Bersih-bersih masal; Ikhtiar Menuju Lingkungan yang Selalu Nyaman untuk Belajar

Roan Bersih-bersih pondok

Lirboyo – Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan di Pondok Pesantren Lirboyo, slogan ini tidak hanya menjadi hafalan, melainkan nafas dalam keseharian. Jumat 16 Januari 2026 beberapa hari sebelum memasuki penghujung tahun ajaran, semangat roan atau kerja bakti bersih-bersih massal kembali terselanggara untuk memastikan lingkungan pondok tetap asri dan nyaman sebagai tempat menuntut ilmu.

Peningkatan Kesadaran Kebersihan dari Tahun ke Tahun

Sejak dirintis secara intensif pada tahun 2021, agenda roan di Lirboyo menunjukkan tren yang sangat positif. Panitia kebersihan mencatat adanya peningkatan disiplin dan kepedulian santri terhadap lingkungan selama satu tahun terakhir. Meski belum mencapai titik maksimal, namun perubahan perilaku santri yang mulai sadar akan pentingnya akan senantiasa menjaga kebersihan menjadi kabar baik bagi masa depan pesantren.

Baca juga: Dalam Doa dan Kenangan: Haul KH. Ahmad Idris Marzuqi ke-12

“Alhamdulillah, mulai ada peningkatan dari tahun ke tahun mengenai kepedulian lingkungan. Santri makin sadar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” ujar salah satu perwakilan panitia kebersihan.

Istiqomah dalam Kebersihan

Sepanjang tahun ini saja, agenda roan besar (tidak menghitung roan bersih-bersih yang berjalan harian dan mingguan) telah terlaksana sebanyak 19 kali. Frekuensi yang cukup tinggi ini menunjukkan komitmen pengurus dalam menjaga sanitasi pondok. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen pesantren, mulai dari santri, pengurus, Dewan Blok, hingga para tamatan yang turut mengawal jalannya agenda.

Baca juga: 50 Grup Shalawat Bersaing dalam Festival Rebana Santri Lirboyo ke-15

Mekanisme kontrol bersih-bersih pun dilakukan secara ketat. Pihak kebersihan berkoordinasi dengan Dewan Blok untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan terjun langsung ke lapangan guna memastikan setiap sudut pondok tersentuh tangan-tangan santri.

Tantangan di Lapangan

Meski kesadaran meningkat, tantangan tetap ada. Panitia menggarisbawahi dua kendala utama:

  1. Kesadaran Para Santri: Masih ditemukan beberapa santri yang kurang peka terhadap kebersihan di sekitar.
  2. Infrastruktur Saluran Air: Penataan saluran pembuangan air (got) yang belum sepenuhnya tertata, menjadi fokus perhatian agar tidak menimbulkan bau atau genangan di musim hujan.

Roan Bersih-bersih Akbar: Menyisir Seluruh Sudut Pondok

Pada agenda roan kali ini, cakupan area pembersihan adalah seluruh wilayah yang berada di Pondok Induk. Tidak ada pembagian kelompok khusus, semua bergerak bersama menyisir:

  • Bagian dalam kamar dan loteng.
  • Tangga, jemuran, dan jalan depan kamar.
  • Saluran irigasi atau selokan.

Semua terlaksana tanpa adanya perbedaan dari satu santri ke santri yang lain, semuanya bergerak secara bersama.

Pesan Cinta untuk Almamater

Menutup rangkaian agenda bersih-bersih ini, panitia menitipkan pesan mendalam bagi seluruh santri. Kebersihan pasca-roan harapannya tidak hanya bertahan sehari dua hari, melainkan menjadi gaya hidup permanen.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Roti Pondok Pesantren Lirboyo

“Sayangi dan cintailah pondok kita ini dengan sepenuh hati. Caranya sederhana: selalu peduli lingkungan dan jangan buang sampah sembarangan. Ingatlah, perilaku tidak tertib terhadap sampah bukanlah warisan yang diberikan oleh para guru kita.

Dengan semangat khidmah melalui kebersihan, semoga Pondok Pesantren Lirboyo tidak hanya melahirkan santri yang alim secara keilmuan, tetapi juga teladan dalam menjaga keasrian lingkungan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses