Khutbah Jumat: Pembagian Dunia

Tiga jenis dunia

Khutbah kali ini akan membahas mengenai pembagian dunia yang terbagi menjadi tiga bagian. Yakni terpuji, tercela dan mubah. Maka dari itu perlu kita pahami mana yang perlu kita hindari dan perlu kita jalani di kehidupan dunia ini.

Khutbah Pertama

الحمد لله الذي زين قلوب أوليائه بأنوار الوفاق، وسقى أسرار أحبائه شراب الاشتياق، وألزم قلوب الخائفين الوجل والإشفاق، فلا يعلم الإنسان في أي الدواوين كتب ولا في أي الفريقين يساق، فإن سامح فبفضله وإن عاقب فبعدله، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، سيد الخلائق على الإطلاق.
اللهم صلِّ وسلِّم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم التلاق.

أوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون، قال الله تعالى في محكم التنزيل:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Baca juga: Khutbah Jumat: Menyikapi Ujian

Para jamaah sholat jumat yang berbahagia, mari kita ketahui, bahwa pengetahuan kita mengenai kehidupan dunia tidak akan tercukupi, sampai kita mengenal apa itu? Apa yang wajib kita jauhi? Dan apa yang tidak wajib kita jauhi? Serta apa yang wajib kita jalani?

Sudah sepatutnya kita mengetahui hal ini, karena hal yang tercela adalah musuh yang memutus jalan kita untuk menuju Allah.

Para ulama menjelaskan, dunia dan akhirat itu dua keadaan yang berbeda: Dunia adalah: segala sesuatu sebelum mati. Sedangkan Akhirat adalah: segala sesuatu setelah mati.

Baca juga: Khutbah Jumat: Menyayangi Alam

Maka, setiap bagian, seperti syahwat, dan kenikmatan yang kita rasakan sebelum kita wafat maka itulah yang bernama dunia. Namun, perlu kita pahami bahwasannya tidak semua hal itu adalah tercela.

Dunia terbagi menjadi tiga:

Pertama: Dunia yang terpuji

Yaitu segala sesuatu yang menyertai atau menemani kita ketika di dunia dan tetap akan ikut sampai akhirat: ilmu dan amal.

Ilmu apa saja bisa kita katakan dunia yang terpuji? Yakni ilmu tentang Allah, sifat-sifat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, serta syariat Nabi-Nya. Kemudian, amal apa yang juga bisa masuk golongan yang terpuji? Yakni Amal ibadah yang ikhlas karena Allah.

Baca juga: Khutbah Jumat: Pemimpin dan Pertanggungjawaban

Seorang alim yang telah merasakan kenikmatan dari ilmunya maka dia akan menikmatinya melebihi dari makanan atau tidur, hingga ilmu tersebut telah menjadi bagian dari akhiratnya.

Sedangkan seorang ahli ibadah yang telah merasakan nikmat dengan ibadahnya, sampai-sampai jika dia terhalangi untuk melaksanakan ibadahnya, maka dia akan merasa bahwa itu hukuman paling berat baginya.

Nabi ﷺ bersabda:

«حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمُ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ» (رواه النسائي وأحمد)

“Dijadikan kecintaan kepadaku dari dunia kalian tiga perkara: wanita, wewangian, dan penyejuk hatiku ada dalam shalat.”

Baca juga: Khutbah Jumat: Muhasabah, Membuat Diri Berubah

Nabi menyebutkan shalat sebagai kenikmatan dunia, tetapi sejatinya shalat merupakan perantara yang mengantarkan seseorang kepada akhirat.

Kedua: Dunia yang tercela

Yaitu segala kesenangan yang hanya berhenti di dunia, tanpa ada buahnya di akhirat.

Kesenangan maksiat atau kesenangan mubah yang berlebihan seperti: menumpuk harta, rumah bermegah-megahan, pakaian bermewah-mewahan, makan secara berlebihan, menumpuk kendaraan.

Baca juga: Khutbah Jumat: Bersyukur atas Kelahiran Nabi Muhammad

Inilah yang Allah Ta‘ala peringatkan dalam al-Quran:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ.

Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik. (QS. Al-Imran 14)

Ketiga: Dunia yang mubah

Adapun bagian ketiga adalah perkara yang menjadi kebutuhan pokok manusia, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan sarana hidup lainnya. Itu bukanlah hal tercela selama tidak berlebihan. Yang tercela adalah berlebih-lebihan, berlomba dalam kemewahan, dan melupakan akhirat.

Karena itu, Sahabat Umar bin al-Khaṭṭāb pernah menegur Abu al-Dardā’ ketika membangun sesuatu yang berlebihan. Beliau mengingatkan bahwa hal yang melampaui batas kebutuhan hanyalah kesia-siaan.

Baca juga: Khutbah Jumat: Mari Tebarkan Kebaikan

Maka, mari kita jadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat, bukan sebagai tujuan. Dunia ini hanyalah ladang untuk menanam amal. Nabi ﷺ bersabda:

«الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ»

“Dunia adalah ladang untuk akhirat.”

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا، ولا مبلغ علمنا، ولا إلى النار مصيرنا، واجعل الجنة هي دارنا وقرارنا برحمتك يا أرحم الراحمين.

عباد الله، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses