimat tanpa manfaat.
Sebagaimana dawuh Imam asy-Syafi’i yang diriwayatkan dalam al-Jawahir al-Lu’lu’iyyah fi Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah karya al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah al-Jardani, beliau berkata:
من أراد أن ينور الله قلبه، فليترك الكلام فيما لا يعنيه.
Artinya: “Barangsiapa yang ingin agar Allah menyinari hatinya, hendaklah ia meninggalkan pembicaraan yang bukan urusannya.”
Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah,
Betapa banyak orang yang kehilangan ketenangan karena telah gagal menjaga lisan mereka sendiri. Perlu kita ketahui bahwasannya dengan lisan, dia bisa mengantarkan seseorang menuju surga, namun juga sebaliknya dia juga bisa menjerumuskannya ke neraka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت
Artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Diam bukan tanda bahwasannya mereka lemah, tetapi diam merupakan bukti bahwa mereka merupakan orang yang bijak karena mereka menjaga lisan. Kenapa demikian? Karena orang yang berakal atau orang yang berilmu, tahu bahwa setiap kata akan Allah mintai pertanggungjawaban kelak.
Sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 114:
لَّا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ…
Artinya: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.”
Artinya, berbicara hanya bernilai jika mengandung maslahat, membawa kedamaian, atau menebar kebaikan. Jika kita tahu bahwa bicara tidak membawa hal yang demikian maka sudah sepatutnya kita selalu menjaga lisan kita.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dalam surahAl-Mu’minun ayat 1–3, Allah menegaskan bahwa di antara ciri orang beriman yang beruntung ialah:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ، الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ، وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Artinya: “Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya, dan menjauhkan diri dari perbuatan serta perkataan yang tidak berguna.”
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ، تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Artinya: “Sebagian dari tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)
Jama’ah yang berbahagia,
Diam bukan berarti tidak peduli, tetapi merupakan cara terbaik untuk menjaga lisan dan hati dari penyakit riya’, ghibah, dan debat kusir. Orang yang sedikit bicara tetapi banyak berpikir, hatinya akan tenang dan akalnya terang. Karena, sebagaimana kata Imam asy-Syafi’i, “Ada tiga hal yang bisa menambah kecerdasan seseorang: Pertama adalah berkumpul atau duduk bersama ulama, kedua adalah berkumpul dengan orang-orang saleh, dan ketiga adalah meninggalkan pembicaraan yang tidak berarti.”
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.





