Ribuan Santri Penuhi Aula Muktamar dalam Agenda Halal Bihalal Safari Ramadan LIM

Halal Bihalal LIM

Senin sore 13 April 2026, Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) menggelar agenda Halal Bihalal bagi ribuan delegasi Safari Ramadan 1447 H. Acara yang berlangsung khidmat ini bertempat di Aula Muktamar pondok pesantren Lirboyo. Turut hadir di acara ini KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, penasihat LIM, para pengurus LIM dan ribuan santri.

Acara dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, disusul dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Baca juga: Lirboyo Gelar Haul KH Mahrus Aly yang ke-42

Sambutan Agus Ahmad Zulfa Laday Robbi

Sambutan atas nama pengurus LIM disampaikan oleh Agus Ahmad Zulfa Laday Robbi atau yang akrab disapa Gus Zulfa. Dalam laporannya, beliau memaparkan data statistik delegasi tahun ini yang mencapai angka cukup fantastis.

“Jumlah total delegasi putra dan putri Safari Ramadan mencapai 3.450 santri. Untuk putra terdapat 3.037 delegasi yang tersebar di berbagai wilayah,” ungkap Gus Zulfa.

Beliau juga menjelaskan perbedaan teknis antara delegasi putra dan putri. Jika delegasi putra menyasar pelosok desa, delegasi putri yang berasal dari unit Mubtadiat, PPTQ, dan HMQ lebih fokus pada lembaga-lembaga pendidikan.

Di sore itu, Gus Zulfa berpesan agar para santri, khususnya peserta Safari wajib kedepannya, benar-benar mempersiapkan mental dan materi dari jauh hari.

Baca juga: Halal Bihalal Pondok Pesantren Lirboyo 1447 H: Pesan Kedisiplinan dan Semangat Menuntut Ilmu

Mauidzotul Hasanah KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Acara inti diisi dengan mauidzotul hasanah oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Beliau mengawali dawuh-nya dengan menekankan pentingnya peran dakwah. Dalam penjelasannya, beliau membagi audiens dakwah ke dalam tiga golongan:

Pertama, kelompok yang menerima dakwah dengan dalil akurat (inklusif).

Kedua, masyarakat awam yang cenderung menerima tanpa menuntut dalil.

Ketiga, kelompok yang selalu menolak dakwah.

Terhadap golongan ketiga, Kiai Kafabihi memberikan arahan khusus. “Kelompok yang keras jangan dihadapi dengan kekerasan. Gunakanlah akhlak dan ihsan. Orang yang keras biasanya akan luluh dengan dakwah yang lembut,” tutur beliau.

Beliau kemudian membacakan ayat:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ

“Maka berkat rahmat Allah-lah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.”

Baca juga: Kumpulan Kisah KH. Mahrus Aly yang Disampaikan KH. Abdulloh Kafabihi pada Haul ke-42

Nasihat Giat Belajar di Pondok

Selain strategi dakwah, Kiai Kafabihi juga mewanti-wanti santri agar tidak menyia-nyiakan waktu belajar selama di pesantren. Beliau mengutip:

عديم الشيء لا يعطي

“Orang yang tidak punya apa-apa, tidak akan bisa memberi apa-apa.”

Pesan ini menjadi pengingat keras bagi para santri bahwa kunci keberhasilan dakwah di masyarakat adalah bekal keilmuan yang matang selama bermukim di pondok.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses