Santri Lirboyo Ikuti Istighotsah Tahun Baru Hijriah di Tiga Lokasi Berbeda

Acara doa bersama dalam rangka Tahun Baru Hijriah Acara doa bersama dalam rangka Tahun Baru Hijriah

Lirboyo, 26 Juni 2025 M — Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, para santri Lirboyo menghadiri kegiatan doa dan istighotsah bersama yang terbagi dalam tiga lokasi berbeda. Acara ini berlangsung pada sore hari, sekitar pukul 16.30 WIB, setelah para santri mengadakan musyawarah di kelas masing-masing.

Baca juga: Workshop Jurnalistik Mading Hidayah Lirboyo Bersama Direktur Utama NU Online.

Dua tempat acara di dalam Pondok Lirboyo

Khusus untuk santri kelas 2 Tsanawiyah Madrasah Hidayatul Mubtadiin beserta adik-adik kelasnya—dengan jumlah sekitar 6.819 santri (tidak termasuk kelas 6 Ibtidaiyah)—kegiatan ini berada di Masjid Al-Hasan. Seluruh rangkaian acara di tempat ini dipimpin langsung oleh KH. Athoillah S. Anwar.

Sementara itu, santri kelas 6 Ibtidaiyah yang berjumlah kurang lebih 2.067 santri mengikuti doa bersama di Masjid Kasepuhan Lirboyo dan dipimpin oleh Agus HM. Yasin MK.

Pondok Pesantren Lirboyo menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan di kedua lokasi tersebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam.

Baca juga: Hari Raya Kurban 2025 di Pondok Lirboyo

Sebagian santri menghadiri acara yang diadakan oleh Pemkot Kediri

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya satu tempat pelaksanaan, tahun ini para santri kelas 3 Tsanawiyah hingga mahasiswa Ma’had Aly semester 6 mengikuti istighotsah bersama Pemerintah Kota Kediri, bertempat di Balai Kota Kediri.

Baca juga: Daurah Ilmiah Bersama Asy-Syaikh Awad Karim Aqli Sudan

Rangkaian acara doa bersama di dalam pondok

Adapun rangkaian acara yang bertempat di dalam pondok adalah sebagaimana berikut:

  1. Pembacaan istighotsah;
  2. Pembacaan doa akhir tahun;
  3. Sholat Maghrib berjamaah;
  4. Pembacaan doa awal tahun.

Baca juga: 235 Calon Mahasantri Ikuti Ujian Masuk Marhalah Tsani Ma’had Aly Lirboyo Selama Dua Hari

Dawuh KH. Athoillah S. Anwar

Setelah pembacaan doa akhir tahun, KH. Athoillah S. Anwar memberikan mauidzah kepada para santri. Beliau menegaskan bahwa sering kali kita terlena dan terperdaya untuk menyemarakkan tahun baru umat agama lain, sedangkan tahun baru islam malah tidak kita hiraukan.

“Bapak-bapak konco-konco, penting bahwa kita semua ini punya tahun baru hijriah. Jadi, yang sering sekali kita salah kaprah kalau ikut menyemarakkan pas tahun baru Masehi, padahal tahun baru Masehi itu bukan tahun barunya orang islam” terang beliau.

Baca juga: Majelis Sholawat Kubro (MASBRO) Perdana

Menyemarakkan Tahun Baru Islam dengan kegiatan positif

Dalam nasihatnya, beliau mengajak seluruh santri untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti istighotsah, doa bersama, serta amal-amal saleh lainnya yang dapat memperkuat keimanan dan membina akhlak mulia. Hal ini bermaksud agar semarak Tahun Baru Islam tidak sama dengan perayaan Tahun Baru Masehi yang kerap mewarnainya dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, bahkan tidak jarang mengarah kepada kemaksiatan.

“Kalau menyemarakkan Tahun Baru Hijriah itu jangan sampai sama dengan Tahun Baru Masehi yang nuansanya banyak maksiatnya, kita harus memperbanyak dzikiran dan memperbanyak doa seperti doa ini (akhir tahun dan awal tahun)” lanjut beliau.

Baca juga: Pembukaan Pengajian Kamis Legi 1446 H / 2025 M

Pentingnya menulis basmalah di awal tahun

Perayaan acara ini selesai sekitar jam 18:30-an. Setelah Beliau meninggalkan tempat acara, salah satu pengurus Pondok memberi sambutan yang bersifat peringatan kepada para santri untuk menulis lafaz Basmalah sebanyak 113 kali, hal ini sebagaimana keterangan yang tertera dalam kitab Na’til Bidayat wa Taushif an-Nihayah karangan Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Aly yang berupa:

أنَّ مَنْ كَتَبَ البَسْمَلَةَ فِي أَوَّلِ المُحَرَّمِ مِائَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ مَرَّةً، لَمْ يَنَلْ حَامِلَهُ مَكْرُوهٌ فِيهِ وَلَا أَهْلُ بَيْتِهِ مُدَّةَ عُمْرِهِ.

“Barang siapa yang menulis basmalah pada awal bulan Muharram sebanyak 113 kali, niscaya orang yang membawa (tulisan tersebut) beserta keluarganya akan Allah beri perlindungan, jauh dari segala keburukan (musibah) sepanjang hidupnya”.

 Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tonton acara doa bersama di Pondok Pesantren Lirboyo:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses