Seminar Jam’iyyah Nahdliyyah II: Kiprah Santri di Era Modernisasi

Lirboyo (13/11/2025) — Majelis Musyawarah Madrasah Hidayatul Mubtadiin (M3HM) kembali menyelenggarakan Seminar Jam’iyyah Nahdliyyah untuk kedua kalinya pada tahun ini. Kegiatan tersebut mengusung tema “Kiprah Santri di Era Modernisasi: Menghidupkan Tradisi Pesantren dari Ngaji Kitab ke Kiprah Umat.”

Baca juga: 1240 Santri Lirboyo Ikuti Pendidikan Dasar PKPNU

Pra acara

Meskipun hujan turun sejak siang hari, para santri tetap antusias menghadiri acara yang digelar di Aula Al-Muktamar tersebut. Sebelum acara dimulai, Tim Lirboyo Selection membuka suasana dengan lantunan salawat yang dibawakan secara kompak, menambah khidmat suasana malam itu.

Tepat pukul 19.00 WIB, acara resmi dibuka dengan penampilan tiga pembawa acara yang menggunakan tiga bahasa berbeda—Arab, Indonesia, dan Inggris. Hal ini menjadi bukti nyata semangat santri dalam menguasai bahasa asing.

Baca juga: Santri Lirboyo Antusias Ikuti Pelatihan Konstruksi Bersertifikat Bersama Kementerian PU

Rangkaian acara

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan Gema Kalam Ilahi oleh Faza Muhammad Billah. Dilanjutkan dengan penampilan juara lomba Mading Hidayah oleh santri kelas III Aliyah.
Penampilan ini merupakan salah satu penampilan menarik datang dari perwakilan santri yang membawakan syiir berbahasa Arab yang diberi judul “Jauharul al-Bahri.” Syiir berisi pujian dan tawassul kepada para masyayikh Lirboyo itu diselingi puisi dan diiringi tabuhan gendang serta harmonika. Keindahan lantunan bait-baitnya membuat para peserta seminar terpukau.

Baca juga: Seminar Pesantren Ramah Anak dalam Rangka Hari Santri Nasional 2025

Para pemenang lomba Mading Hidayah

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah Lomba Mading Hidayah, yang dipandu oleh Firdaus Maulana Firmansyah. Berikut para pemenang dari berbagai kategori:

KategoriJuaraNamaKelasAsal
Esai Fikih Ilmiah1M. Arfan AhwadzyMA Smt. VIJakarta
Esai Fikih Ilmiah2Ahmad MaskurMA Smt. VILampung
Karikatur1Showan Arhama SyihamIII TsanawiyahKudus
Karikatur2Misbakhul MunirIII AliyahYogyakarta
Cerpen1Yasir LanaMA Smt. VICirebon
Cerpen2Pirman BadruzzamanMA Smt. VICiamis
Puisi1M. Ibnu Abi DuniaIII AliyahCirebon
Puisi2M. Nuzulur RomadhonI AliyahSidoarjo
Syair1M. RozaqiIII AliyahBatang
Syair2Maksum MustofaIII AliyahLampung

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Agus Aminullah Mahin dan Bapak Syarif Subhan selaku perwakilan Mudir Madrasah dan Ma’had Aly Lirboyo.

Sambutan Mudir MHM & Ma’had Aly

Dalam sambutannya, Agus Aminullah Mahin menyampaikan rasa syukur karena hujan yang turun sejak siang telah berhenti tepat saat acara dimulai. Ia juga memberikan apresiasi kepada M3HM atas keberhasilan menyelenggarakan seminar untuk kedua kalinya.
“M3HM terus berinovasi dan memberikan kajian bagi para santri. Dalam dua tahun terakhir, M3HM telah membuka kursus Qaidah Fikih dan Ushul Fikih, bahkan insyaallah akan menambah kursus Ilmu Falak,” ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa seluruh program kursus tersebut digratiskan dengan syarat peserta berkomitmen untuk mengikuti sampai akhir. “Lulusan Lirboyo nanti juga akan memiliki gelar SFU (Sarjana Fikih dan Ushul Fikih),” tambahnya.
Agus Aminullah juga mengingatkan agar para santri tidak hanya berorientasi pada ijazah. “Ijazah hanyalah wasilah agar kita dapat berkiprah di tengah masyarakat,” pesannya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Mahalul Qiyam oleh Lirboyo Selection, kemudian diikuti dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Yahlal Wathon, membuat para peserta tidak hanya tambah kecintaan dan kerinduan kepada Baginda Nabi tetapi juga meningkatkan rasa nasionalisme kepada Negara tercinta ini.

Acara inti

Setelah itu, peserta menyimak biografi Keynote Speaker Seminar, yakni KH. Ahmad Haris Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang sekaligus Ketua Syuriah PBNU. KH. Ahmad Haris dikenal sebagai ulama produktif yang menulis berbagai karya, di antaranya Tafsir Surat al-Fatihah dan Tasfiyah al-Itqan. Dalam kesempatan itu, beliau berpesan,

“Manusia adalah musuh bagi kebodohannya.”
“هلك امرؤ لم يعرف قدره — Binasalah orang yang tidak tahu kapasitas dirinya.”

Beliau juga mengenang masa lalu ketika pernah nyantri di Lirboyo lima puluh tahun silam.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penayangan film, doa penutup oleh KH. Ahmad Haris, foto bersama dan penyerahan cinderamata kepada narasumber.

Harapan dan sekilas tentang M3HM

Melalui seminar ini, M3HM berharap para santri dapat meneladani nilai-nilai pesantren dan mampu berkiprah nyata di tengah masyarakat modern tanpa meninggalkan tradisi keilmuan klasik.

Sebagai organisasi di bawah naungan Madrasah Hidayatul Mubtadiin dan Ma’had Aly Lirboyo, M3HM berperan layaknya OSIS di lembaga pendidikan formal yang menaungi Bidang Ekstrakulikuler dan Bidang Akademik. Kegiatan ini merupakan salah satu representasi Bidang Ekstra yang menjadi ajang bagi para santri untuk menampilkan bakat, menambah wawasan, dan memperkuat semangat keilmuan serta kebangsaan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

One thought on “Seminar Jam’iyyah Nahdliyyah II: Kiprah Santri di Era Modernisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses