Pesantren Lirboyo Gelar Maulid Nabi Selama Tiga Hari

Lirboyo, (02/09/2025) — Ketika masa liburan tiba, sebagian besar pelajar atau pekerja biasanya memilih pulang ke rumah atau pergi berwisata untuk melepas penat. Namun, hal berbeda justru terlihat di Pondok Pesantren Lirboyo. Para santri semakin memperbanyak aktivitas bernuansa ibadah dengan menggelar perayaan Maulid Nabi selama tiga hari berturut-turut.

Baca juga: Lirboyo Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah

Maulid hari pertama

Pada hari pertama liburan, ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo tumpah ruah di Masjid Kasepuhan Lirboyo pada Rabu (3/9/2025) malam untuk mengikuti peringatan Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad saw. Keterbatasan tempat tak menyurutkan semangat; para santri bahkan meluber hingga memenuhi jalan raya sepanjang kurang lebih 500 meter dari lokasi acara.

Baca juga: Santri Lirboyo Gelar Upacara HUT RI ke-80

Rangkaian acara

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Hilmi Musyafa’, dilanjutkan iftitah oleh KH. An’im Falahuddin Mahrus. Bertindak sebagai pembawa acara yakni Ustaz Ghifar Fathillah.

Baca juga: Kang Said Aqil Hadiri Haul KH. Imam Yahya Mahrus ke-14

Mauidzah KH. Abdullah Kafabihi Mahrus

Dalam mau‘idzah hasanahnya, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menekankan pentingnya rasa syukur atas rahmat Allah, salah satunya adalah Allah mengutus Nabi Muhammad saw. menjadi Rasul. Beliau mengingatkan, “Rahmat Allah merupakan nikmat yang agung. Manusia bisa diterima di tengah masyarakat juga karena rahmat Allah. Dan salah satu rahmat terbesar adalah diutusnya Kanjeng Nabi Muhammad sebagai rahmatan lil-‘alamin.”

KH. Kafabihi juga menyinggung peristiwa di hari kiamat, ketika umat terdahulu (al-awwalun) maupun umat belakangan (al-akhirun) mendatangi Nabi Muhammad untuk memperoleh syafaat. “Semoga dengan adanya peringatan ini kita mendapat syafaat beliau,” ujar beliau.

Seusai mauidzah pertama, Tim Rebana Lirboyo Selection membawakan Maulid ad-Diba’i. Ribuan santri ikut melantunkan bacaan dengan khidmat, menciptakan suasana religius tanpa huru-hara apalagi berjoget ria.

Acara pamungkas adalah mauidzah hasanah kedua sekaligus doa oleh KH. An’im Falahuddin Mahrus.

Baca juga: Lirboyo Gelar Seminar Kebangsaan dan Bedah Kitab Fath al-Maydan

Mauidzah KH. An’im Falahuddin Mahrus

Dalam mau‘idzahnya, KH. An’im Falahuddin Mahrus menyampaikan materi dengan merujuk pada karya Sayyid Muḥammad bin ‘Alawī al-Ḥasanī berjudul Ḥawla al-Iḥtifāl bi-Żikrā al-Maulid al-Nabawī al-Syarīf. Sebelum memulai pembahasan, beliau terlebih dahulu mengirimkan bacaan Al-Fatihah kepada pengarang kitab tersebut, sebuah tradisi yang lazim di lingkungan pesantren.

Setelah itu, beliau memanjatkan doa penutup. Dan dalam doa tersebut beliau juga menyelipkan harapan khusus untuk bangsa Indonesia agar senantiasa Allah beri kedamaian, keteduhan, dan kesejahteraan di tengah dinamika yang terjadi belakangan ini.

“Semoga bangsa kita dijadikan bangsa yang teduh, bangsa yang damai dan bangsa yang sejahtera”.

Baca juga: Peresmian Pondok Cabang Lirboyo XXIV di Pacitan Berlangsung Khidmat

Saksi bisu

Masjid Kasepuhan sendiri memiliki nilai historis mendalam bagi santri Lirboyo. Berdiri sejak 1913 M, masjid ini menjadi saksi bisu tradisi ta’dhim dan mahabbah santri kepada Nabi Muhammad SAW yang terus terjaga lintas generasi.

Rangkaian berlanjut pada Kamis (4/9/2025) di Aula al-Muktamar, sementara pada hari ketiga (5/9/2025) peringatan di masing-masing kamar santri. Tradisi perayaan ini sejalan dengan surat edaran Madrasah Hidayatul Mubtadiin agar liburan santri diisi dengan kegiatan positif.

Semoga dengan adanya kegiatan ini, para santri mendapatkan barokah para masyayikh Lirboyo dan syafaat Rasulullah kelak di hari kiamat. Amin.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses