Para Alumni Padati Penutupan Pengajian Kemis Legi 1447 H untuk Ngaji Kitab Syarh Al-Hikam

Penutupan Kemis Legi Ngaji Hikam

Lirboyo – Meski sempat mengalami perubahan jadwal dari rencana semula pada akhir Desember lalu, kerinduan para alumni untuk mereguk tetesan ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo tak terbendung. Aula Al-Muktamar kembali menjadi saksi bisu ribuan mutakhorijin (alumni) bersimpuh dalam agenda Penutupan Pengajian Kemis Legi masa periode 1446 H – 1447 H, Kamis (08/01).

Sebagaimana informasi yang telah tersiar melalui pamflet digital, jadwal pengajian yang semula terjadwal pada 25 Desember 2025 diundur menjadi hari ini. Namun, perubahan tersebut tak mengurangi antusiasme alumni Lirboyo. Sedari pukul 08.00 WIB, area Aula Al-Muktamar telah padat oleh jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Baca juga: Setengah Abad Berdiri, Gedung Al-Ihsan Akhirnya Resmi Dibongkar

Tradisi Maknani Gandul: Menyimak Kalam Hikmah Ibnu Atha’illah

Tepat pukul 08.55 WIB, suasana khidmat menyelimuti Aula Al-Muktamar saat Romo KH. Anwar Manshur memimpin jalannya tahlil bersama dan mulai membacakan baris-baris kitab Syarh al-Hikam. Kitab tasawuf legendaris karya Syaikh Ibn Atha’illah as-Sakandari ini diresapi maknanya dengan saksama oleh para alumni.

Dengan membawa kitab kuning masing-masing, para jamaah tampak telaten melakukan maknani gandul—sebuah tradisi khas pesantren dalam menerjemahkan kitab ke bahasa Jawa—mengikuti setiap bacaan dari sang kiai.

Pada pertemuan penutup ini, pengajian mencapai batas pembahasan:

العلم إن قارنته الخشية فلك وإلا فعليك

(Ilmu, jika bersamaan dengan rasa takut kepada Allah, maka ia akan membela/bermanfaat bagimu. Namun jika tidak, maka ia akan menuntutmu). Juz 2, Halaman 51, Cetakan Al-Hidayah.

Pengajian berlangsung intens selama satu jam hingga pukul 10.00 WIB, membedah kedalaman makna spiritual yang menjadi bekal bagi para alumni yang notabenenya sudah banyak menjadi tokoh dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Baca juga: Ribuan Santri Lirboyo Tak Ingin Lewatkan Barokah Majelis Sholawat Kubro Pamungkas

Sekilas Sejarah Ngaji Kemis Legi

Agenda Kemis Legi bukanlah sekadar pengajian biasa, melainkan tradisi yang memiliki akar sejarah kuat di Lirboyo.

  • Tahun 2002: Pengajian ini resmi ada atas usulan para mutakhorijin (para alumni) yang rindu akan bimbingan ruhani.
  • Dari KH. Idris Marzuqi sampai KH. Muhammad Anwar Manshur: Awalnya, kitab ini langsung oleh almaghfurlah Romo KH. Idris Marzuqi bacakan. pasca wafatnya beliau pada 10 Sya’ban 1435 H, amanah membacakan kitab al-Hikam diteruskan oleh Romo KH. M. Anwar Manshur hingga saat ini.

Suasana khidmat memulai rangkaian acara saat ribuan alumni melantunkan tahlil dan doa untuk para masyayikh Lirboyo sebelum mengkaji kitab Al-Hikam.

Baca juga: 2972 Delegasi Safari Ramadan Lirboyo Dibekali, Siap Sebarkan Dakwah

Momen Mushofahah: Melepas Rindu pada Guru dan Sahabat

Puncak emosional dari acara ini terjadi seusai pengajian. Antrean panjang santri dan alumni tampak mengular untuk melakukan mushofahah atau bersalaman dengan Romo KH. Anwar Manshur. Bagi para alumni, bersentuhan tangan dengan sang guru adalah momen ngalap berkah yang paling mereka nanti.

Di sudut-sudut aula, terlihat pemandangan hangat para alumni yang saling bercengkerama. Wajah-wajah sumringah penuh keceriaan terpancar dari mereka yang memanfaatkan momen ini sebagai ajang reuni.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses