Ribuan Santri Lirboyo Tak Ingin Lewatkan Barokah Majelis Sholawat Kubro Pamungkas

Majelis Gholawat Kubro

Lirboyo – Suasana religius menyelimuti Pondok Pesantren Lirboyo saat ribuan santri menggelar Majelis Sholawat Kubro Pamungkas. Pertemuan spiritual ini menjadi penutup rangkaian majelis di penghujung tahun, sekaligus menyambut momentum masuknya bulan Rajab sebagai sarana refleksi dan penguatan cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Lirboyo Gelar Ujian Semester Genap 1447 H, Libatkan 783 Pengawas dan Sistem Digital

Gema Kalam Ilahi dan Semangat Istiqomah

Nadhif Putra Pratama, santri kelas VI Ibtidaiyah, membuka acara dengan sangat syahdu. Ia melantunkan ayat pertama Surat Al-Isra’ yang mengisahkan peristiwa saat Allah SWT memberangkatkan Rasulullah SAW menghadap-Nya—sebuah pilihan ayat yang sangat tepat mengingat umat Islam kini memasuki bulan Rajab.

Ketua Umum Pondok Pesantren Lirboyo, Agus HM. Nururrohman Ya’lu, memimpin pembacaan tawassul sekaligus membakar semangat para santri dalam sambutannya. Beliau menekankan betapa pentingnya menjaga konsistensi ibadah.

“Kita sudah berada di penghujung tahun dan ini merupakan Majelis Sholawat Kubro terakhir tahun ini. Harapan kita, Allah terus memberikan keistiqomahan kepada kita hingga tahun-tahun berikutnya,” tutur beliau.

Beliau juga mengingatkan bahwa waktu bergerak sangat cepat dan kesempatan tidak akan terulang. “Jangan kalian sia-siakan kesempatan menghadiri majelis seperti ini. Ingat, saat kalian mampu mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, maka hal itu tidak lagi terhitung sebagai kegagalan,” tegasnya.

Baca juga: 1.173 Kiai dan Pengurus NU Satukan Aspirasi dalam Musyawarah Kubro di Lirboyo

Sholawat sebagai Simbol Persatuan

Kemeriahan rohani mencapai puncaknya saat Majelis Sholawat Kubro Nusantara melantunkan bait-bait Maulid ad-Diba’i.

Di tengah kekhusyukan tersebut, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, LC., M.A. (Gus Reza) menyampaikan Mauidzatul Hasanah yang mengupas tuntas hakikat cinta dan iman.

Gus Reza mengawali tausiyah dengan mengingatkan keutamaan bulan Rajab. Mengutip pendapat Imam Syafi’i, beliau menjelaskan bahwa Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya pada lima malam istimewa, salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab.

“Majelis sholawat telah mewarnai sejarah Islam sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Pada abad kedua zaman Abbasiyah, seorang wanita hebat berhasil menyatukan rakyat dengan mengumpulkan penduduk Makkah dan Madinah untuk bersholawat serta berbagi makanan. Artinya, semangat majelis sholawat adalah semangat ittihad atau persatuan,” jelas Gus Reza.

Baca juga: Lirboyo Gebyarkan Muhafadhoh Akhirussanah: Dari Nadzam Aqidatul Awam Hingga Al-Quran Juz 3

Hakikat Mahabbah: Dari Ilmu Menuju Hakikat

Gus Reza dalam ceramahnya malam tadi menguraikan lima tingkatan iman (maratib al-iman) dengan sangat menarik: mulai dari imanu taqlidin (ikut-ikutan), imanu ilmin (berdasar ilmu), imanu ‘iyanin (ainul yaqin), imanu haqqin (haqqul yaqin), hingga tingkat tertinggi yaitu haqiqat atau al-fana’.

Beliau menggunakan analogi sederhana untuk menjelaskan perbedaan tingkatan tersebut:

“Jika kalian tahu salju itu dingin, itu namanya ilmul yaqin. Jika kalian melihat orang memakai jaket tebal karena suhu salju, itu namanya ainul yaqin. Namun, saat kalian menyentuh sendiri dan merasakan langsung dinginnya salju, itulah yang kita sebut haqqul yaqin.”

Gus Reza menegaskan bahwa Al-mahabbatu manba’u al-iman—cinta adalah sumber keimanan. Beliau juga menyelipkan pesan agar para santri menghindari “cinta gombal” kepada Rasulullah.

“Seseorang yang betul-betul mencintai sosok tertentu pasti akan sering mengingat dan menyebut namanya (katsratudz dzikri), serta menyerahkan segalanya untuk sosok tersebut. Kalau mengaku cinta Nabi tapi jarang bersholawat, itu namanya cinta gombal,” seloroh beliau yang mengundang tawa para santri.

Acara berakhir dengan doa bersama, membawa harapan besar agar energi spiritual dari majelis pamungkas ini menjadi bekal bagi para santri untuk menyongsong tahun baru dengan iman yang lebih kokoh.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

One thought on “Ribuan Santri Lirboyo Tak Ingin Lewatkan Barokah Majelis Sholawat Kubro Pamungkas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses