kisah abdullah bin umar

Akhlak Mencintai Rasulullah: Belajar dari Abdullah bin Umar

Pada Majelis Sholawat Kubro yang digelar di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kamis Legi, 3 Dzulhijjah 1446 H/29 Mei 2025 M, Agus Dahlan Ridlwan — salah satu mudir Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM) Lirboyo — menyampaikan sebuah kisah tentang Abdullah bin Umar, putra Sayyidina Umar bin Khattab. Kisah tersebut menggambarkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah saw tidak…

Lanjutkan

Kisah Abu Lahab Mendapat Keringanan karena Bahagia atas Kelahiran Nabi

Kisah Abu Lahab menarik untuk disimak dalam pembahasan tentang kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad Saw. Meski dikenal sebagai penentang dakwah Rasulullah dan telah disebut sebagai penghuni neraka dalam Surah al-Masad, sejumlah riwayat menyebutkan bahwa azabnya diringankan setiap hari Senin karena memerdekakan Tsuwaibah saat mendengar kelahiran Nabi Saw. Lantas, bagaimana para ulama memahami kisah tersebut? Baca…

Lanjutkan

Akibat Nazar untuk Memperingati Maulid, Pemuda ini Terbebas dari Hukuman

Tidak terasa, bulan kelahiran Nabi sudah berada di pelupuk mata, hari Jumat besok (14/08/2026), insyaallah kita telah memasuki bulan Rabiul Awwal (Maulid Nabi). Bulan yang pada waktu itu lahir sosok makhluk termulia dan sangat disegani oleh penduduk langit dan bumi: Muhammad bin Abdullah saw. Di saat yang sama, ternyata banyak sekali kisah yang mengharukan dan…

Lanjutkan

Perempuan yang Selalu Berbicara Menggunakan Ayat Al-Quran

Syekh Abdullah Mubarak bercerita: Saya pergi haji ke Baitullah dan sekaligus berziarah ke makam agung baginda Nabi Muhammad Saw., Di tengah perjalanan, saya bertemu dengan sosok hitam yang berada di sisi jalanan, akupun mendekatinya dan ternyata sosok itu perempuan tua yang ouitfit-nya terbuat dari bulu—baik baju maupun kerudungnya. Akupun langsung menyapa dengan mengucapkan salam kepadanya….

Lanjutkan

Saat Semua Orang Terlelap, Satu Pertanyaan Ini Menggagalkan Sebuah Maksiat

Ada sebuah kisah yang sarat hikmah tentang seorang laki-laki yang jatuh hati kepada seorang perempuan. Rasa cintanya begitu besar hingga menguasai hati dan pikirannya. Suatu hari, ketika perempuan itu keluar untuk suatu keperluan, ia diam-diam mengikuti dari belakang. Kesempatan yang selama ini diimpikannya akhirnya datang. Mereka berada di sebuah tempat yang sunyi di tengah perjalanan….

Lanjutkan
Syaikhona Kholil Bangkalan

Kisah Syaikhona Kholil Nyantri ke Mbah Hasyim Asy’ari

Dalam Majelis Sholawat Kubro di Aula Al Muktamar pada 8 Agustus 2025, Agus Abdurrohman Ahmad Hafidz mengisahkan sebuah teladan tawaduk dari Syaikhona Kholil Bangkalan saat berguru kepada muridnya sendiri, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Setelah para santri Syaikhona Kholil telah kembali ke daerah masing-masing dan mendirikan pesantren, beliau sesekali berkeliling mengunjungi mereka. Tujuannya bukan sekadar bersilaturahmi,…

Lanjutkan

Kisah Kaum Nabi Luth Belum Berakhir: Dua Potret Kaumnya yang Kini Kembali Terjadi

Ramainya isu Kaum Pelangi (LGBT) hari ini ternyata bukanlah fenomena baru. Berabad-abad silam, Al-Qur’an telah menyebutkan sebuah kisah kaum Nabi Luth yang lebih menyukai sesama jenis. Akibat penyimpangan itu, Allah meluluhlantakkan negeri mereka, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Hud ayat 82. Baca juga: Kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi: Teladan yang Perlu Dipelajari oleh Pemimpin Zaman Sekarang (2) Disclaimer…

Lanjutkan

Kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi: Teladan yang Perlu Dipelajari oleh Pemimpin Zaman Sekarang (2)

Setelah membahas beberapa karakter utama kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi pada bagian pertama, masih banyak teladan lain yang tidak kalah penting untuk dikaji. Nilai-nilai kepemimpinan yang beliau wariskan bukan hanya relevan bagi para pemimpin negara, tetapi juga bagi siapa saja yang memegang amanah, baik dalam keluarga, lembaga pendidikan, organisasi, maupun masyarakat. Berikut lanjutan beberapa sifat kepemimpinan Shalahuddin…

Lanjutkan

Kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi: Teladan yang Perlu Dipelajari oleh Pemimpin Zaman Sekarang (1)

Nama Shalahuddin al-Ayyubi selalu dikenang sebagai panglima besar yang berhasil membebaskan Baitul Maqdis. Namun, keagungannya bukan hanya terletak pada keberhasilannya di medan perang, melainkan juga pada karakter kepemimpinannya yang penuh akhlak, kasih sayang, keadilan, dan tanggung jawab. Bahkan, banyak sejarawan Muslim maupun Barat mengakui bahwa kemuliaan pribadinya menjadi salah satu faktor utama yang membuat ia…

Lanjutkan