Khutbah Jumat: Pemuda Pemegang Estafet Agama, Bangsa & Negara

اَلْحَمْدُ للهِ العظِيمِ شَأْنُهُ الدَّائِمْ سُلْطانُهُ الْحَمِيْمْ إِحْسانُهُ الْجَزِيْل اِمْتِنَانُه.
فَسُبْحانَ مَنْ أَطلَعَ شَمْسَ مَعْرِفَتِه فِي قُلُوْبِ أَهْلِ مَحَبَّتِه. وَأَكْمَلَ عَلَيْهِمْ فَضْلَهُ وَإِحْسَانَه.
وَأَرْسَلَ غَيْثَ إِعانَتِهِ إِلَى قُلُوْبِ أَهْلِ وِلَاَيتِه.
أَحَمَدُهُ سُبْحانَهُ على مَا أَوْلَاهُ مِنْ عَمِيْمِ كَرَمِه  وَوَاسِعِ إِحْسانِه.وَأَشْكُرُ شُكْرِيْ مِنْ مَنِّهِ فَكَيْفَ أَبْلُغُ شُكْرَانَه.
وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. فَيآأَيُّها النَّاس اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقاتِه ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنْتُم مُسلِمُون.

Hadirin Jam’ah Jum’at yang berbahagia…

Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan selalu berusaha mejalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan iman dan ketakwaan kita bisa meraih ridha dari Allah Swt. Amin.

            Perlu kita ketahui bersama bahwa Allah Swt. telah menganugerahkan kepada kita semua sebagai manusia yaitu sesuatu yang begitu berharga, bernilai tinggi, yang dapat mengahantarkan manusia mencapai kemuliaan melebihi makhluk yang lainnya. Anugerah tersebut tak lain adalah akal fikiran. Tanpa akal dan fikiran munusia hanyalah sosok makhluk yang tak lebih dari seekor hewan, ia tak berbeda dengan kambing, kerbau, sapi, dan hewan-hewan yang lain. Allah Swt. Berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ( Q.S At-Tiin : 4).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

            Allah Swt. memberi anugerah yang berupa akal kepada manusia untuk mengangkat derajat manusia. Dengan akal  ia bisa menemukan jalan, membedakan antara hitam dan putih, antara baik dan buruk, dan membuatnya selamat atau celaka. Kita diberi akal yang cerdas, kita dianugerahi fikiran agar menjadi pandai. Cerdas dan pandai menurut Rasulullah Saw. adalah sebagaimana yang di jelaskan dalam sabda beliau :

اَلْكَيْسُ مَنْ دانَ نَفْسَهُ وعَمِلَ لِما بَعْدَ الْمَوْتِ. وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وتَمَنَّى علَى اللهِ.

Artinya : Orang cerdas adalah orang yang mau memaksa diri beribadah dan beramal untuk ( bekal ) setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang menuruti nafsu pada keinginannya, sementara ia berharap ( Surga ) kepada Allah. ( H.R. Baihaqi).

            Anugerah agung ini harusnya tidak kita sia-siakan. Karunia berharga ini mestinya tidak kita biarkan berlalu tanpa guna. Kita harus mensyukuri dengan menggunakannya sesuai tujuan penciptaannya. Kita harus memafaatkan secara maksimal untuk menimba dan menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Sebab, ilmu agama adalah kunci kebaikan seseorang. Rasulullah Saw.  bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ.

Artinya : Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memintarkannya dalam urusan agama. ( H.R Bukhari dan Muslim )

Hadirin jama’ah Jum’at yang di rahmati Allah…

Usia remaja adalah usia yang sangat produktif untuk menuntuk ilmu. Tubuh yang masih bugar dan akal fikiran yang  masih tajam harus terus diasah selagi kesempatan masih terbuka lebar. Tantangan zaman yang akan dihadapi kelak tentunya lebih berat daripada masa sekarang. Generasi muda sekarang harus bersiap menjadi generasi yang tangguh menatap gelombang badai yang siap menghantam.

Generasi muda muslim zaman sekarang harus menjadi pemimpin masa depan. Karena masa depan agama dan bangsa tergenggam di tangan, terpikul di atas pundak generasi muda. Selagi pintu masih terbuka lebar, tuntutlah ilmu sebanyak mungkin. Tapi, bukan hanya dicari dan di simpan. Setelah di peroleh, ilmu juga harus diamalkan semaksimal mungkin. Allah Swt. akan membuka pengetahuan baru tentang hal-hal yang belum diketahui. Rasulullah Saw. bersabda :

مَنْ عَمِلَ بِما عَلِمَ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ ما لَمْ يَعْلَمْ

Artinya : Barang siapa mengamalkan apa yang telah ia ketahui, niscaya Allah akan menganugerahkan pengetahuan tentang apa yang belum ia ketahui. ( H.R. Abu Nu’aim ).

Kepada para orang tua khusunya, melihat kenyataan zaman yang kian rusak moralnya dan budaya hidup yang kian merosot, kita harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak kita. Pengawasan yang lebih terhadap pergaulan mereka agar tidak terjerembab dalam jurang kenistaan. Sebagai orang tua, kiranya kita perlu belajar kepada Nabi Ya’qub As. . Saat mendekati ajal, beliau bertanya kepada putra-putra beliau perihal nasib agama mereka sepeninggal beliau kelak.  Akankah mereka memegang teguh agama yang mereka selama ini diajarkannya, ataukah mereka akan kembali mengulangi kesesatan? Kisah ini telah diabadikan dalam Al-Qur’an :

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ.

Artinya : “Adakah kalian hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” ( Q.S.Al- Baqarah : 133 ).

Hadirin jama’ah Jum’at yang berbahagia…

            Dari kisah itu, kita tahu bahwa perhatian terpenting orang tua kepada anaknya adalah pada masalah agama dan keselamatan moral putra-putrinya. Bukan hanya nasib kehidupan duniawi saja, melainkan ilmu dan adab sebagai bekal dalam menjalani hidup yang penuh rintangan dan tantangan. Warisan harta benda cenderung membuat anak-anak kita tidak rukun karena memperebutkannya, jika mereka tidak dibekali ilmu dan adab.

Sedangkan warisan ilmu akan menunjukkannya menjadi generasi yang bermoral dan berbudi luhur. Rasulullah Saw. juga tidak meninggalkan harta benda sebagai warisan untuk keluarga dan umatnya. Beliau meninggalkan dua perkara yang akan menjadi penuntun umat sepanjang masa, menunjukkan mereka pada jalan kebahagian Dunia dan Akhirat. Dua perkara itu tak lain adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Rasulullah bersabda :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلّوُا ما تَمَسَّكْتُمْ بِهِما كتابَ اللهِ وسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya : Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu: kitabullah ( Al-Qur’an) dan  Sunnah Rasulullah. ( H.R. Malik ).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

Demikianlah khutbah Jumat pada kesempatan ini, semoga kita selalu dianugerahi hidayah dan inayah oleh Allah Swt. dalam menjalankan segala aktivitas hidup ini. Sehingga, kelak kita akan menjemput keselamatan dan keberuntungan Dunia dan Akhirat. Menjemput ridha Allah Swt di Akhirat Kelak.  Amin

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.