Haul ke-52 KH. Marzuqi Dahlan Lirboyo: Komitmen Kuat Untuk Ilmu

Acara Haul KH. Marzuqi Dahlan Acara Haul KH. Marzuqi Dahlan


Lirboyo, Kediri – Haul ke-52 Almarhum Almaghfurlah KH. Marzuqi Dahlan telah terlaksana pada Kamis malam Jum’at, 30 April 2026 M / 13 Dzulqa’dah 1447 H, bertempat di ndalem beliau yang berada di selatan Masjid Kasepuhan Lawang Songo, Pondok Pesantren Lirboyo.
Acara ini dihadiri oleh segenap masyayikh, pimpinan, serta pengurus Pondok Pesantren Lirboyo. Kehadiran para kiai dan santri menambah kekhusyukan suasana, sekaligus menjadi bukti kuatnya ikatan sanad keilmuan dan spiritual yang terus terjaga di lingkungan pesantren.

Baca juga: BSSN Dorong Santri Lirboyo Ciptakan Jejak Digital Positif Dan Jaga Keamanan Media Sosial

Rangkaian Acara Haul ke-52 KH. Marzuqi Dahlan

Rangkaian acara yang pertama adalah pembacaan Surat Yasin yang oleh KH. Hamid Abdul Qodir, yang bersambung bacaan tahlil dan doa oleh KH. Nurul Huda Ahmad. Suasana khidmat semakin terasa saat lantunan doa dan dzikir menggema, mengiringi harapan agar pahala terus mengalir kepada almarhum.
Acara selanjutnya, yakni sambutan mewakili keluarga, oleh KH. An’im Falahuddin Mahrus. Acara haul berakhir dengan doa dan penutup oleh KH. Ahmad Mahin Toha. Dalam kesempatan itu, beliau mengisahkan beberapa fragmen teladan dari sosok KH. Marzuqi Dahlan

Baca juga: Pembasmian Ikan Sapu-Sapu: Bolehkah Mengubur Hidup-Hidup?

Komitmen Kuat Untuk Ilmu

Beliau terkenal bukan hanya sebagai figur alim, namun juga pribadi yang memiliki komitmen tinggi dalam menuntut ilmu (ta’allum). Prinsip yang beliau pegang sederhana namun mendalam:
Sing penting mempeng.”
Artinya, yang terpenting adalah kesungguhan dalam belajar. Bagi beliau, tidak menjalani puasa atau tirakat tertentu bukanlah persoalan utama, selama seorang santri benar-benar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu. Maka tak heran apabila Kiai Marzuqi saat menikah dengan Nyai Maryam beliau dijanji oleh KH. Abdul Karim agar tetap mengaji paling tidak selama 30 tahun. Sampai-sampai Kiai Marzuqi berwasiat supaya kegiatan belajar mengajar di Ponpes Lirboyo tidak libur apabila beliau wafat.

Baca juga: KH. Nurul Huda: Wasiat KH. A. Idris kepada Pengajar


Pesan ini menjadi pengingat penting bagi generasi santri saat ini, bahwa keberkahan ilmu tidak hanya berdasarkan banyaknya amalan lahiriah, tetapi juga oleh ketekunan, fokus, dan keseriusan dalam proses belajar. Dengan demikian, haul kali ini tidak sekadar menjadi momen mengenang, tetapi juga sarana meneladani nilai-nilai perjuangan KH. Marzuqi Dahlan, terutama dalam hal kesungguhan belajar yang menjadi fondasi utama dalam tradisi belajar pesantren.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses