Dalam Doa dan Kenangan: Haul KH. Ahmad Idris Marzuqi ke-12

Suasana malam yang khidmat menyelimuti kediaman almarhum Almaghfurlah KH. Ahmad Idris Marzuqi di Pondok Pesantren Putri Tahfidzil Quran Lirboyo, Kamis malam (15/01/2026 atau bertepatan dengan malam 27 Rajab). Setelah salat Isya, para masyayikh dan dzuriyah Pondok Lirboyo, santri, serta para simpatisan tampak larut dalam doa dan renungan pada peringatan Haul ke-12 wafatnya beliau.

Baca juga: 50 Grup Shalawat Bersaing dalam Festival Rebana Santri Lirboyo ke-15

Inisiator berdirinya Himasal

KH. Ahmad Idris Marzuqi merupakan sosok ulama kharismatik sekaligus inisiator berdirinya organisasi besar alumni Lirboyo, HIMASAL. Dua belas tahun telah berlalu sejak wafatnya, namun jasa dan perjuangan beliau tetap hidup dalam ingatan para santri dan keluarga besar Lirboyo.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Roti Pondok Pesantren Lirboyo

Rangkaian acara

Acara haul berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, dipandu oleh MC Agus HM. Abdul Muid Shohib. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan. Kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sdr. Masfuhin Faqih, pembacaan Surat Yasin oleh KH. Abdul Hamid Abdul Qadir, serta tahlil yang dipimpin oleh KH. AHS. Zamzami Mahrus. Doa kemudian dipanjatkan oleh KH. M. Anwar Manshur.

Baca juga: Bedah Buku Nasionalisme Religius, Kupas Manhaj Kebangsaan Ulama Nusantara

Sambutan atas nama keluarga sekaligus mauidzah

Dalam sambutannya, Sohibul Bait KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus yang sekaligus menyampaikan mauidzah hasanah mengungkapkan sejumlah sisi keteladanan KH. Ahmad Idris Marzuqi. Beliau menyampaikan bahwa almaghfurlah sejak kecil dididik langsung oleh ayahandanya, KH. Marzuqi Dahlan, bahkan dalam beberapa kesempatan menerima pengajaran pada malam hari. Dalam perjalanan keilmuannya, KH. Ahmad Idris Marzuqi juga pernah mengikuti pengajian pasaran di Pondok Pesantren Ploso dan Watu Congol.

Baca juga: Setengah Abad Berdiri, Akhirnya Gedung Al-Ihsan Dibongkar

Abuya Kafa: “Karakter beliau dengan keluarga itu mengalah”

Abuya Kafa—sapaan akrab para santri Lirboyo—menambahkan bahwa dalam kehidupan keluarga, almaghfurlah dikenal memiliki karakter rendah hati dan mengalah. Beliau menegaskan bahwa haul merupakan bentuk penghormatan kepada sosok yang memiliki jasa besar dalam perjuangan pendidikan dan dakwah. 141 香港

“Menghadiri haul para guru adalah wujud syukur kita. Sebagaimana hadis, man lam yasykurin naas lam yasykurillah, karena mensyukuri perantara adalah bagian dari mensyukuri Allah SWT,” ungkap beliau.

Baca juga: 1.173 Kiai dan Pengurus NU Satukan Aspirasi dalam Musyawarah Kubro di Lirboyo

Penutup

Acara haul ke-12 ini ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus dan KH. M. Anwar Manshur, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan dengan penuh harap dan keberkahan.

Tonton juga selengkapnya:

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses