Lirboyo, (14/04/2026) — Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo sejak pukul 09.00 WIB sukses mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, hingga inovator teknologi dalam satu ekosistem kolaboratif. Kegiatan ini dipusatkan di area selatan Aula Al-Muktamar dan dihadiri peserta dari berbagai SPPG dan pengusaha di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Acara yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Gizi Nasional (BGN) ini secara resmi dibuka pukul 09.30 WIB oleh MC; Syauqi Multazam.
Baca juga: Ribuan Santri Penuhi Aula Muktamar dalam Agenda Halal Bihalal Safari Ramadan LIM
Sambutan atas nama BSI
Perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam sambutannya memaparkan capaian institusi, termasuk posisinya sebagai bank syariah dengan peringkat ke-6 secara nasional. Selain itu, BSI juga aktif mendukung program pemerintah, di antaranya melalui pembinaan 5.649 unit UMKM serta dukungan terhadap 1.350 titik program MBG. BSI juga tercatat sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar ketiga di Indonesia dengan total penyaluran mencapai Rp12,2 triliun kepada lebih dari 90 ribu nasabah.
Baca juga: Setengah Abad Berdiri, Akhirnya Gedung Al-Ihsan Dibongkar
Sambutan atas nama BSN
Sementara itu, Bpk. Toni Ardiansyah selaku perwakilan Bank Syariah Nasional (BSN) menjelaskan bahwa BSN merupakan bank baru hasil penggabungan BTN dan Fiktoria Syariah yang resmi berdiri pada 20 Desember. Saat ini, BSN telah memiliki 672 outlet di seluruh Indonesia dan berkomitmen mendukung program MBG melalui pembiayaan investasi serta modal kerja.
Baca juga: Halal Bihalal Santri 1447 H.
Sambutan BPD Bank Jatim
Dari sektor perbankan daerah, Bpk. Solehuddin mewakili BPD Bank Jatim Syariah memaparkan skema pembiayaan yang ditawarkan, meliputi pembiayaan modal kerja dan investasi. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah SPPG di Jawa Timur mencapai sekitar 3.500 unit, yang menjadi potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis komunitas.
Sambutan LPPNU PCNU Blitar
Turut hadir pula perwakilan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPPNU), KH. Ma’shum, yang memaparkan tiga program unggulan LPPNU PCNU Kabupaten Blitar.
- Ngaji Tani, sebuah program pemberdayaan berbasis sektor riil yang mencakup perikanan (budidaya lele, nila, dan sejenisnya), pertanian (seperti pisang dan anggrek), peternakan (termasuk bebek petelur), hingga pengolahan pupuk organik serta kegiatan konservasi dan penghijauan.
- Pendampingan Perhutanan Sosial yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan, pembibitan tanaman kehutanan, serta penataan dan penandaan batas wilayah.
- Kemitraan proyek komersial yang meliputi pengembangan usaha berbasis hidroponik dan budidaya komoditas bernilai ekonomi seperti kakao putih.
Baca juga: 50 Grup Shalawat Bersaing dalam Festival Rebana Santri ke-15
Sambutan atas nama Freenag
Selain itu, Bpk. H. Gunawan dari Freenag yang merupakan salah satu brand-trademark dari PT Terang Dunia Lestari Group yang bergerak di bidang Inovasi dan Aplikasi Energi Baru dan Terbarukan, dengan fokus pada garam konsumsi dan industri.
Sambutan atas nama Koperasi Smart Pesantren
Dari kalangan pesantren, Gus Ulunnuha sebagai perwakilan Koperasi Smart Pesantren menegaskan peran koperasi dalam memperkuat kemandirian ekonomi santri melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis syariah.
Puncak acara diisi dengan sesi business matching, di mana para peserta berinteraksi langsung dengan berbagai booth yang tersedia. Kegiatan ini menjadi ruang konkret bagi pelaku usaha untuk menjalin kemitraan, mengakses pembiayaan, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi lintas sektor.
Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Roti Pondok Pesantren Lirboyo
Tokoh nasional juga turut hadir
Pada kesempatan tersebut, para tokoh nasional turut hadir dan menutup rangkaian kegiatan dengan meninjau langsung booth-booth yang tersedia di area acara. Hadir di antaranya Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Bapak Dicky Kartikoyono; Wakil Badan Gizi Nasional, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya; Kepala Tim Koordinasi dan Akselerasi Program MBG, Nyai Hj. Alissa Wahid; Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Bapak M. Ismail; dan Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Ibu Yunita Lindasari.
Melalui FEBIS, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi syariah yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Khususnya dalam mendorong pertumbuhan UMKM berbasis pesantren di Indonesia.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
